Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Diminati Konsumen Dunia, Perempuan di Kediri Olah Batang Pisang Jadi Keripik

Diminati Konsumen Dunia, Perempuan di Kediri Olah Batang Pisang Jadi Keripik Ilustrasi keripik pelepah pisang. ©2020 Merdeka.com/shopee.co.id

Merdeka.com - Di tengah pandemi Covid-19, Lilik Rahayu (40), warga Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur berinovasi membuat usaha keripik dari batang pisang, sebagaimana dilansir Antara (18/11).

Sebelumnya, Lilik memiliki usaha membuat tempe mendoan. Ia menjual tempe dalam bentuk mentah. Saat mencari daun pisang yang digunakan sebagai bungkus tempe mendoan jualannya, ia kemudian berinisiatif mencoba mengolah batang pisang supaya punya nilai jual.

Berawal dari Iseng

pelepah pisang

wordpress.com

"Jika mencari daun pisang kan batangnya selama ini dibuang. Saya inisiatif mencoba bisa menghasilkan dari batang pisang ini. Tak buat keripik," ujarnya di Kediri, Rabu.

Awalnya, Lilik mengaku iseng mencoba membuat keripik dari batang pisang. Suatu hari ia membawa batang pisang yang panjangnya sekitar 1 meter ke kediamannya di Desa Doko.

Begitu sampai di rumah, ia membersihkan batang pisang dan kemudian membelahnya. Daging dari batang pisang itu kemudian dicampur dengan tepung dan digoreng.

"Tak goreng, tak belikan varian (perasa makanan) yang enak. Saya juga berinisiatif untuk menjualnya daring dan semua suka," ungkapnya.

Diminati Konsumen Luar Negeri

Lilik mengaku sangat senang karena keripik batang pisang buatannya banyak disukai. Bahkan, permintaan untuk dikirim ke luar negeri juga cukup banyak.

Terkait pasar luar negeri, Lilik bekerjasama dengan distributor. Ia mengirim produk keripik batang pisang ke distributor, selanjutnya distributor lah yang menjualnya ke luar negeri.

Sejauh ini, olahan keripik batang pisang dari usaha Lilik sudah merambah beberapa negara seperti Taiwan, Hong Kong, Brunei Darussalam, hingga Malaysia. Sedangkan untuk pasar dalam negeri antara lain dikirim ke Pekalongan dan beberapa pedagang di Jawa Timur.

Baru Tiga Bulan

pelepah pisang

wordpress.com

Menariknya, usaha yang kini digeluti Lilik baru berjalan sekitar tiga bulan. Namun, rupanya banyak orang yang menyukai produk Lilik. Kini, setiap hari ia selalu mendapat banyak permintaan.

Dalam sehari, ia mengirim keripik hingga 25 bal dan satu bal berisi 5 kilogram. Terkait harga, untuk setiap kilogram keripik batang pisang dibanderol Rp65 ribu.

Lilik mengaku sangat bersyukur karena di masa pandemi Covid-19, ia justru diberikan kelancaran rejeki. Sebenarnya, ini bukan kali pertama Lilik membuat usaha.

Sebelumnya, ia sudah mencoba beberapa usaha, salah satunya jasa boga. Pesanannya cukup banyak, terutama ketika musim hajatan seperti pernikahan. Namun, pesanan mengalami penurunan drastis karena pandemi.

Berdayakan Tetangga

Sebelumnya, Lilik juga sempat mempunyai warung makan. Namun, karena difitnah orang tidak bertanggungjawab, ia akhirnya memilih menutup usaha tersebut.

Hingga kemudian, enam bulan lalu ia memutuskan memulai usaha membuat tempe mendoan dan mengembangkan usaha keripik batang pisang tiga bulan setelahnya.

Lilik mengaku sempat kewalahan karena order yang menumpuk. Kini, ia dibantu 15 orang tetangganya untuk memproduksi keripik. Bahkan, mereka juga terpaksa lembur guna memenuhi pesanan.

Harapan ke Depan

ilustrasi keripik pelepah pisang

©2020 Merdeka.com/shopee.co.id

Perempuan asli Kediri itu mengaku sudah mengurus izin usaha miliknya. Ia mengaku terbantu dengan program pemerintah yang mempermudah pengurusan izin usaha.

Ia berharap, usahanya bisa lebih maju sehingga semakin banyak orang yang bisa bekerja bersamanya. Dengan demikian, mereka bisa mendapatkan penghasilan, terlebih lagi di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Lilik juga menyatakan akan tetap berinovasi supaya produk jualannya semakin dikenal. Saat ini, terdapat enam varian rasa keripik batang pisang, salah satu yang paling diminati konsumen ialah rasa balado pedas.

Ia pun ingin mengembangkan usaha dengan membeli sejumlah alat seperti mesin spinner atau peniris minyak, kompor masak, hingga penggorengan. Namun, saat ini masih terkendala anggaran, sehingga masih memanfaatkan barang yang ada untuk memenuhi permintaan pelanggan.

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP