Ciri Flu Singapura Beserta Penyebab dan Cara Mengobatinya, Ketahui Lebih Lanjut
Merdeka.com - Penyakit flu Singapura atau dalam bahasa kedokteran disebut sebagai penyakit Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) merupakan penyakit infeksi yang seringkali menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun (bahkan hingga 10 tahun). Orang dewasa umumnya kebal terhadap penyakit yang mempunyai masa inkubasi 2–5 hari ini.
Penularan penyakit ini melalui kontak langsung dari orang ke orang yaitu melalui droplet, pilek dan air liur. Penularan melalui kontak tidak langsung juga mungkin terjadi, misalnya penggunaan handuk, baju, peralatan makan dan mainan secara bersama-sama. Biasanya penyakit ini muncul pada musim panas, seperti yang dikutip dari CDC.
Menurut Shah et all (2003) dalam Singapore Medical Journal, bahwa pada awal kemunculan HFMD di Singapura pada tahun 1972, penyakit ini menginfeksi 104 anak-anak dalam 3,5 bulan. Penyakit ini lantas meluas ke beberapa negara lain, dan dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan jumlah penderita.
Penyakit Flu Singapura atau HFMD disebabkan oleh Coxsackievirus A type 16 (CV A16) dengan bermacam-macam strain, yaitu coxsackievirus A5, A7, A9, A10, B2 dan B5. Namun demikian, yang menyebabkan pandemik adalah Enterovirus 71 (EV-71). Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya mengenai ciri Flu Singapura dan cara mencegah serta mengobatinya yang perlu Anda ketahui.
Sejarah Flu Singapura
Virus influenza A mengalami mutasi (perubahan genetik) menghasilkan virus influenza baru yang lebih berbahaya yang bisa mengakibatkan wabah epidemik dan pandemik influenza. Virus influenza tipe A mampu menginfeksi manusia, kuda, babi, anjing laut, ikan paus, burung dan binatang lainnya. Virus ini yang paling berbahaya, karena virus ini dapat menjangkiti hewan dan manusia.
Pada tahun 1918, terjadi wabah pandemik yang disebabkan virus influenza, yang disebut dengan “Spanish Flu”. Tahun 1957, virus influenza kembali bermutasi dan dikenal dengan nama “Asian Flu” dan wabah global kembali terjadi.
Pada tahun 1968, virus flu kembali menyebabkan wabah pandemik, mutan virus tersebut dikenal dengan “Hongkong Flu”. (Eminugroho R, 2009). Virus influenza terus mengalami perubahan genetik hingga pada tahun 1972 muncul mutan virus influenza yang kemudian dikenal sebagai penyebab penyakit “Flu Singapura”.
Penyakit Flu Singapura atau Tangan, Kaki dan Mulut (HFMD) atau penyakit tangan, kaki dan mulut adalah penyakit yang umum terjadi pada anak-anak dan disebabkan oleh enterovirus seperti coxsackieviruses dan enterovirus 71 (EV71).
HFMD yand disebabkan oleh EV71 adalah yang meresahkan karena lebih berisiko tinggi terkait dengan komplikasi parah (seperti radang otak akibat virus, encephalitis dan kelumpuhan serupa poliomyelitis) dan bahkan kematian, mengutip dari chp.gov.hk.
Penyebab Flu Singapura
Penyebab Flu Singapura yang paling umum adalah infeksi coxsackievirus A16, mengutip dari Mayo Clinic. Coxsackievirus termasuk dalam kelompok virus yang disebut enterovirus nonpolio. Jenis enterovirus lain terkadang menyebabkan Flu Singapura atau penyakit Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD).
Konsumsi oral adalah sumber utama infeksi coxsackievirus dan penyakit Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD). Penyakit ini menyebar melalui kontak orang ke orang dengan orang yang terinfeksi dengan cara;
Flu Singapura paling umum menyerang anak-anak di pusat perawatan anak karena seringnya kegiatan mengganti popok dan pelatihan toilet di tempat tersebut, dan karena anak-anak kecil sering memasukkan tangan mereka ke dalam mulut.

© Boldsky.com
Saat seorang anak tertular Flu Singapura, virusnya dapat tetap berada di tubuh selama berminggu-minggu setelah tanda dan gejala hilang. Artinya anak tersebut masih bisa menulari orang lain. Beberapa orang, terutama orang dewasa, dapat menularkan virus tanpa menunjukkan tanda atau gejala penyakit apa pun.
Wabah penyakit ini lebih sering terjadi pada musim panas dan musim gugur di Amerika Serikat dan daerah beriklim sedang lainnya. Di iklim tropis, wabah terjadi sepanjang tahun.
Ciri Flu Singapura
Berikut ini adalah beberapa ciri Flu Singapura yang bisa diamati dan patut diwaspadai, yaitu;
Periode yang biasa dari infeksi awal hingga timbulnya tanda dan ciri Flu Singapura (masa inkubasi) adalah tiga hingga enam hari. Demam sering kali merupakan tanda atau ciri Flu Singapura yang paling pertama, diikuti oleh sakit tenggorokan dan kadang-kadang nafsu makan yang buruk serta perasaan tidak enak badan.
Satu atau dua hari setelah demam dimulai, luka yang menyakitkan bisa berkembang di depan mulut atau tenggorokan. Ruam di tangan dan kaki dan mungkin di bokong bisa muncul dalam satu atau dua hari, pertanda ciri Flu Singapura semakin memburuk.
Luka yang berkembang di bagian belakang mulut dan tenggorokan mungkin menunjukkan bahwa anak terinfeksi penyakit virus terkait yang disebut herpangina. Ciri lain herpangina termasuk demam tinggi mendadak dan dalam beberapa kasus, kejang. Luka yang berkembang di tangan, kaki, atau bagian tubuh lainnya sangat jarang terjadi.
Cara Mencegah Flu Singapura
Tidak ada vaksin yang efektif untuk mencegah penyakit Flu Singapura. Sehingga, perawatan kebersihan pribadi dan lingkungan yang baik adalah pencegahan utama yang bisa Anda lakukan. Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda terapkan untuk mencegah kemunculan gejala dan ciri Flu Singapura pada Anda maupun orang-orang terdekat;
1. Jaga kebersihan pribadi dengan baik
2. Jaga kebersihan lingkungan dengan baik
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya