Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cara Mengenali Diri Sendiri Sebelum Mengenal Allah, Ini Ulasannya

Cara Mengenali Diri Sendiri Sebelum Mengenal Allah, Ini Ulasannya Ilustrasi berdoa. ©Shutterstock

Merdeka.com - Mengetahui cara mengenali diri sendiri sebelum mengenal Allah SWT adalah satu hal yang krusial. Mengenal diri sendiri tak semudah yang dibayangkan. Sejatinya, yang paling mengenal diri manusia adalah Allah SWT, seperti yang disampaikan oleh pakar Ilmu Tasawuf KH M. Lukman Hakim.

Oleh karena itu, sebagai seorang hamba Anda diharuskan untuk memohon kepada Allah SWT agar dimudahkan dalam proses pengenalan diri sendiri terlebih dahulu. Tak heran ada ungkapan yang berbunyi, "usaha mengenal Allah adalah dengan cara mengenal diri sendiri."

Baca juga: Surat Al Hujurat Artinya Batasan Dengan Orang Lain Diri Sendiri Dan Allah Swt

Mengenal Allah dengan benar (ma’rifatullah) merupakan sumber ketentraman hidup dunia akhirat. Orang yang tidak mengenal Allah tidak akan mengenal kemaslahatan dirinya, melanggar hak-hak orang lain, menzalimi diri sendiri, bahkan menebar kerusakan di muka bumi tanpa rasa malu. Lantas, bagaimana cara mengenali diri sendiri sebelum mengenal Allah SWT? Berikut ulasannya yang menarik untuk diketahui.

Cara Mengenali Diri Sendiri Sebelum Mengenal Allah

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa cara mengenal Allah SWT adalah dengan mengenali diri sendiri terlebih dahulu. Mengutip Nu Online, pakar Tasawuf KH M. Luqman Hakim menyebutkan bahwa cara nengenali diri sendiri bisa terjadi dengan sederhana, bisa dahsyat, bisa dramatis, bisa pula romantis. Dan yang paling mengenal diri kita adalah sang Pencipta.

ilustrasi berdoa

© pexels.com/Timur Weber

Untuk itu, sebaiknya kita sebagai hamba memohon kepada Allah SWT agar dimudahkan dalam proses pengenalan diri sendiri. Mohonlah kepada Allah agar masing-masing kita dikenalkan siapa diri ini menurut Dia bukan menurut kita. Agar kita sebagai manusia mengenalNya menurut kehendak-Nya.

Kekacauan khayalan, imajinasi, lamunan, kecamuk dalam simpul emosi dan kebinatangan, lalu diklaim sebagai kebenaran akal dan hak asasi adalah hal yang menyusahkan umat manusia dalam proses pengenalan diri dan Tuhan. Padahal, setiap orang adalah pemimpin dan sebagai pemimpin, maka ia bertugas menggembalakan sifat kehewaniannya dengan akal sehat dan akhlak.

Berikut adalah beberapa cara mengenali diri sendiri sebelum mengenal Allah SWT, dilansir dari laman dalamislam.com:

1. Intropeksi

Cara mengenali diri sendiri sebelum mengenal Allah SWT adalah dengan intropeksi. Sudah menjadi suatu kewajiban bagi seorang muslim untuk selalu mengintropeksi diri. Hal ini bertujuan agar kita tahu apa saja yang telah kita perbuat sejauh ini di dunia. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW; 

وَإِنَّمَا يَخِفُّ الحِسَابُ يَوْمَ القِيَامَةِ عَلَى مَنْ حَاسَبَ نَفْسَهُ فِي الدُّنْيَا

“Sesungguhnya hisab pada hari kiamat akan menjadi ringan hanya bagi orang yang selalu menghisab dirinya saat hidup di dunia” [HR. Tirmidzi].

2. Kenali Diri Zahir

Cara mengenali diri sendiri sebelum mengenal Allah SWT yang kedua adalah kenali diri zahir Anda. Pada dasarnya, diri manusia terbagi menjadi 2 yakni diri zahir dan diri batin. Pada diri kita yang zahir, kita dapat melihat kebesaran Allah SWT. Wujud fisik kita sebagai manusia pun juga terlihat sebagai pengenalan awal akan diri ini.

Allah berfirman dalam surat Al-Insan ayat 2,

إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat."

3. Kenali Diri Batin

Cara mengenali diri sendiri sebelum mengenal Allah SWT yang ketiga adalah dengan mengenal diri batin Anda. Diri batin merupakan ruh yang ada dalam tubuh. Dalam ilmu tasawuf, telah diajarkan bahwa sebelum mengenal Allah SWT kita harus mengenali diri kita sendiri terlebih dahulu.

Salah satu caranya adalah menlihat ke dalam kalbu. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Az-Zariat ayat 21;

وَفِى اَنْفُسِكُمْ اَفَلاَ تُبْصِرُوْنَ

"Dan di dalam diri kamu apakah kamu tidak memperhatikannya."

Rasulullah SAW juga menegaskan tentang sesuatu dalam batin manusia yang harus dilihat dengan baik untuk mengenal diri sendiri. Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah berfirman,

بَنَيْتُ فِى جَوْفِ اِبْنِ آدَمَ قَصْرًا وَفِى الْقَصْرِ صَدْرً وَفِى الصَّدْرِ قَلْبًا وَفِى الْقَلْبِ فُؤَادً وَفِى الْفُؤَادِ شَغْافًا وَفِى الشَّغَافِ لَبًّا وَفِى لَبِّ سِرًّا وَفِى السِّرِّ أَنَا (الحديث القدسى)

"Aku jadikan dalam rongga anak Adam itu mahligai dan dalam mahligai itu ada dada dan dalam dada itu ada hati (qalbu) namanya dan dalam hati (qalbu) ada mata hati (fuad) dan dalam mata hati (fuad) itu ada penutup mata hati (saghaf) dan dibalik penutup mata hati (saghaf) itu ada nur/cahaya (labban), dan di dalam nur/cahaya (labban) ada rahasia (sirr) dan di dalam rahasia (sirr) itulah Aku kata Allah." (Hadis Qudsi). 4. Selalu Ingat Tujuan Penciptaan

Cara mengenali diri sendiri sebelum mengenal Allah SWT adalah dengan selalu mengingat-ingat tujuan utama dari penciptaan. Manusia dicptakan untuk beriman kepada Allah SWT. Manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi yang memiliki tujuan hidup untuk beribadah hanya kepada Allah SWT.

Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah;

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلُُ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَآءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لاَ تَعْلَمُونَ {30} وَعَلَّمَ ءَادَمَ الأَسْمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلاَئِكَةِ فَقَالَ أَنبِئُونِي بِأَسْمَآءِ هَؤُلآءِ إِن كُنتُم صَادِقِينَ {31} قَالُوا سُبْحَانَكَ لاَ عِلْمَ لَنَآ إِلاَّ مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ {32} قَالَ يَآءَادَمُ أَنبِئْهُم بِأَسْمَآئِهِمْ فَلَمَّآ أَنبَأَهُمْ بِأَسْمَآئِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ {33}

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Apakah Engkau hendak menjadikan di bumi itu siapa yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku me-ngetahui apa yang tidak Engkau ketahui."  Dia mengajar kepada Adam nama-nama seluruhnya, kemudian memaparkannya kepada para malaikat, lalu berfirman: "Sebutkanlah kepadaKu nama-nama benda itu, jika kamu ‘orang-orang’ yang benar." Mereka berkata: "Maha suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini!" Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Aku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan kamu sembunyikan?" (Al-Baqarah/2: 30-33).

(mdk/edl)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP