Cara Bertaubat dari Zina Menurut Islam, Lakukan Amalan Ini Sungguh-Sungguh

Jumat, 12 Agustus 2022 14:50 Reporter : Edelweis Lararenjana
Cara Bertaubat dari Zina Menurut Islam, Lakukan Amalan Ini Sungguh-Sungguh ilustrasi berdoa. © pexels.com/Timur Weber

Merdeka.com - Cara bertaubat dari zina telah diatur sedemikian rupa oleh agama Islam. Penting bagi Anda umat Islam semua untuk mengetahuinya agar pertaubatan atas zina bisa diterima oleh Allah SWT. Karena, zina termasuk dalam salah satu dosa besar sehingga sudah sepantasnya umat Islam menghentikan perbuatan ini secepatnya.

Terdapat beberapa amalan yang dapat dilakukan sebagai cara bertaubat dari zina. Mulai dari salat taubat, perbanyak dzikir dan istighfar, membaca Al-Quran, hingga berpuasa. Anda dapat mengamalkannya secara keseluruhan untuk menyempurnakan taubat secara bersungguh-sungguh dan memohon ampunan dari Allah SWT.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ulasan selengkapnya mengenai cara bertaubat dari zina menurut Islam yang bisa dilakukan.

2 dari 4 halaman

Hukuman untuk Pelaku Zina

Zina berasal dari kata zanah yang artinya adalah perbuatan bersanggama antara laki-laki dan perempuan yang tidak terikat oleh hubungan pernikahan.

Secara umum, zina tidak hanya mendeskripsikan perbuatan dua manusia yang melakukan hubungan seksual tanpa menikah, tetapi juga segala aktivitas-aktivitas persenggamaan antara lelaki dan perempuan yang bukan mahram, yang dapat merusak kehormatannya.

Dalam Islam, pelaku zina muhsan (laki-laki atau perempuan yang sudah menikah) dikenakan hukuman rajam. Hukuman rajam adalah hukuman dengan cara dilempar batu yang sederhana besarnya hingga mati. Sementara, pelaku zina yang bukan muhsan (laki-laki dan perempuan yang belum menikah), dikenakan atas mereka hukuman dera, yaitu 100 kali cambuk dan ta’zir selama setahun.

Adapun dasar hukum dalam Al-Quran dan hadist tentang zina telah banyak disebutkan, di antaranya firman Allah SWT dalam surat An-Nur ayat 2 yang berbunyi:

اَلزَّانِيَةُ وَالزَّانِيْ فَاجْلِدُوْا كُلَّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖوَّلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۚ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَاۤىِٕفَةٌ مِّنَ الْمُؤْمِنِيْنَ

Artinya: “Pezina perempuan dan laki-laki hendaklah dicambuk seratus kali dan janganlah merasa belas kasihan kepada keduanya sehingga mencegah kamu dalam menjalankan hukum Allah, hal ini jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan hendaklah dalam menjatuhkan sanksi (mencambuk) mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.”

3 dari 4 halaman

Cara Bertaubat dari Zina

Zina telah jelas merupakan sebuah perbuatan yang dilarang dalam Islam. Termasuk dalam salah satu jenis dosa besar, para pelaku zina diancam dengan hukuman yang berat, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Larangan tersebut tertulis dalam Al Quran, surat Al Isra ayat 32 yang berbunyi;

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk.” (QS. Al Isra: 32).

Meski demikian, Allah Maha Pengampun. Maka selalu ada cara dalam agama Islam untuk bertaubat dan kembali ke jalan yang benar. Dari Ibnu Mas’ud r.a, ia berkata; “Seseorang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka dia berkata: Sesungguhnya saya telah menikmati perempuan dari daerah Madinah yang paling jauh dan saya telah bersenang-senang dengannya tanpa menyetubuhinya. Saya telah hadir di hadapan engkau untuk mengikuti keputusanmu. Maka segerakanlah hukuman atas saya menurut keinginan engkau.

Umar radhiyallahu ‘anhu berkata; "Allah menutupi kesalahanmu jika engkau menutupi kesalahanmu. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menanggapinya sedikitpun, sehingga orang itu pergi, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh seseorang mengikutinya, lalu beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memanggilnya dan membacakan (ayat) kepadanya."

Rasulullah SAW juga bersabda: “Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan dari malam, sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Hud: 114).

Seseorang berkata kepada Rasulullah SAW; Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, apakah ini khusus baginya atau untuk semua orang? Maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab; “Untuk semua orang…” (Diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi).

Zina merupakan kerusakan besar, keburukan nyata, dan pengaruhnya begitu besar yang mengakibatkan berbagai kerusakan, baik terhadap orang yang melakukan maupun terhadap masyarakat secara umum mengutip dari buku Pandangan Islam Tentang Zina Dan Perkawinan (1997). Namun, berikut ini adalah beberapa cara bertaubat dari zina dalam Islam yang bisa Anda amalkan;

4 dari 4 halaman

1. Salat Taubat

Cara bertaubat dari zina yang pertama adalah dengan melaksanakan salat taubat. Setiap manusia pasti tak pernah luput dari perbuatan salah dan dosa, baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak disengaja.

Dosa-dosa kecil yang diperbuat manusia antara lain adalah ghibah, riya dan putus asa. Sementara, dosa-dosa besar termasuk berbohong, zina dan memakan harta riba. Cara bertaubat dari zina dan memohon penghapusan atas dosa-dosanya adalah dengan cara salat taubat.

Salat taubat nasuha adalah salat sunnah yang dilakukan untuk memohon pengampunan dari Allah SWT atas segala dosa maupun kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat selama hidup. Salat taubat nasuha  bisa dilakukan pada waktu sepertiga malam atau selama sholat tahajud.

2. Dzikir dan Istighfar

Cara bertaubat dari zina yang kedua adalah dengan memperbanyak dzikir dan istighfar. Memperbanyak amalan dzikir dan istigfar pada Allah SWT merupakan cara lain untuk menghapuskan dosa-dosa manusia, termasuk dosa akibat zina.

Kalimat istighfar merupakan kalimat permohonan ampun dari Allah SWT dan dosa-dosa seseorang dapat dihilangkan dengan terus menyebut nama Allah SWT. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT surat Al imran ayat 135 berikut ini;

وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ 

Artinya: "Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.

3. Puasa

Cara bertaubat dari zina yang ketiga adalah dengan berpuasa. Puasa adalah salah satu cara melatih hawa nafsu dan kesabaran. Puasa juga dapat menghapuskan dosa-dosa manusia apabila dilakukan dengan bersungguh-sungguh. Terutama, jika Anda melakukan puasa sunnah seperti puasa arafah dan asy syura.

4. Membaca Al-Quran

Cara bertaubat dari zina yang ke empat adalah dengan memperbanyak membaca Al-Quran. Membaca kitab suci Al-Quran dapat membantu menjernihkan hati seorang muslim. Tak hanya itu, membacanya juga dapat mendatangkan ketenangan jiwa dan membantu menghapuskan dosa-dosa seseorang sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut ini;

Bacalah Alquran, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat untuk memberikan syafa`at kepada pembacanya.” (HR. Muslim).

Demikianlah beberapa amalan pokok yang dapat dilakukan sebagai cara bertaubat dari zina, menurut agama Islam.

[edl]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini