7 Jenis Plastik yang Beredar Luas, Ketahui Klasifikasinya dengan Tepat

Rabu, 13 Mei 2020 13:45 Reporter : Edelweis Lararenjana
7 Jenis Plastik yang Beredar Luas, Ketahui Klasifikasinya dengan Tepat Plastik. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Plastik adalah komponen penting dan menjadi bahan baku dari banyak barang, contohnya seperti botol air, sisir, wadah minuman, peralatan makan, dan masih banyak lagi. Mengetahui perbedaan, jenis plastik, serta kode SPInya dapat membantu Anda dalam proses daur ulang sampah plastik.

Tujuh jenis plastik meliputi; Polyethylene Terephthalate (PETE atau PET), High-Density Polyethylene (HDPE), Polivinil Klorida (PVC), Polietilen Densitas Rendah (LDPE), Polypropylene (PP), Polystyrene atau Styrofoam (PS) dan plastik lainnya (termasuk: polikarbonat, polilaktida, akrilik, akrilonitril butadiena, stirena, fiberglass, dan nilon).

Plastik tidak sesederhana yang Anda bayangkan. Masing-masing plastik berbeda dari yang lain. Beberapa jenis plastik dapat digunakan kembali, sementara beberapa menghasilkan bahan berbahaya apabila digunakan berulang kali. Beberapa jenis plastik mudah didaur ulang, dan yang lain membutuhkan penanganan yang lebih canggih dan rumit dalam proses daur ulangnya.

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai ketujuh jenis plastik yang beredar luas di masyarakat yang dihimpun dari berbagai sumber.

2 dari 8 halaman

1. Polyethylene Terephthalate (PETE)

plastic
©2020 Merdeka.com

Jenis plastik yang pertama adalah Polyethylene Terephthalate atau PETE. PETE merupakan fiber bebas kerut. PETE sebagian besar digunakan untuk keperluan kemasan makanan dan minuman karena kemampuannya yang kuat untuk mencegah oksigen masuk dan merusak produk di dalamnya. Jenis plastik PETE juga membantu menjaga agar karbon dioksida dalam minuman berkarbonasi tidak keluar.

Jenis plastik PETE biasanya bisa Anda ditemukan digunakan pada botol air mineral, botol soda, botol minyak sayur, dan tempat plastik lainnya. Jenis plastik PETE biasanya berwarna jernih/transparan dan direkomendasikan hanya untuk pemakaian sekali pakai atau single use. Jenis plastik ini tidak direkomendasikan untuk diisi lagi dan digunakan berulang kali.

PETE mengandung antimon trioksida yang mampu menyebabkan kanker pada jaringan hidup. Semakin lama cairan dibiarkan dalam wadah PETE, semakin besar pula potensi pelepasan antimonnya. Temperatur yang hangat di dalam mobil, garasi, dan penyimpanan tertutup juga dapat meningkatkan pelepasan zat berbahaya.

3 dari 8 halaman

2. High-Density Polyethylene (HDPE)

plastic©2020 Merdeka.com

Jenis plastik yang kedua adalah High-Density Polyethylene atau HDPE. HDPE cukup spesial dari jenis plastik lainnya karena ia memiliki rantai polimer tunggal yang membuatnya sangat padat. Oleh karenanya, HDPE diketahui lebih kuat dan lebih tebal daripada PETE. HDPE umumnya digunakan sebagai botol sampo, botol obat, botol detergen, botol pemutih, botol susu yang berkemasan putih pucat, tempat mentega, tempat yogurt, tempat sampo, tempat sabun dan sejenisnya.

Selain dapat didaur ulang dan digunakan berulang kali, HDPE juga relatif lebih stabil daripada PETE. HDPE adalah pilihan yang lebih aman digunakan untuk menyimpan bahan makanan dan minuman. Jenis plastik ini memiliki karakter yang kuat, keras, buram dan tahan suhu tinggi sehingga mampu mencegah reaksi kimia antara kemasan dengan makanan di dalamnya.

4 dari 8 halaman

3. Polyvinyl Chloride (PVC)

plastic©2020 Merdeka.com

Jenis plastik yang ketiga adalah Polyvinyl Chloride atau PVC. PVC biasanya digunakan sebagai bahan pembuat mainan, pipa plastik, kantong darah dan tabung medis. PVC atau vinil paling banyak digunakan sebagai resin plastik nomor dua di dunia setelah polietilen. 

Dalam hal toksisitas atau tingkat racunnya, PVC dianggap sebagai jenis plastik yang paling berbahaya. Penggunaannya dapat meluluhkan berbagai bahan kimia beracun seperti bisphenol A (BPA), ftalat, timbal, dioksin, merkuri, dan kadmium. Beberapa bahan kimia yang disebutkan ini dapat menyebabkan kanker, gejala alergi pada anak-anak dan mengganggu sistem hormonal manusia.

Untuk itu, jenis plastik PVC jarang diterima oleh program daur ulang karena telah dinyatakan sebagai penyebab risiko kesehatan yang serius dan masalah pencemaran lingkungan.

5 dari 8 halaman

4. Low-Density Polyethylene (LDPE)

plastic©2020 Merdeka.com

Jenis plastik yang ke empat adalah Low-Density Polyethylene atau LDPE. Polyethylenes adalah jenis plastik yang paling banyak digunakan di dunia. Jenis plastik ini memiliki struktur kimia polimer plastik paling sederhana, sehingga sangat mudah dan sangat murah untuk diproses. 

LDPE sebagian besar digunakan untuk tas plastik belanjaan, tong sampah, kantong dry cleaning, kantong makanan beku, pelapis untuk karton susu kertas, cangkir minuman dan penutup kawat serta kabel. Jenis plastik ini memiliki fleksibilitas yang tinggi dan daya tahan yang lama. LDPE juga aman untuk didaur ulang dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia.

6 dari 8 halaman

5. Polypropylene (PP)

plastic©2020 Merdeka.com

Jenis plastik yang kelima adalah Polypropylene atau PP. Jenis plastik ini lebih kaku dan lebih tahan panas, sehingga PP banyak digunakan untuk wadah makanan panas. PP adalah pilihan bahan plastik yang paling aman untuk wadah makanan dan minuman, serta dapat digunakan berkali-kali karena sifatnya yang tahan lama.

Jenis plastik PP banyak digunakan sebagai tempat makan, tutup botol, sedotan, botol saus, rompi termal, suku cadang mobil, popok sekali pakai dan liner pad sanitasi. Meski memiliki banyak kualitas yang luar biasa, PP agak susah untuk didaur ulang dan juga dapat menyebabkan gangguan asma dan hormon pada manusia.

7 dari 8 halaman

6. Polystyrene (PS)

plastic©2020 Merdeka.com

Jenis plastik yang keenam adalah Polystyrene atau PS. Polystyrene adalah jenis plastik yang biasa digunakan untuk styrofoam wadah makanan, karton telur, gelas dan mangkuk sekali pakai, dan helm sepeda. Styrene bisa juga didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung.

Ketika terpapar dengan makanan panas dan berminyak, PS dapat melepaskan styrene yang dianggap sebagai racun otak dan sistem saraf, dapat mempengaruhi gen, paru-paru, hati, sistem kekebalan tubuh, mengganggu hormon estrogen yang berakibat pada masalah reproduksi. PS juga memiliki tingkat daur ulang yang rendah.

8 dari 8 halaman

7. Other (Lainnya)

plastic©2020 Merdeka.com

Jenis plastik yang ketujuh adalah semua jenis plastik selain yang telah diidentifikasi oleh nomor 1-6 dan juga plastik yang dapat dilapisi atau dicampur dengan jenis plastik lain, seperti bioplastik. Jenis plastik yang tergolong dalam kategori ini adalah SAN (Styrene acrylonitrile), ABS (acrylonitrile butadiene styrene), PC (poly carbonate), dan Nylon.

Polycarbonate (PC) adalah plastik paling umum dalam kategori ini. Namun, PC sudah tidak banyak digunakan dalam beberapa tahun terakhir karena dikaitkan dengan bisphenol A (BPA). Karena toksisitas atau tingkat racunnya, beberapa negara telah melarang penggunaan PC untuk botol bayi dan kemasan formula bayi.

Jenis plastik di kategori ini biasa digunakan pada CD, alat-alat rumah tangga, dan alat-alat elektronik. SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu. Sementara ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan bongkar pasang dan pipa. 

Plastik dalam kategori others termasuk sulit didaur ulang, untuk itu penggunaannya sebaiknya dibatasi atau dihindari.

[edl]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Ragam
  3. Jatim
  4. Jenis Plastik
  5. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini