7 Cara Menjaga Kesehatan Mental Saat Wabah COVID-19 Melanda
Merdeka.com - Wabah penyakit virus corona (COVID-19) dapat membuat pikiran menjadi stres. Pikiran akan selalu resah karena terisi oleh isu penyebaran virus corona dan dampaknya terhadap kesehatan, orang-orang tersayang, perekonomian, status pekerjaan dan hal-hal lainnya. Kondisi ini dapat membuat rasa takut dan cemas mengenai COVID-19 semakin besar.
Oleh karena itu, stres harus segera diatasi. Hal ini bertujuan agar Anda dan orang-orang sekitar Anda menjadi lebih kuat dalam menghadapi wabah ini. Selain menjaga kesehatan fisik, kesehatan mental juga perlu dijaga.
Berikut 7 cara menjaga kesehatan mental agar tetap terjaga dalam menghadapi wabah penyakit virus corona.
1. Kelola Ekspektasi Anda

2018 Merdeka.com/Pixabay
Cara menjaga kesehatan mental yang pertama adalah dengan mengelola ekspektasi diri.
Banyak sekolah dan institusi pendidikan untuk sejumlah daerah telah memberlakukan sistem pembelajaran daring (online) bagi pelajar dan mahasiswa. Banyak perusahaan yang juga telah memberlakukan sistem kerja WFH (Work From Home) untuk karyawannya.
Hal ini membuat masyarakat yang belum terbiasa dengan sistem belajar maupun kerja secara daring, membawa dampak pada produktivitas kita sehari-hari. Dampak-dampak tersebut dapat berupa kesulitan ketika berkonsentrasi, semangat yang rendah atau distraksi-distraksi yang kita temukan saat belajar atau bekerja dari rumah.
Oleh karena itu, adaptasi akan hal-hal tersebut membutuhkan waktu. Jangan terlalu keras terhadap diri sendiri. Anda perlu untuk membuat ekspektasi dan tujuan serealistis mungkin di saat yang tidak pasti seperti ini.
2. Aktif dalam Mengelola Tingkat Stres
Cara menjaga kesehatan mental yang kedua adalah, Anda harus aktif dalam mengelola tingkat stres yang ada pada diri.
Anda dapat mencoba untuk disiplin membuat aturan kesehatan mental sendiri. Caranya dengan memprioritaskan pola tidur yang baik (misalnya dengan mematikan lampu atau jika tidak bisa tidur dengan lampu padam, dapat menghindari lampu dengan cahaya biru, dan juga membuat rutinitas jam saat bangun maupun tidur).
Makan juga harus secara teratur dengan kandungan gizi yang baik. Olahraga juga dipercaya dapat menurunkan tingkat stres, bahkan membantu mengelola emosi, dan meningkatkan kualitas tidur Anda.
3. Ketahui Tanda-Tanda Bahaya Dalam Diri Anda

2018 Merdeka.com/Pixabay
Cara menjaga kesehatan mental yang ketiga adalah, Anda harus paham dan tahu apa hal yang dapat memposisikan diri dalam suatu situasi yang tidak stabil.
Salah satu cara untuk mengelola diri ketika mengalami kesulitan adalah mengidentifikasi pikiran-pikiran atau sensasi fisik yang membuat Anda stres dan resah.
Pikiran (seperti Mengapa saya tidak bisa berkonsentrasi?), perasaan (seperti frustrasi, kekhawatiran, kesedihan), sensasi fisik (seperti ketegangan, sakit perut, kegelisahan), dan tindakan (seperti mencari tahu berita tentang jumlah statistik COVID terbaru secara kompulsif) adalah hal-hal yang dapat memperkuat emosi negatif pada diri kita.
Cara mengatasi salah satu aspek tersebut, misalnya, secara aktif mengurangi gejala fisik (seperti menggunakan teknik pernapasan box breathing: bernapas dalam empat hitungan, tahan nafas selama empat hitungan, tarik napas selama empat hitungan, tahan nafas empat selama empat hitungan, lalu ulangi dari awal) yang dapat mengurangi emosi negatif Anda.
4. Ciptakan Rutinitas
Cara menjaga kesehatan mental yang ke empat adalah, Anda harus tetap memiliki rutinitas meski pada kenyataannya Anda hanya menghabiskan waktu seharian di dalam rumah.
Rutinitas dapat membantu mengelola rasa cemas, dan akan membantu Anda beradaptasi lebih cepat dengan realita yang terjadi saat ini. Buat perbedaan jelas kapan saatnya Anda bekerja dan saatnya tidak bekerja.
Carilah suatu kegiatan yang tidak terkait dengan pekerjaan maupun wabah penyakit virus corona. Intinya, cari kegiatan dan isi waktu luang dengan hal-hal yang dapat membuat Anda senang.
Bekerja dalam waktu singkat dengan intensitas tinggi namun dengan waktu istirahat yang jelas dan cukup, dapat membantu menjaga kejernihan pikiran.
5. Tingkatkan Kepedulian Pada Diri dan Sekitar

2018 www.pixabay.com
Cara menjaga kesehatan mental yang kelima adalah dengan mulai memikirkan diri sendiri dan juga keadaan orang lain di sekitar Anda.
Ada banyak hal yang tidak dapat dikendalikan saat ini. Tetapi, bagaimana kita mencoba berdialog dengan diri sendiri selama masa-masa yang penuh tantangan ini seperti pedang bermata dua: di satu sisi dapat memberikan tenaga yang kuat dalam menghadapi keadaan sulit atau di sisi lain malah mempersulit keadaan.
Saat perasaan-perasaan resah datang, seringkali dibarengi dengan pikiran seperti "Saya tidak bisa melakukan ini lagi" atau "Ini terlalu sulit untuk saya hadapi."
Pandemi virus corona ini akan menyebabkan stres bagi sebagian orang. Dan akhirnya membuat orang tidak bisa menjadi versi dirinya yang terbaik. Di saat seperti ini, tidak ada salahnya meminta bantuan atau membantu orang lain di sekitar ketika dibutuhkan.
6. Pertahankan Hubungan Baik
Cara menjaga kesehatan mental yang ke enam adalah dengan tetap menjaga dan mempertahankan hubungan baik antara satu dengan yang lain.
Orang-orang dengan tipe kepribadian yang tertutup tetap membutuhkan hubungan dengan orang lain untuk kesehatan mental dan juga fisiknya. Sudah banyak forum-forum virtual di mana Anda dapat berkontribusi atau hanya duduk manis dan menikmati perbincangan tersebut.
Banyak platform aplikasi konferensi video seperti Zoom ataupun Google Meet, di mana orang dapat tetap terkoneksi dan bekerja bersama secara daring (virtual) dengan rekan kerja yang lain. Anda juga dapat menggunakan platform tersebut untuk tetap berhubungan dengan teman ataupun keluarga yang jauh.
Saat ini Anda memang menjaga jarak secara fisik (physical distancing) dengan yang lain, namun Anda tidak perlu merasa sendirian. Anda bisa saling menjangkau dan menciptakan komunikasi dengan mereka yang juga terisolasi. Pertahankan hubungan sosial Anda dengan baik selama masa-masa ini.
7. Fokus Pada Apa yang Terjadi Sekarang

shutterstock
Cara menjaga kesehatan mental yang ketujuh adalah dengan fokus pada kejadian dan situasi yang ada di depan mata.
Anda perlu fokus setiap harinya untuk hal yang Anda dapat kendalikan saja. Tidak perlu terlalu merisaukan hal-hal yang sejatinya tidak bisa dikendalikan. Gunakan waktu untuk bermeditasi atau yoga. Dua hal tersebut akan dapat membantu pikiran menjadi lebih tenang dan mengatasi kecenderungan over thinking.
(mdk/edl)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya