6 Manfaat Terapi Musik untuk Kesehatan, Menarik Dicoba

Senin, 6 Februari 2023 17:53 Reporter : Edelweis Lararenjana
6 Manfaat Terapi Musik untuk Kesehatan, Menarik Dicoba Ilustrasi musik. ©Pixabay

Merdeka.com - Terapi musik adalah perawatan berbasis bukti ilmiah yang mapan dan diketahui secara luas dalam dunia kesehatan. Terapi musik adalah penggunaan musik secara klinis untuk mencapai tujuan individu seperti mengurangi stres, meningkatkan mood dan ekspresi diri.

Manfaat terapi musik membantu berbagai macam kondisi kesehatan seperti jantung, depresi, autisme, penyalahgunaan zat, dan penyakit Alzheimer. Terapi musik dapat membantu ingatan, menurunkan tekanan darah, meningkatkan mekanisme koping, mengurangi stres, meningkatkan harga diri dan banyak lagi.

Aktivitas terapi musik di antaranya adalah mendengarkan, menyanyi, memainkan alat musik, atau menggubah musik. Keterampilan atau bakat musik tidak diperlukan untuk dapat berpartisipasi dalam terapi ini. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai apa saja manfaat terapi musik bagi kesehatan yang bisa didapatkan.

2 dari 4 halaman

Mengenal Apa Itu Terapi Musik

Terapi musik adalah aktivitas terapi yang melibatkan penggunaan musik kolaboratif dengan terapis musik yang dipercaya untuk memfasilitasi kesehatan dan kesejahteraan. Dalam sesi terapi musik, Anda akan mendengarkan musik dengan sengaja, memainkan alat musik, menyanyi atau menulis musik.

Terapi musik memiliki banyak manfaat yang telah terbukti dan digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup di bidang mental, fisik, spiritual, sosial, dan emosional. Terapi musik adalah salah satu dari empat terapi seni kreatif yang menggunakan metode berbasis seni yang berbeda dan proses kreatif untuk tujuan mengoptimalkan kesehatan dan kebugaran.

Terapi musik, khususnya, melibatkan pemanfaatan kualitas dan pengalaman musik sekaligus membahas tujuan khusus pasien. Terapis musik memiliki pelatihan ekstensif baik dalam musik maupun psikologi, dan mampu menyusun dan memfasilitasi pengalaman yang beresonansi dengan pasien dan mendorong pertumbuhan.

Konsep menggunakan musik sebagai modalitas penyembuhan telah ada selama berabad-abad di berbagai budaya. Namun, bidang terapi musik belum diformalkan sampai pada tahun 1940-an. Pada akhir Perang Dunia II, terapi musik mendapatkan tempat di Amerika Serikat sebagai pengobatan formal untuk Post-Traumatic Stress Disorder pada veteran yang pulang dari perang.

Universitas pun mulai membuat program pelatihan dalam terapi musik, dan program gelar formal pertama didirikan pada tahun 1944. Terapi musik sering dikategorikan menjadi empat pengalaman, seperti yang didefinisikan oleh terapis musik Ken Bruscia:

1. Improvisasi: Tindakan menciptakan musik pada saat itu yang belum pernah dibuat sebelumnya. Musik dapat berupa vokal, instrumental, atau kombinasi keduanya.

2. Penciptaan ulang: Tindakan menciptakan musik yang telah ditulis. Contohnya adalah menyanyikan lagu favorit atau mempelajari cara memainkan lagu dengan alat musik.

3. Komposisi: Tindakan menulis musik. Bentuk komposisi yang paling umum adalah penulisan lagu. Musisi pemula dapat terlibat dalam penulisan lagu menggunakan teknik di mana terapis musik membantu pasien mengubah kata-kata menjadi lagu yang sudah ditulis sebelumnya.

4. Reseptif: Tindakan mengambil musik dan menanggapi dalam beberapa cara. Tanggapannya mungkin musikal atau non-musikal, dan dapat menggunakan berbagai modalitas kreatif.

3 dari 4 halaman

6 Manfaat Terapi Musik bagi Kesehatan

Banyak orang mengalami reaksi emosional alami terhadap musik. Sebuah lagu dapat menggerakkan seseorang untuk menari atau menangis tanpa banyak berpikir.

Musik dapat mengakses emosi dan kapasitas mental manusia dengan cara yang terkadang tidak bisa dilakukan oleh kata-kata. Seperti yang pernah dikatakan Hans Christian Anderson, "Ketika kata-kata gagal, musik berbicara."

Terapi musik menggunakan reaksi alami tubuh terhadap musik ini dan memanfaatkannya menjadi efek jangka pendek dan jangka panjang. Berikut adalah 6 manfaat terapi musik bagi kesehatan mental & fisik, melansir medicalnewstoday.com dan choosingtherapy.com:

4 dari 4 halaman

1. Kurangi Kecemasan

Manfaat terapi musik yang pertama untuk mengurangi kecemasan. Gangguan kecemasan mempengaruhi sekitar 40 juta orang dewasa dan 31,9% remaja setiap tahunnya. Banyak dari individu ini mengalami gejala seperti pikiran berpacu, ketakutan yang ekstrim, sering merasa tidak pasti, dan mengkhawatirkan masa depan. Terapi musik dapat membantu meringankan gejala kecemasan fisik dan mental.

Melalui teknik yang disebut prinsip iso, musik disesuaikan dengan suasana hati seseorang saat ini dan kemudian diadaptasi untuk memfasilitasi penyesuaian suasana hati. Jika seseorang merasa cemas, terapis musik dapat membantu mereka membuat daftar putar yang secara bertahap beralih dari musik yang cepat dan berdenyut kuat ke musik yang lebih lambat dan lebih sederhana.

Afirmasi musik, di mana seorang terapis membantu pasien mengidentifikasi afirmasi untuk menenangkan kecemasan mereka dan memasukkannya ke dalam melodi berulang yang sederhana, dapat membantu pasien mengingat afirmasi pada saat itu.

2. Kurangi Depresi

Manfaat terapi musik yang kedua untuk mengurangi depresi. Depresi memengaruhi 264 juta orang di seluruh dunia. Gejala umum depresi meliputi energi yang rendah, perasaan putus asa/tidak berharga, dan kehilangan minat/kesenangan dalam aktivitas yang disukai.

Mudah bagi individu yang mengalami depresi untuk merasa terjebak dalam keadaan ini. Terapi musik bisa menjadi pengobatan yang efektif untuk depresi, karena memberi pasiennya akses ke berbagai suara dan ekspresi.

Melalui permainan instrumen improvisasi, pasien mengeksplorasi dan menerima umpan balik pendengaran instan dari berbagai suasana hati dan suara. Seorang pasien yang mengalami depresi awalnya mungkin bermain-main dengan satu tempo/volume.

Seiring waktu, mereka dapat menjelajahi lebih banyak dinamika, mengubah tempo, volume, dan bahkan metode bermain. Saat pasien mengeksplorasi rentang ekspresi musik, mereka mungkin mulai mengakses pengalaman emosional yang lebih luas, membuka jalan untuk memperbaiki suasana hati. dan perasaan harapan.

3. Kurangi Stres

Manfaat terapi musik yang ketiga untuk membantu mengurangi stres. Stres dapat meningkatkan detak jantung, laju pernapasan, lekas marah, dan gelisah. Melalui proses yang disebut entrainment, tubuh mulai menyesuaikan dengan rangsangan yang kita alami, terutama musik.

Misalnya, jika Anda mendengar ritme yang stabil, detak jantung atau pernapasan Anda pada akhirnya akan mulai sesuai dengan ritme tersebut. Prinsip ini digunakan dalam berbagai pengalaman musik untuk menghilangkan stres.

Misalnya, terapis musik dapat memasangkan musik pengiring dengan teknik yang disebut Relaksasi Otot Progresif. Dalam teknik ini, terapis mengajak pasien untuk menegangkan dan melepaskan kelompok otot tertentu serta memberikan iringan musik yang membangkitkan perasaan tegang dan lepas. Penelitian juga menunjukkan bahwa bernyanyi menurunkan kadar kortisol dan kortison, dua hormon yang dilepaskan saat mengalami stres.

4. Tingkatkan Regulasi dan Pemrosesan Emosional

Manfaat terapi musik yang keempat untuk meningkatkan regulasi dan pemrosesan emosional. Musik diproses dalam sistem limbik otak, yang juga merupakan gudang dari banyak sistem pemrosesan dan pengaturan emosi lainnya. Inilah sebabnya mengapa musik tertentu, bahkan tanpa lirik, dapat terdengar "sedih", "bahagia", dan lain-lain.

Improvisasi instrumental sering digunakan untuk mengeksplorasi bagaimana suara emosi yang berbeda. Misalnya, pasien mungkin memainkan emosi yang sedang mereka alami dan emosi yang ingin mereka alami, dan membandingkan kedua suara tersebut.

Teknik terapi musik lain yang ampuh untuk meningkatkan pemrosesan dan pengaturan emosi adalah diskusi lagu. Terapis musik dan pasien dapat mendengarkan sebuah lagu dan mendiskusikan tema/emosi yang ditimbulkan oleh lirik, musik, dan kedua elemen tersebut secara bersamaan.

Pasien akan sering mengidentifikasi emosi dalam lagu yang sebenarnya merupakan cerminan dari pengalaman batin mereka sendiri. Ini kemudian memberikan kesempatan untuk memproses lebih lanjut emosi tersebut.

5. Tingkatkan Perasaan Aman

Manfaat terapi musik yang kelima untuk meningkatkan rasa aman dalam diri. Agar setiap perubahan terjadi, seseorang harus merasa cukup aman untuk mengeksplorasi sesuatu yang baru.

Individu yang pernah mengalami pengalaman trauma akut atau kronis apa pun mungkin bergumul dengan rasa aman. Dalam pengaturan terapi musik, terapis dilatih khusus untuk membuat lingkungan dapat diakses, dan mempromosikan hubungan terapeutik berdasarkan keamanan dan kepercayaan.

Musik itu sendiri memiliki elemen unik yang memberikan keamanan dan keselamatan. Musik sering ada dalam struktur, sering kali ada ritme yang stabil dan pengertian yang jelas tentang awal/tengah/akhir dalam sebuah karya.

Struktur inheren ini bertindak sebagai wadah di mana seseorang dapat memproyeksikan emosi/pengalaman mereka ke dalam musik dan merasa bahwa mereka "ditahan" oleh sesuatu yang dapat diprediksi. Mengekspresikan emosi secara nonverbal melalui musik seringkali terasa lebih aman daripada mengungkapkannya melalui kata-kata.

6. Tingkatkan Keterikatan

Manfaat terapi musik yang keenam untuk meningkatkan keterikatan. Hubungan awal memberikan landasan untuk berkembang dan belajar bagaimana berhubungan dengan diri kita sendiri dan dunia.

Adalah umum bagi individu dengan kebutuhan kesehatan mental lainnya untuk mengalami semacam gangguan dalam hubungan pengasuhan awal mereka. Dengan terlibat dalam pengalaman musik antarpribadi, dinamika hubungan seringkali dapat direplikasi dan diperbaiki.

Terapis menggunakan teknik musik, seperti memantulkan kembali musik pasien kepada mereka, untuk memberi para pasien perasaan didengarkan dan dihargai. Terapis musik juga dapat bekerja dengan pengasuh dan anak-anak secara langsung untuk membentuk pengaturan bersama dan ikatan. Dinamika relasional dari koneksi antar musik dapat membangun atribut positif pada klien dan membantu mengembangkan kapasitas hubungan yang sehat.

[edl]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini