Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

6 Jenis Hormon Penyebab Penuaan Dini pada Wanita, Simak Penjelasannya

6 Jenis Hormon Penyebab Penuaan Dini pada Wanita, Simak Penjelasannya Ilustrasi wanita. ©Pixabay/aiilolo

Merdeka.com - Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa tubuh kita akan mensintesis hampir seratus hormon yang enam di antaranya merupakan hormon yang penting untuk kecantikan wanita. Mereka akan berkontribusi pada elastisitas kulit, menjaga kemudaan kulit dan bahkan berkontribusi pada suasana hati yang baik.

Namun, karena alasan yang tidak diketahui, terkadang tubuh kita gagal mensintesis. Kadar hormon menjadi menurun dan seseorang mulai menua sebelum waktunya. Kabar baiknya adalah ada metode yang dapat diandalkan untuk mengembalikan keseimbangan hormon.

Jenis hormon penyebab penuaan dini pada wanita memang banyak yang belum mengetahuinya. Kebanyakan orang juga tak terlalu mempedulikan adanya beberapa jenis hormon yang ada di dalam tubuhnya. Mereka baru akan sadar jika terjadi perubahan pada dirinya.

Dilansir dari Brightside, berikut ini kami telah rangkum 6 jenis hormon penyebab penuaan dini pada wanita:

Estrogen dan Somatotropin

1. Estrogen

Estrogen menyebabkan sel fibroblast menghasilkan kolagen dan elastin. Saat kadar hormon ini menurun, muncul kerutan, wajah lonjong menjadi tidak rata, dan payudara menjadi kendor. Namun, ini bukan hanya tentang kulit - semakin rendah tingkat estrogennya, semakin cepat tubuh kelelahan.

Cara untuk meningkatkan kadar estrogen :

· Makanan. Tahu berbahan dasar kedelai, susu kedelai, beras merah, biji rami, lalapan, dan buah-buahan. Para ilmuwan mengklaim bahwa produk daging menekan produksi estrogen, oleh karena itu lebih baik kurangi konsumsi protein hewani.

· Kosmetik. Khususnya krim yang mengandung fitoestrogen. Misalnya, serum dan krim dengan akar licorice melawan penuaan karena mengandung liquiritigenin - antioksidan yang merangsang produksi kolagen.

· Aditif makanan. Fitoestrogen dijual sebagai suplemen makanan dalam bentuk semanggi merah atau oregano. Meskipun bukan obat hormonal, tetap perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum meminumnya.

2. Hormon Pertumbuhan atau Somatotropin

Jenis hormon penyebab penuaan dini pada wanita yang selanjutnya adalah hormon pertumbuhan atau somatotropin. Orang cenderung mengalami somatopause seiring bertambahnya usia - suatu kondisi ketika tingkat hormon pertumbuhan dalam darah mulai menurun.

Ketika kadar somatotropin berkurang, otot menurun sementara lemak dan kerutan mulai muncul dalam jumlah berlebihan, suasana hati memburuk, dan daya tahan tubuh menurun.

Selebriti Hollywood sering mulai menyuntikkan hormon pertumbuhan, namun cara ini memiliki banyak efek samping yang tidak menyenangkan seperti pembengkakan, sakit kepala, bahkan pertumbuhan tulang dan organ dalam yang tidak terkendali.

DHEA dan Melatonin

3. DHEA atau Dehydroepiandrosterone

Jenis hormon penyebab penuaan dini pada wanita berikutnya adalah DHEA yang merupakan hormon yang memiliki efek menenangkan  dan anti penuaan. Tapi masalahnya tubuh kita hanya memproduksinya sampai usia 30 tahun.

Setelah itu tonus otot mulai turun, pembuluh menjadi lebih rapuh, dan kulit kehilangan elastisitasnya. Bagaimana Anda menaikkan levelnya secara alami?

· Sertakan lemak sehat dalam makanan Anda - tubuh kita memproduksi DHEA darinya. Kacang-kacangan, biji-bijian, ikan berlemak, dan alpukat mengandung asam lemak tak jenuh ganda yang esensial.

· Makan produk protein untuk sarapan - mereka membantu melawan perubahan suasana hati dan menstabilkan sistem saraf di awal hari.

4. Melatonin

Melatonin mengatur ritme harian kita. Dengan kata lain, ini memberi tahu tubuh bahwa sudah waktunya untuk istirahat. Semua proses pembaruan sel terjadi selama tidur dan jika terganggu, orang mulai  menua sebelum waktunya. Kekurangan melatonin menyebabkan munculnya kerutan, rambut rontok, dan pembentukan bintik pigmen.

Kortisol dan Insulin

5. Kortisol

Kadar hormon stres kortisol yang tinggi menyebabkan penuaan dini. Bergantung pada jenis kulit, efek negatif kortisol terwujud dalam berbagai cara dari warna wajah abu-abu, hingga kulit kering dan mengelupas, hingga keriput dalam dan sifat berminyak serta jerawat. Hormon ini memecah serat kolagen dan membuat kulit lembek.

6. Insulin

Insulin akan meningkatkan kadar glukosa dalam darah, dan bila tidak terkendali, tanda-tanda penuaan dini muncul di kulit. Kadar gula yang tinggi menyebabkan munculnya keriput, serta kulit kendor.

Akibat peningkatan glukosa, proses yang disebut glikasi (pengikatan molekul gula dan protein) berjalan lebih cepat dari yang seharusnya pada usia tertentu yang berujung pada rusaknya kolagen dan elastin. Kulit yang elastis kemudian menjadi rapuh dan dehidrasi.

(mdk/raf)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP