3 Fakta Menarik Desa Sukosewu Blitar, Wilayah Penting Kerajaan Majapahit
Merdeka.com - Kerajaan Majapahit yang berpusat di Jawa Timur disebut-sebut nyaris menguasai sepertiga dunia. Salah satu jejak kejayaan Kerajaan Majapahit terdapat di Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar tepatnya bernama Candi Kotes.
Bongkahan batu andesit membentuk altar di bagian depan. Sementara di belakang altar, terdapat bangunan utama dan beberapa umpak yang berfungsi menopang atap candi.
Bukti Kejayaan Majapahit
Naman Candi Kotes memang tak semasyhur Candi Penataran. Namun, candi ini merupakan salah satu bukti kejayaan Kerajaan Majapahit. Usia Candi Kotes lebih tua delapan tahun dibandingkan Candi Penataran.
Keberadaan Candi Kotes menjadi bukti sejarah bahwasanya Sukosewu merupakan wilayah penting pada masa pemerintahan raja pertama Majapahit.
Dirawat Masyarakat

©2021 Merdeka.com/jawatimuran.disperpusip.jatimprov.go.id
Masyarakat sekitar terus merawat dan menjaga Candi Kotes yang merupakan warisan budaya bernilai sejarah. Hingga kini, para pengunjung yang datang bisa menikmati Candi Kotes dengan nyaman karena kawasan candi dan sekitarnya bersih dan indah.
Sementara itu, konon pada zaman dahulu di sekitar candi terdapat sebuah kolam yang berisi banyak ikan gabus. Masyarakat menyebut anakan ikan gabus dengan istilah kotesan, seperti dinukil dari Majalah Derap Desa, Edisi 131 September 2018.
Ada Dua Bangunan
Candi Kotes terdiri dari dua bangunan yaitu bangunan candi I dan bangunan candi II. Bangunan I berupa sebuah batur yang berukuran panjang 3,5 meter, lebar 2,4 meter, dan tinggi 1,4 meter. Di atas batur itu terdapat tiga bangunan kecil yang berjajar.
Bangunan sisi utara dan tengah berupa altar, sementara bangunan sisi selatan berupa candi kecil mirip dengan bangunan candi Jawa Timur yang ramping dan tinggi. Pada bangunan sisi utara bangunan batur (tengah) terdapat pahatan angka tahun Jawa Kuna 1223 Saka atau 1301 Masehi.
Bangunan candi I menghadap ke barat, pipi tangganya bermotif ukel dengan 6 buah undakan. Di bangunan candi I tidak terdapat hiasan. Hanya pada bagian atas pintu masuk dan relung-relungnya terdapat hiasan atau pahatan Kala (Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Timur, 1999/2000: 3-4).
Sementara, bangunan candi II berdenah persegi panjang dengan ukuran panjang 7,4 meter, lebar 5,3 meter, dan tinggi 1 meter. Bangunan II terletak di sebelah timur bangunan I. Pada bagian pipi tangga terdapat pahatan angka Jawa Kuna 1222 Saka atau 1300 Masehi. Di atas bangunan candi II terdapat sejumlah umpak batu bekas penyangga tiang.
Di belakang bangunan II terdapat beberapa benda peninggalan lain yang ditata memanjang dari utara ke selatan. Di antaranya yoni yang ceratnya sudah hilang, bongkahan batu candi, umpak, dan sebagainya.
Batu-batu candi yang tidak terpasang ditata di belakang candi utama bersama potongan area, umpak-umpak dan yoni. Keberadaan yoni ini menandakan bahwasanya Candi Kotes bernapaskan agama Hindu.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya