18 Mei 1974: Pelaksanaan Operasi Smiling Buddha, Uji Coba Nuklir Pertama India

Rabu, 18 Mei 2022 05:00 Reporter : Edelweis Lararenjana
18 Mei 1974: Pelaksanaan Operasi Smiling Buddha, Uji Coba Nuklir Pertama India Smiling Buddha Operation. atomicheritage.org©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Operasi Smiling Buddha merupakan sebuah nama sandi yang merujuk pada uji coba peledakan nuklir pertama yang dilakukan oleh negara India. Operasi ini terjadi pada 18 Mei 1974, 48 tahun yang lalu,di pangkalan militer Pokhran Test Range, Rajasthan, oleh Angkatan Darat India di bawah pengawasan beberapa jenderal pentingnya.

Peristiwa uji coba ini tentu saja mengejutkan dunia. Nama Smiling Buddha dipilih karena tes tersebut dilakukan pada Buddha Purnima pada tahun tersebut. “Sang Buddha akhirnya tersenyum” adalah pesan yang disampaikan oleh Raja Ramanna, direktur lembaga penelitian nuklir utama India Bhabha Atomic Research Center (BARC) kepada Perdana Menteri Indira Gandhi.

Operasi Smiling Buddha adalah uji coba nuklir pertama yang dikonfirmasi oleh negara yang bukan anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Berikut kisah selengkapnya, yang menarik untuk Anda ketahui.

2 dari 3 halaman

Proses Pengerjaan Bom Nuklir

Berdirinya Tata Institute of Fundamental Research pada 1944 merupakan jalan India untuk mengembangkan tenaga nuklir. Pembentukan program senjata nuklir disetujui oleh Perdana Menteri barunya, Jawaharlal Nehru. Homi J. Bhabha, seorang profesor di Tata Institute of Fundamental Research ditunjuk untuk memimpin program tersebut. Atas usahanya, ia lantas dikenal sebagai "bapak Program Nuklir India".

Mengutip laman atomicarchive.com, pekerjaan pada perangkat fisi nuklir disahkan oleh Perdana Menteri India Indira Gandhi pada tanggal 7 September 1972. Sebuah tim kecil yang terdiri dari sekitar 75 ilmuwan dan insinyur di Pusat Penelitian Atom Bhabha (BARC) memulai proses merancang dan mengembangkan bom atom.

Ketua tim pengembangan adalah Raja Ramanna, yang menjabat sebagai direktur lembaga penelitian nuklir utama India Bhabha Atomic Research Center (BARC). Dengan prestasi ini, India menjadi negara pertama di luar lima anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang melakukan tes tersebut.

Plutonium untuk perangkat tersebut diekstraksi dari reaktor riset CIRUS (Canada-India Reactor U.S.), reaktor 40 megawatt yang dipasok oleh Kanada yang mulai beroperasi pada tahun 1960. Desain perangkat ini mirip dengan desain ledakan yang digunakan pada bom Fat Man, tetapi desain India lebih sederhana dan kurang canggih daripada sistem Amerika.

3 dari 3 halaman

Bukan Senjata yang Bisa Digunakan

Nuklir yang digunakan dalam Operasi Smiling Buddha bukan senjata yang bisa digunakan. Pemerintah India menyebut tes tersebut sebagai ledakan nuklir "damai" yang diarahkan untuk mengeksplorasi hal-hal seperti teknik penambangan yang ditingkatkan, "stimulasi reservoir minyak untuk meningkatkan tingkat produksi dan pemulihan akhir" minyak, dan untuk melakukan prestasi lain dari rekayasa nuklir bawah tanah skala besar.

Mengutip ndtv.com, meskipun BARC tidak pernah merilis apapun tentang hasil perangkat yang diledakkan di Pokhran, para ahli menyatakan bahwa hasil sebenarnya adalah sekitar 8-12 Kiloton TNT. Sorotan utama dari tes tersebut adalah bahwa India berhasil menghindari deteksi oleh Amerika Serikat dan badan intelijen lainnya.

Reaksi internasional atas hal ini tentu saja negatif. AS dan negara-negara industri lainnya bahkan memberlakukan sanksi keras pada India setelah Operasi Smiling Buddha dilakukan. Mereka mengklaim bahwa tes ini dapat menyebabkan proliferasi nuklir.

Pada saat itu, Kanada memutuskan hampir semua bantuan nuklirnya. Amerika Serikat juga membatasi kerjasama dan berhasil membujuk India untuk tidak melakukan uji coba nuklir lebih lanjut saat itu. Namun, India tetap melanjutkan penelitian dan pengembangan senjata nuklirnya, meski sebagian besar tidak terlihat oleh publik. [edl]

Baca juga:
Peristiwa 16 Mei: Tentara PETA Dihukum Mati, Ini Sejarah Lengkapnya
Sejarah 15 Mei 1972: Pulau Okinawa Kembali pada Kekuasaan Jepang
Peristiwa 14 Mei: Peringatan Hari Burung Bermigrasi Sedunia, Begini Sejarahnya
Peristiwa 13 Mei: Hari Hummus Internasional, Berikut Sejarah dan Perayaannya
Mengenang 12 Mei 1998: Tragedi Trisakti yang Menggugurkan 4 Mahasiswa

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini