Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sosok Syech Albar, Pemain Gambus Legendaris Ayah Musisi Ahmad Albar

Sosok Syech Albar, Pemain Gambus Legendaris Ayah Musisi Ahmad Albar Syech Albar. ©YouTube/Penjelajah Waktu

Merdeka.com - Darah musikus legendaris Ahmad Albar ternyata telah mengalir dari ayahnya, Syech Albar. Namun berbeda dengan Ahmad Albar yang menekuni musik rock, Syech Albar justru terkenal karena musik gambus.

Syech Albar lahir di Surabaya pada tahun 1908. Masa sekolahnya ia habiskan dengan menimba ilmu di bangku madrasah. Sepulang sekolah ia kerap bermain gambus dan rebana. Namun hobi ini tak disukai sang ayah. Bila Albar ketahuan bermain gambus dan rebana, sang ayah langsung membuang alat musik itu. Oleh karena itu, Albar memainkan alat musik tersebut secara sembunyi-sembunyi.

Ayahnya baru mengizinkan Albar bermain musik gambus saat ia mendengar sendiri merdunya suara Albar saat ia sedang terbaring sakit.Berikut selengkapnya:

Belajar Gambus hingga ke Negeri Yaman

syech albar

©YouTube/Penjelajah Waktu

Syech Albar hanya menempuh pendidikan hingga kelas 3 SMP. Pada tahun 1921, ia hijrah ke negeri Yaman. Pada tahun 1926, sebelum kepulangannya ke tanah air, ia menyempatkan diri untuk berguru ilmu gambus dengan Sayid Taha bin Alwi Albar.

Di sana ia mempelajari gambus selama tiga bulan. Setelah pulang ke Surabaya, ia memperdalam ilmu gambus dengan seniman gambus Ahmad Faris. Seiring waktu, Albar semakin mahir dalam memainkan gambus.

Punya Orkes Gambus Sendiri

syech albar

©YouTube/Penjelajah Waktu

Dilansir dari kanal YouTube Penjelajah Waktu, Syech Albar punya orkes gambus sendiri. Grup musik itu ia namakan Al Wathon.

Saat itu, Albar banyak menelurkan rekaman plat gramofon. Pada tahun 1937, plat gramofon itu ia beri judul Zahrotoel Hoesoen. Lagu tersebut bernuansa Arab dengan gaya vokal suara rendah diiringi irama rumba yang dimainkan rebana, tamborin, dan ketik-ketik.

Selain itu, lagu Zahrotoel Hoesoen juga diiringi alunan musik dan biola. Lagu itu direkam pada label His Master’s Voice (HMV). Albar mendapat kontrak pertama kali dengan HMV pada tahun 1931.

Selain itu, Albar dan grup musiknya juga merekam lagu bernuansa Hindustan berjudul “Janasib I & II” pada tahun 1939. Kelompok musik ini mendapat jatah menampilkan musik khasnya di radio NIROM Surabaya sebulan sekali.

Sebuah Kebanggaan

syech albar

©YouTube/Penjelajah Waktu

Syech Albar menikah dengan Farida, gadis keturunan Maroko asal Pekalongan, pada tahun 1928. Dari merekalah lahir musisi legendaris Ahmad Albar.

Perjalanan hidup Syech Albar rupanya tidaklah panjang. Pada 30 Oktober 1947, Syech Albar menghembuskan nafas terkahir di Surabaya karena mengidap penyakit TBC.

“Di bawah pimpinan Syech Albar, maka gamboes-orkest dari pada Nirom Ketimoeran di Soerabaia, adalah satoe-satoenja orkest jang boleh dibanggakan. Hal ini, boekan dari kesombongan kita, akan tetapi terboekti dari pada adanja rapport-rapport dan soerat-soerat jang menjatakan akan baiknja orkest itoe,” tulis Soeara Nirom Soerabaia pada 16-29 Mei 1937.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP