SMK di Pelosok Rembang Ini Bekali Siswanya dengan Empat Bahasa Asing, Jadi Bekal Untuk Hidup di Luar Negeri
Walaupun tak mudah, para siswa sangat antusias dalam belajar Bahasa asing.
Walaupun tak mudah, para siswa sangat antusias dalam belajar Bahasa asing.
SMK di Pelosok Rembang Ini Bekali Siswanya dengan Empat Bahasa Asing, Jadi Bekal Untuk Hidup di Luar Negeri
Sekolah ini berada di daerah pelosok Rembang, SMK Arrohmaniyah yang beralamat di Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, Rembang. Meski letaknya pelosok namun sekolah ini mendidik para siswanya dengan empat Bahasa asing.
Dilansir dari kanal YouTube Musyafa Musa, SMK Arrohmaniyah baru berdiri tahun 2023 lalu. Namun kini siswanya sudah lebih dari 200 siswa.
Muhammad Riyan Najafi, siswa dari Dusun Ngasinan, Pamotan ini, sedang belajar menguasai Bahasa Jepang.
Targetnya ia bisa memenuhi standar level Bahasa sehingga setelah lulus nanti dapat langsung bekerja ke Jepang.
“Paling dasar itu menghafal huruf tiragana dan katagana. Kalau sudah hafal baru dilanjut kosakata Bahasa Jepang,” kata Riyan.
Setelah lulus SMK, Riyan berencana bekerja di Jepang di bidang industri pengolahan makanan.
Berbeda dengan Riyan, Lailatul Istiqomah, siswi asal Desa Pamotan, lebih tertarik menggeluti Bahasa Arab karena ingin melanjutkan kuliah ke Kota Tarim, Yaman.
Lailatul mengatakan kalau belajar Bahasa Arab harus super teliti, karena beda harokat sudah beda arti.
Salah satu guru di SMK Arrohmaniyah, Ayu Winda Sulistyowati, mengatakan bahwa pada umumnya para siswa belajar Bahasa asing karena ingin memiliki bekal khusus. Ia pun melihat bahwa para siswa sangat antusias dalam belajar Bahasa asing.
“Mereka kalau malam juga katanya sering belajar percakapan dengan yang lain. Mereka ingin kerja di luar negeri,” kata Ayu dikutip dari kanal YouTube Musyafa Musa.
Sementara itu Kepala SMK Arrohmaniyah, Muhammad Faiz Afif, mengaku sering menangkap keluhan masyarakat sulitnya mendapat pekerjaan layak meski berasal dari lulusan S2 sekalipun.
Berawal dari situ, ia berharap dengan bekal Bahasa asing lulusan benar-benar siap bersaing di dunia kerja.
“Harapannya anak-anak bisa berkomunikasi dengan negara-negara tentangga, kalau tidak begini, kita tidak bisa masuk ke sana. Apalagi buat kerja di Jepang, minimal harus N4,” kata Faiz dikutip dari kanal YouTube Musyafa Musa.