Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sidang Tesis adalah Tugas Akhir Jenjang Magister, Ini Penjelasannya

Sidang Tesis adalah Tugas Akhir Jenjang Magister, Ini Penjelasannya ilustrasi wawancara kerja. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Sidang tesis adalah tugas akhir jenjang Magister (S2). Sidang ini dilakukan sebagai pertanggungjawaban mahasiswa atas penelitian yang telah ditulisnya. Selain itu, sidang tesis juga diperlukan untuk mengukur kemampuan mahasiswa S2 dalam mengulas hasil penelitiannya.

Ujian tesis sendiri meliputi beberapa aspek, seperti struktur penelitian, kedalaman dan kekuasaan kajian pustaka, metode penelitian, implikasi teoritis, hingga ketepatan kata yang telah ditulis. Sidang tesis juga dimaksudkan untuk mengukur pencapaian kompetensi level 8 serta menilai seberapa jauh kemampuannya saat menerangkan hasil penelitian.

Dengan adanya sidang tesis, diharapkan mahasiswa S2 mampu menjelaskan secara mendalam atas penelitian tesisnya. Dirangkum dari gurupendidikan.co.id, berikut beberapa aspek penting tentang tesis yang perlu diketahui:

Ciri-ciri Tesis

ilustrasi membaca buku

© Negative Space

Seperti yang sudah diketahui, tesis adalah karya ilmiah dan tugas akhir untuk jenjang Magister (S2). Karya tulis ini ditulis secara individu, yang kemudian didasarkan pada hasil penelitian empiris untuk dijadikan bahan kajian akademis.

Karya tulis ini memiliki peran penting sebagai bukti yang menggambarkan tingkat kemampuan mahasiswa di suatu bidang keilmuan. Untuk itu, semakin bagus karya tulis yang dihasilkan, akan semakin bagus juga pemahaman penyusunnya di bidang ilmu yang dipelajari. Berikut ciri-ciri tesis yang perlu diketahui, antara lain:

• Komponen utamanya meliputi pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka.

• Sikap penulis adalah obyektif atau disampaikan dengan gaya bahasa impersonal dan bentuknya pasif.

• Struktur penyajian karya ilmiah cukup ketat, penyusun harus menyesuaikan dengan aturan yang ada.

• Menggunakan bahasa baku.

Tujuan Sidang Tesis

Tujuan sidang tesis adalah mengukur tingkat penguasaan dan pertanggungjawaban mahasiswa S-2 atas penelitiannya. Adapun komponen penilaian tesis ini meliputi beberapa aspek, yaitu orisinilitas, penggunaan bahasa baku, dan ketepatan tata tulis yang digunakan.

Ujian tesis sendiri terdiri dari dua tahap, yaitu ujian kelayakan dan ujian akhir tesis. Yang mana ujian kelayakan tesis dimaksudkan untuk menilai pencapaian kompetensi level 8 KKNI. Sementara itu, ujian akhir untuk menilai seberapa jauh kemampuan mahasiswa S-2 mempertahankan hasil penelitiannya.

Biasanya, penguji terdiri dari empat orang, termasuk pembimbing. Ujian ini dilaksanakan sekitar satu setengah jam. Adapun batas waktu untuk merevisi atau memperbaiki tesis ditetapkan pada saat akhir ujian.

Cara Membuat Tesis yang Baik dan Benar

002 tantri setyorini

©2015 Picjumbo/Victor Hanacek

Cara membuat tesis yang baik dan benar perlu diketahui bagi para mahasiswa S2. Untuk itu, sebelum membuat tesis, ada baiknya untuk memahami tentang teknik penulisan tesis yang baik. Berikut beberapa cara membuat tesis yang baik dan benar, antara lain:

Tentukan Ide

Cara membuat tesis yang pertama, yaitu tentukan ide tesis terlebih dahulu. Cari ide di bidang keilmuan yang paling Anda sukai agar lebih mudah untuk memahami tesis yang dibuat. Selain itu, cari referensi sebanyak mungkin dalam proses pembuatan tesis.

Rumusan Masalah

Langkah membuat tesis selanjutnya, yaitu buat rumusan masalah. Pastikan rumusan masalah yang diangkat merupakan masalah yang telah Anda kuasai. Dengan begitu, Anda dapat lebih mudah memahami apa yang ingin ditulis.

Cari Referensi

Cara membuat tesis selanjutnya, yaitu meninjau bacaan yang dijadikan referensi tesis. Hal ini perlu dilakukan karena penulis dituntut untuk memahami secara mendalam tesis yang telah dibuat.

Selain itu, mendalami materi juga bertujuan agar penulis tidak mengerjakan tesis yang sudah dibuat sebelumnya. Untuk itu, pastikan tesis yang akan Anda buat merupakan hasil karya orisinil.

Buat Kerangka

Cara membuat tesis berikutnya, yaitu membuat kerangka. Tujuannya agar penulis bisa mengetahui ke mana arah dari tesis yang akan ditulis. Kerangka ini sangat penting untuk disiapkan karena adanya kerangka ini dapat membuat tesis lebih terstruktur dan rapi. Selain itu, nantinya pembimbing juga lebih bisa memahami tesis yang Anda buat.

(mdk/jen)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP