Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sederet Pesona Lemongan, Disebut Mirip Gunung Fuji di Jepang

Sederet Pesona Lemongan, Disebut Mirip Gunung Fuji di Jepang Gunung Lemongan Jawa Timur. ©2020 Merdeka.com/wartabromo.com

Merdeka.com - Gunung Lemongan yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Probolinggo dikenal dengan sebutan Gunung Fuji. Letak gunung ini berbalikan sisi dengan keberadaan Gunung Semeru.

Berbeda dengan Gunung Semeru yang membutuhkan waktu tempuh antara 3 atau 4 hari untuk sampai di puncak, Gunung Lemongan bisa dicapai dengan waktu yang jauh lebih singkat. Sehingga gunung ini cocok untuk para pendaki pemula ataupun mereka yang ingin mendaki gunung dengan tantangan ringan, seperti dilansir visitlumajang.com.

Cara Menuju Gunung Lemongan

gunung lemongan jawa timur

©2020 Merdeka.com/backpackerjakarta.com

Untuk mencapai puncak gunung dengan ketinggian 1.676 mdpl itu, pendaki harus terlebih dahulu menuju Kecamatan Klakah di kawasan utara Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Dari situ, perjalanan diteruskan menuju Pesanggrahan Mbah Citro. Tempat inilah yang menjadi pintu masuk ke Gunung Lemongan.

Almarhum Mbah Citro sendiri dulunya merupakan juru kunci Gunung Lemongan. Sepeninggalannya, pesanggrahan tersebut diteruskan keturunannya. Tempat itu juga digunakan sebagai basecamp dan tempat parkir kendaraan para pendaki.

Di tempat ini, pendaki dikenai biaya parkir kendaraan dan registrasi sebesar Rp10.000. Selanjutnya, pendaki dipersilakan mengisi buku tamu dan meninggalkan nomor ponsel.

Punya 60 Puncak

gunung lemongan jawa timur

©2020 Merdeka.com/backpackerjakarta.com

Gunung berapi maar ini merupakan bagian dari kelompok Pegunungan Iyang. Di mana puncak tertingginya adalah Puncak Tarub yang terletak di ketinggian 1.651 mdpl, sebagaimana dilansir backpackerjakarta.com

Gunung Lemongan dikelilingi oleh 27 maar dengan garis tengah berkisar antara 150 dan 700 meter. Beberapa maar memiliki danau. Di antaranya Ranu Pakis, Ranu Klakah dan Ranu Bedali yang terletak di lereng barat dan timur.

Gunung yang disebut mirip dengan Gunung Fuji di Jepang itu juga memiliki 60 puncak. Puncak yang saat ini masih aktif letaknya 650 meter di sebelah barat daya Puncak Tarub.

Jalur Pendakian

gunung lemongan jawa timur

©2020 Merdeka.com/wartabromo.com

Jalur pendakian Gunung Lemongan sudah sangat jelas dengan banyaknya string line di batang pohon dan sekitar bebatuan. Gunung ini dikenal pula dengan julukan “Kecil-kecil Cabe Rawit”. Meskipun tidak setinggi Mahameru, gunung ini memiliki jalur pendakian yang didominasi oleh bebatuan dengan banyak tanjakan.

Dari Pesanggrahan Mbah Citro menuju Pos 1 atau yang dikenal dengan sebutan Watu Gede, waktu tempuh yang dibutuhkan pendaki sekitar 1 jam. Di Pos 1 ini tidak ditemukan sumber mata air. Sehingga para pendaki harus memastikan perbekalannya cukup.

Dari Watu Gede ke Gerbang (Pos 2) pendaki akan melalui jalur dengan bebatuan kecil dan tanah padat yang dilanjutkan dengan jalur berpasir yang menanjak. Dari Pos 2, pendaki akan menyusuri Tanjakan Putus Asa yang merupakan jalur berpasir dengan bebatuan cukup terjal.

Begitu sampai di Pos 3, jalur pendakian cukup terbuka lantaran hanya terdiri dari pepohonan yang tak terlalu tinggi. Selanjutnya, di Pos 4 vegetasinya sudah kembali rapat.

Di Pos 4 yang dikenal dengan sebutan Sumber Tetes atau Sumber Guci, pendaki bisa mengambil air sebagai bekal meneruskan perjalanan menuju puncak. Di sini ada sebuah guci yang terletak di bawah batu berlumut yang difungsikan untuk menampung air dari akar pohon yang berada di atasnya.

Mencapai Puncak

gunung lemongan jawa timur

©2020 Merdeka.com/backpackerjakarta.com

Dari Pos 4, puncak Gunung Lemongan sudah dekat. Waktu yang dibutuhkan hanya sekitar 1 jam perjalanan dengan medan pendakian yang menanjak dan sangat menguras tenaga.

Setelah melewati jalan setapak sempit, pendaki akan menjumpai batu besar yang dikenal sebagai Watu Kembar. Batu ini merupakan pertanda keberadaan puncak Lemongan tak jauh lagi.

Puncak Gunung Lemongan sendiri merupakan bibir kawah gunung yang sudah kering. Arealnya tidak terlalu luas, hanya mampu menampung 3-4 tenda ukuran kecil.

Dari puncak ini, pendaki bisa menikmati pemandangan Gunung Semeru, Gunung Argopuro, serta danau-danau di sekitar lereng.

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP