Bekas Pabril Gula di Brebes Ini Disulap Jadi Rest Area Instagramable, Ini 5 Potretnya

Selasa, 11 Januari 2022 10:16 Reporter : Shani Rasyid
Bekas Pabril Gula di Brebes Ini Disulap Jadi Rest Area Instagramable, Ini 5 Potretnya Rest Area Bekas Pabrik Gula di Brebes. ©YouTUbe/Miko Poetro

Merdeka.com - Di ruas tol Pemalang-Pejagan arah Jakarta, tepatnya di KM 260 Desa Banjartama, Kecamatan Bulakamba, Brebes, terdapat sebuah rest area yang cukup unik. Sekilas seperti tak ada yang istimewa pada rest area ini. Ternyata bangunan tempat rest area itu berada merupakan bekas pabrik gula yang telah berdiri ratusan tahun.

Dilansir dari laman resmi Kemenkeu, rest area itu dulunya merupakan bangunan dari Pabrik Gula Banjartama. Dibangun pada tahun 1908, pabrik gula itu harus gulung tikar pada tahun 1997 akibat tingginya biaya operasional.

Berikut penampakan bekas pabrik gula yang kini jadi rest area unik ini:

2 dari 4 halaman

Bangunan Tua

rest area bekas pabrik gula di brebes

©YouTube/Ganjar Pranowo

Bangunan rest area yang dulunya menjadi bagian dari Pabrik Gula Banjartama itu dibangun pada tahun 1908 oleh Cultuurmatschappij, sebuah perusahaan perkebunan yang berpusat di Amsterdam, Belanda. Bangunan pabrik itu didominasi oleh material bata merah tanpa plesteran sehingga menyuguhkan kesan retro.

Dengan mempertahankan sisa-sisa besi lawas bekas alat pemroses gula, tegel kuno, dan nama pembuat tiang besi yang terpasang di sisi tiang, bangunan itu menyajikan aura romantisme era kolonial yang kental.

3 dari 4 halaman

Menampung Pelaku UMKM

rest area bekas pabrik gula di brebes©YouTube/Ganjar Pranowo

Karena memiliki area yang luas, rest area itu sanggup menampung banyak pelaku UMKM untuk menjajakan produk-produk setempat. Apalagi wilayah Brebes terkenal dengan produk bawang merah, telur asin, kerupuk melarat, sate kambing, dan teh poci.

Tak hanya itu, di rest area itu pengunjung juga bisa mengadakan kegiatan lain seperti pernikahan, sesi pre wedding, pameran, atau acara lainnya.

Perpaduan Masa Lalu dan Kini

rest area bekas pabrik gula di brebes©YouTube/Ganjar Pranowo

Dalam kunjungannya pada pertengahan tahun 2019 silam, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan beberapa peninggalan pabrik gula memang sengaja dipertahankan di dalam untuk mempertahankan suasana masa lalu yang dipadukan dengan suasana masa kini.

“Ini sengaja mereka dibiarkan kondisinya seperti ini, nanti akan dikasih pagar agar orang tidak menyentuh. Sehingga nanti harapannya akan ada satu film yang berisi sejarah tentang pabrik gula ini, dulu kondisinya seperti apa, selain itu orang juga bisa ambil foto di sini, membuat vlog di sini,” ungkap Ganjar dikutip dari kanal YouTube-nya.

4 dari 4 halaman

Suasana di Dalam Rest Area

rest area bekas pabrik gula di brebes©YouTUbe/Miko Poetro

Saat masuk ke rest area itu, suasana masa lalu berpadu dengan suasana masa kini. Di sana terdapat banyak sajian kuliner, produk-produk UMKM, serta tidak ketinggalan mini market pun juga ada di sana.

Yang uniknya, di dalam rest area itu terdapat bongkahan bangunan batu bata tua yang bisa dinaiki oleh pengunjung. Tak hanya itu, di rest area itu terdapat masjid dengan bentuk arsitektur yang unik. Di halamannya juga terdapat lokomotif tua peninggalan Belanda yang terpajang serta sepetak tanaman tebu.

Kisah Mistis Rest Area 260

rest area bekas pabrik gula di brebes©YouTUbe/Miko Poetro

Seperti halnya banyak bangunan tua di Indonesia, bangunan bekas pabrik gula Rest Area 260 juga tak luput dari kisah mistis. Dahulu di sana ada keluarga Belanda yang jadi korban perebutan lahan. Salah satu korban bernama Noni Yolanda. Dia tewas setelah terjatuh dan anggota tubuhnya tertancap benda tajam.

Belum lagi di salah satu sudut halaman rest area itu terdapat dua bangunan tua yang tidak terawat. Konon dulunya bangunan tua itu merupakan bekas perumahan administratur pabrik gula saat masih beroperasi. Namun kini kondisinya sudah tidak berpenghuni, kusam, rusak, dan tampak menyeramkan.

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini