Stasiun Sedayu merupakan stasiun kecil non-aktif yang berada di Kalurahan Argosari, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Mengutip Wikipedia, stasiun ini sudah tidak digunakan lagi sejak tahun 1990-an. Padahal bangunan ini memiliki nilai sejarah karena menjadi saksi bisu perjuangan pada Agresi Militer II Belanda.
Sebenarnya bangunan utama stasiun ini sudah dihancurkan saat pembangunan proyek Jalur Ganda Yogyakarta-Kutoarjo. Kini bangunan yang tersisa adalah mess yang berada di timur bekas tempat stasiun itu dulu berdiri. Namun bangunan itu tak lagi digunakan lagi sehingga praktis menjadi terbengkalai.
Lalu seperti apa fakta-fakta terkait stasiun ini? Berikut selengkapnya:
Advertisement
Bangunan Stasiun Sedayu
Bangunan Stasiun Sedayu yang praktis kini tersisa hanyalah sebuah rumah dinas dengan model limasan. Rumah dinas itu memiliki dua bangunan yang terpisah dan dihubungkan dengan doorloop di sisi timur.
Dinding bangunan dilapisi dengan batu kerikil tempel dan doorloop. Denah bangunan doorloop berbentuk persegi panjang dengan ukuran 13,1x2,3 meter. Sementara atap bangunan doorloop model kampung. Tegelnya berwarna abu-abu dengan ukuran 20x20 cm. dinding bangunan terbuat dari bata berplester dengan tinggi 3,9 meter.
Advertisement
Situs Bersejarah
Pada masa Agresi Militer Belanda, para pejuang menghancurkan bangunan Stasiun Sedayu agar tidak dimanfaatkan tentara Belanda. Setelah Indonesia merdeka, bangunan stasiun dibangun kembali dengan arsitektur yang berbeda.
Selama periode tahun 1990-an, bangunan stasiun tidak sepenuhnya dimatikan. Saat itu bangunan stasiun masih digunakan sebagai tempat operator perlintasan kereta api di mana saat itu palang perlintasan masih dioperasikan secara mekanik. Setelah dibangun perlintasan kereta api yang lebih modern, praktis stasiun itu sepenuhnya tidak difungsikan.
Bangunan yang tersisa saat ini tinggal mess yang berada di timur bekas stasiun itu berdiri. Saat ini sebenarnya rumah dinas itu masih bisa digunakan para petugas perlintasan kereta api, namun nyatanya para petugas lebih memilih pulang ke rumah masing-masing dari pada tinggal di mess tersebut.
Advertisement
Kunjungan Menteri
Pada 26 Agustus 2022, lokasi Stasiun Sedayu mendapat kunjungan dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Ia meninjau lokasi stasiun dalam rangka terkait rencana reaktivasi Stasiun Sedayu dan Jalur Kereta Api Jogja-Magelang.
Menurutnya, lokasi stasiun sangat strategis karena berdekatan dengan Kota Yogyakarta, Bandara YIA, dan Jalan Nasional. Dalam kesempatan itu, Menteri Perhubungan juga menyempatkan diri berfoto bersama masyarakat sekitar sebelum melanjutkan perjalanan ke Kota Yogyakarta.
Advertisement
Dekat dengan Proyek Tol
Pada 23 Oktober 2024 lalu, pemilik akun YouTube Boentarto Channel sempat meninjau lokasi bangunan tua bekas rumah dinas Stasiun Sedayu. Tampak dinding bangunan itu sudah dipenuhi coretan-coretan dari oknum tidak bertanggung jawab. Lahan di sekitarnya juga telah dipenuhi tanaman dan semak belukar.
Tepat di sisi timur bangunan itu, terdapat sebuah patok tol berwarna merah dan putih. Di sebelah baratnya juga terdapat sebuah patok jalan tol.
“Kalau berdasarkan patok itu, bangunan ini terkena. Tapi kali ini saya tidak akan membahas jalan tolnya,” terang pemilik akun YouTube Boentarto Channel.