Sudah Dilarang FIFA, Pakar Ungkap Bahaya Gas Air Mata dalam Pertandingan Sepak Bola

Kabarnya, salah satu penyebab dari banyaknya korban meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan adalah penggunaan gas air mata yang ditembakkan pihak kepolisian ke arah penonton. Dikutip dari ANTARA, tembakan gas air mata itu menyebabkan banyak suporter pingsan dan sulit bernapas.

Shani Ramadhan Rasyid
Oleh Shani Ramadhan Rasyid - Reporter
Sudah Dilarang FIFA, Pakar Ungkap Bahaya Gas Air Mata dalam Pertandingan Sepak Bola
Tragedi Kanjuruhan. ©YouTube/Liputan6

Duka kembali menyelimuti sepak bola Indonesia. Pada Sabtu, 1 Oktober 2022, kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang membuat sekitar 129 orang meninggal dunia.

Kabarnya, salah satu penyebab dari banyaknya korban meninggal itu adalah penggunaan gas air mata yang ditembakkan pihak kepolisian ke arah penonton. Dikutip dari ANTARA, tembakan gas air mata itu menyebabkan banyak suporter pingsan dan sulit bernapas.

Selain itu, sebenarnya penggunaan gas air mata dalam pengamanan sebuah pertandingan sepak bola merupakan pelanggaran kode etik keamanan FIFA. Lalu sejauh mana bahaya bagi orang yang terkena gas air mata dalam pertandingan sepak bola? Berikut selengkapnya:

Isi Kandungan Gas Air Mata

Pakar Kesehatan Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Dede Nasrullah S.Kep., Ns menjelaskan bahaya gas air mata di antaranya menyebabkan iritasi pada mata, sistem pernapasan dan kulit. Ia menambahkan, gas air mata mengandung tiga kumpulan bahan kimia, salah satu yang sering digunakan adalah chloroacetophenone yang disingkat CN dan chlorobenzylidenemalononitrile yang disingkat CS.

“Paparan bahan kimia tersebut secara langsung dapat menyebabkan iritasi pada mata, sistem pernapasan dan kulit,” jelas Dede dikutip dari ANTARA pada Minggu (2/10).

Sebabkan Rasa Nyeri

Lebih lanjut, senyawa CS tersebut biasanya diformulasikan dengan beberapa bahan kimia, terutama pelarut metil isobutil keton (MIBK) yang digunakan sebagai pembawa.

“Senyawa CS ini yang berhubungan dengan reseptor saraf yang dapat menyebabkan rasa nyeri ketika gas air mata terpapar di kulit. Terutama pada bagian wajah dan mata akan menimbulkan rasa perih dan pedih,” kata Dede.

Selain itu, gas air mata juga dapat menimbulkan rasa gatal di kulit, panas, dan penglihatan kabur. Gejala lainnya yang terkait dengan pernapasan adalah sulit bernapas, batuk, mual, dan muntah.

Penanganan Saat Terkena Gas Air Mata

Dede menjelaskan, hal pertama yang bisa dilakukan saat terkena gas air mata adalah menyiram bagian yang terkena dengan air bersih yang mengalir, karena air dapat menghilangkan konsentrasi senyawa CS dalam formulasi.

Setelah itu, tutup rapat hidung, mata, dan mulut dengan masker untuk meminimalisasi terhirupnya gas tersebut. Lalu selanjutnya segera ganti pakaian yang sudah terkontaminasi dan jangan sampai terkena atau menyentuh anggota tubuh.

“Keempat, segera menjauh dari area yang terdampak gas air mata. Terakhir, carilah pertolongan medis. Jika masih ada efek akibat gas air mata 20 menit setelahnya atau jika mengalami sesak segeralah minta pertolongan medis,” pungkas Dede.

Rekomendasi