Di industri hiburan tanah air, grup band The Changcuters tidak hanya menghasilkan karya audio saja. Tetapi mereka juga mencetak karya berupa visual.
Diketahui, band asal Bandung ini pernah bermain film dengan mengusung genre komedi. Tak tanggung-tanggung mereka bermain di trilogi The Tarix Jabrix.
Bahkan setelah itu, band yang digawangi oleh Tria (vokalis), Qibil (gitar), Alda (gitar), Dipa (bassis), dan Erick (drum) ini sempat bermain di beberapa judul film. Bagaimana bisa mereka terjun ke dunia akting pun membuat banyak orang penasaran.
Advertisement
DVD Profil
Baru-baru ini, Tria mengungkapkan bagaimana cara The Changcuters bisa bermain film. Hal itu diungkapkan olehnya dalam video yang diunggah di kanal Youtube Vindes.
Jauh sebelum The Changcutres dikontrak oleh label, mereka mempunyai sebuah video profil yang berbentuk DVD. Biasanya video profil itu digunakan sebagai proposal yang ditawarkan kepada panitia-panitia penyelenggara acara musik.
"Jadi awal kita ngeband terus mau tampil di acara-acara gitu kan harus punya proposal profil," ungkap Tria.
"Terus kita bikin DVD kumpulan aksi panggung sama video klip Pria Idaman Wanita. Itu sebenernya video klip gue yang menjadi pengarah karena kebutuhan tugas kampus," tambahnya.
Advertisement
Masuk Label
Setelah band yang terinspirasi dari musik-musik Inggris itu masuk ke label rekaman, video profile itu ternyata masih ada dan sempat diedarkan di beberapa rumah produksi. Seseorang yang kepincut dengan profil mereka adalah Chand Parwez Servia, pendiri rumah produksi Starvision Plus.
"Terus pas masuk Sony, proposal profil itu kayakny masih ada. Karena biasanya Sony itu suka dateng ke PH untuk nawarin band," jelas Tria.
"Terus kayaknya proposal profil itu jatuh ke mejanya Pak Parwez. Terus dia nonton," imbuhnya.
Advertisement
Taktik Promosi
Tria masih ingat betul alasan Parwez mengajak ia dkk bermain film. Kesempatan itu juga menjadi batu loncatan The Changcuters untuk semakin di kenal oleh publik.
"Gara-gara video klipnya The Changcuters bikin sendiri, terus diajak main film. Gue nggak ngerti nyambungnya di mana," seloroj Tria.
"Ketika dapet tawaran main film ini anak-anak juga setuju, apa lagi buat taktik promosi," pungkasnya.