Kisah Hidup Danilla Sebelum Terkenal, Pernah Jadi Guru di Playgroup dan SMA

Sebelum menjadi terkenal seperti sekarang, Danilla pernah menjadi seorang guru di sebuah playgroup dan ekstrakulikuler di SMA. Baru-baru ini, ia menceritakan masa lalunya.

Denny Marhendri
Oleh Denny Marhendri - Reporter
Kisah Hidup Danilla Sebelum Terkenal, Pernah Jadi Guru di Playgroup dan SMA
Kisah Hidup Danilla Sebelum Terkenal, Pernah jadi Guru di Playgrup dan SMA. You Tube - TIKI ID

Danilla Riyadi merupakan salah satu penyanyi solo yang tengah mencuri perhatian penikmat musik Tanah Air. Prestasinya di dunia musik dan pemikirannya di dunia seni membuat Danilla semakin dikenal.

Tidak hanya ketenaran dan prestasinya yang menarik untuk dibahas. Salah satu yang menarik lainnya adalah perjalanan hidupnya.

Sebelum menjadi terkenal seperti sekarang, Danilla pernah menjadi seorang guru di sebuah playgroup dan ekstrakurikuler di SMA. Baru-baru ini, ia menceritakan masa lalunya.

Guru Cinematography

Hal itu diungkapkan Danilla dalam video yang diunggah di kanal YouTube TIKIID pada beberapa hari lalu. Dalam kesempatannya tersebut, ia berbagi kisah hidupnya.

Bukan menjadi seorang guru yang mengajar pelajaran pokok, Danilla sempat menjadi seorang guru ekstrakurikuler perfilman. Dia melakukan hal itu untuk mendapatkan uang jajan tambahan ketika masih kuliah.

"Pernah beneran ngajar. SMA itu guru eskul sih sebenernya. Eskul cinematography," kata Danilla.

"Iya ngajarnya waktu aku masih kuliah buat nyari uang jajan," tambahnya.

Tak Selesai

Namun, Danilla dan rekan-rekannya yang mengajar tidak bisa menyelesaikan kurikulumnya. Hal itu dikarenakan kesibukannya di perkuliahan.

"Ngajar teorinya, ngajar praktiknya. Iya tapi terus aku kabur," jelas Danilla.

"Pas mereka ujian akhir kita pada UAS (di kuliah). Jadi emang sempat ngerjain ujian terus kita nggak ngajar lagi," imbuhnya.

Playgroup

Danilla masih mencoba menjadi seorang guru bahkan ketika ia sudah merilis album. Ia menjadi seorang guru playgroup meski hanya 2 minggu karena tidak cocok dengan kurikulum yang harus diajarkan.

"Kalau playgroup iya bener. Itu di Pondok Indah Mall, cuma dua minggu aja sih," ucapnya.

"Jadi itu ada teorinya kita harus ngajak mereka nyanyi, cuma ibu-ibunya ngurusin anak-anaknya kita nggak didengerin. Kok kurikulumnya nggak nyambung sama aku," pungkasnya.

Rekomendasi