5 Penyakit Kekurangan Vitamin yang Perlu Diwaspadai, Ketahui Gejalanya

Kondisi yang disebut sebagai defisiensi vitamin atau avitaminosis ini dapat menimpa semua orang dari tiap kelompok usia. Namun, ada beberapa orang yang rentan berisiko yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak.

Jevi Nugraha
Oleh Jevi Nugraha - Reporter
5 Penyakit Kekurangan Vitamin yang Perlu Diwaspadai, Ketahui Gejalanya
ilustrasi anemia. healthguides.healthgrades.com

Kekurangan gizi atau biasa disebut malnutrisi merupakan gangguan kesehatan yang terjadi saat tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Kondisi ini bisa terjadi karena tubuh kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama. Sehingga hal ini dapat menyebabkan tubuh tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Melansir dari Healthline, salah satu masalah gizi yang paling umum terjadi di dunia adalah kekurangan vitamin. Kondisi yang disebut sebagai defisiensi vitamin atau avitaminosis ini, dapat menimpa semua orang dari tiap kelompok usia. Namun, ada beberapa orang yang rentan berisiko yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak.

Kekurangan vitamin bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti pola makan yang tidak seimbang, konsumsi obat yang mengganggu penyerapan zat gizi, dan lainnya. Seseorang yang kekurangan vitamin akan rentan mengalami beberapa penyakit berbahaya.

Berikut beberapa penyakit kekurangan vitamin yang merdeka.com lansir dari Healthline:


Salah satu penyakit kekurangan vitamin adalah timbulnya scurvy. Penyakit ini dapat timbul akibat tubuh kekurangan vitamin C. Pasalnya vitamin C berperan penting dalam membuat kolagen pada tubuh.

Melansir dari laman Healthline, penyakit scurvy ditandai dengan beberapa gejala, seperti munculnya titik-titik merah di kulit, kelelahan, nafsu makan menurun, diare hingga pembengkakan pada gusi. Salah satu cara dalam mencegah dampak kekurangan gizi ini dengan mengonsumsi sayuran dan buah-buahan secara rutin dan teratur.

Penyakit Beri-beri

Beri-beri merupakan salah satu jenis penyakit yang diakibatkan karena tubuh kekurangan vitamin B1. Ada dua jenis beri-beri, yaitu beri-beri kering dan basah.

Beri-beri kering ditandai dengan susah berjalan, tangan dan kaki kesemutan, nyeri, fungsi otot kaki bagian bawah menurun, hingga kesulitan kesulitan bicara. Sementara itu ciri-ciri beri-beri basah, yaitu denyut jantung meningkat, kaki bawah bengkak hingga mengalami sesak napas berat saat beraktivitas.

Melansir dari laman Healthline, beri-beri kering dapat memengaruhi sistem saraf. Sedangkan beri-beri basah dapat memengaruhi jantung dan pembuluh darah. Untuk mencegah kekurangan gizi ini, sebaiknya mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan vitamin B1, seperti daging sapi, buah jeruk, susu, gandum dan kacang-kacangan.

Osteoporosis

Penyakit kekurangan vitamin yang perlu diwaspadai selanjutnya, yaitu osteoporosis. Hal ini disebabkan karena tubuh kekurangan vitamin D, sehingga dapat menyebabkan pembentukan tulang terganggu.

Cara mencegah penyakit ini dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium, seperti kangkung, ikan salmon, keju dan kacang-kacangan. Apabila beberapa makanan tersebut dikonsumsi secara rutin dan teratur maka dapat berfungsi efektif dalam mencegah kekurangan gizi.

Penyakit kekurangan vitamin yang perlu diwaspadai lainnya, yaitu dapat menimbulkan penyakit anemia. Hal ini bisa terjadi karena tubuh kekurangan zat besi. Sehingga menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi sel darah merah dengan baik, akibatnya organ dan jaringan tidak mendapatkan oksigen yang cukup.

Anemia dapat ditandai dengan beberapa gejala seperti merasa sangat lemah lesu, denyut jantung cepat, nafsu makan berkurang, infeksi, insomnia hingga pusing dan sakit kepala. Kondisi seperti ini dapat diatasi dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, diantaranya telur, daging, tahu, beras merah, ikan hingga kacang-kacangan.

Pellagra

Pellagra adalah salah satu penyakit kekurangan vitamin yang disebabkan rendahnya tingkat niacin. Penyakit kekurangan vitamin B satu ini ditandai oleh dimensia, diare, dan dermatitis.

Meskipun saat ini kasus pellagra jarang ditemui berkat kemajuan produksi pangan, namun penyakit ini masih menjadi masalah di beberapa negara berkembang. Selain itu, penyakit ini juga dapat memengaruhi orang-orang yang tubuhnya tidak dapat menyerap niacin dengan baik.

Rekomendasi