Kades di Cilacap Keluhkan Sulit Ajak Warga Taati Protokol Kesehatan, Ini Alasannya

Edukasi warga tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan ternyata masih jadi hal yang sulit dilakukan. Pernyataan itulah yang diungkapkan para kepala desa di Cilacap. Mereka merasa kesulitan menyadarkan warga soal pentingnya protokol kesehatan terutama soal penggunaan masker.

Shani Ramadhan Rasyid
Oleh Shani Ramadhan Rasyid - Reporter
Kades di Cilacap Keluhkan Sulit Ajak Warga Taati Protokol Kesehatan, Ini Alasannya
Aksi bagi-bagi 1000 masker di CFD. ©2019 Merdeka.com

Edukasi warga tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan ternyata masih jadi hal yang sulit dilakukan. Itulah yang diungkapkan oleh para kepala desa di Cilacap dalam acara “Rembug Desa” secara daring di Pendapa Kabupaten Cilacap pada Kamis (22/7). Terutama soal pentingnya memakai masker yang sesuai dengan standar kesehatan.

“Rata-rata warga merasa jenuh. Ada juga yang beralasan karena aktivitasnya di sawah jadi merasa bebas tidak pakai masker,” kata Mahruri, Kepala Desa Padangsari, Cilacap pada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Pernyataan senada juga diungkapkan Kepala Desa Karangtengah, Suhartono dan Kepala Desa Pesawahan, Wasito. Mereka mengatakan baru 50 persen warga taat prokes walaupun mereka sudah sering melakukan sosialisasi dan membagikan masker.
Selain itu, apa lagi yang dikeluhkan para kepala desa di Cilacap dalam acara Rembug Desa itu?

Kesulitan Lain

Selain soal protokol kesehatan, para kades di Cilacap juga menyampaikan kesulitan-kesulitan lain yang mereka hadapi. Ada kepala desa yang mengadu soal kesulitannya menata pasar, minta izin membuka tempat wisata, hingga meminta vaksin dan meminta tambahan tenaga medis.

“Kami minta bantuan vaksin, Pak. Ada banyak warga kami yang ingin kerja di luar negeri. Syaratnya harus divaksin. Kami sudah menghubungi puskesmas tapi belum ada jawaban. Kami mohon agar ini dibantu, Pak,” kata Kepala Desa Karangturi, Misar.

Tanggapan Ganjar Pranowo

Mendengar berbagai keluhan itu, Ganjar langsung memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo beserta para jajarannya untuk menindaklanjuti. Bagi Ganjar, pandemi tidak bisa dilawan hanya dengan data yang ada di laporan pejabat, namun harus didahului dengan mendengarkan suara masyarakat di setiap level.

“Tolong Pak Yuli dicatat dan segera ditindaklanjuti ya. Itu dibantu warganya apakah dari vaksin atau tenaga kesehatan,” pinta Ganjar dikutip dari ANTARA pada Kamis (22/7).

Tahu Persis Kondisi di Lapangan

Berdasarkan rapat itu, Ganjar menilai para kades di Cilacap sudah mampu melaksanakan pendataan pasien, pemenuhan kebutuhan makan warga yang terdampak pandemi, serta pelaksanaan program Jogo Tonggo. Selain itu, dia juga mendapat laporan bahwa para kepala desa itu sudah bisa mengoptimalkan anggaran 8 persen dari dana desa untuk penanganan pandemi COVID-19.

“Tadi saya tes, mereka paham berapa yang sakit, berapa ibu hamil, berapa yang risiko tinggi. Mereka tahu detil kondisi di lapangan dan datanya presisi. Maka nanti kalau ada bantuan-bantuan dari pemerintah termasuk obat dari TNI/Polri saya minta kades-kades itu diajak bicara,” pungkas Ganjar.

Rekomendasi