D'Masiv yang berdiri sejak 2003 silam merupakan salah satu band yang tetap eksis di industri musik hingga kini. Sebagai vokalis, Rian Ekky Pradipta atau dikenal sebagai Rian D'Masiv pun kerap menjadi perhatian publik.
Tak hanya soal kariernya di D'Masiv, beberapa proyek yang dilakukan Rian juga sering mencuri perhatian. Seperti yang diketahui, Rian sering mengadakan program amal melalui yayasan yang dibuatnya.
Baru-baru ini, program amal tersebut diadakan lagi namun dengan cara yang tak biasa. Rian baru saja melelang gitar bersejarah miliknya yang hasil penjualannya akan digunakan untuk membantu anak-anak yang menjadi korban bencana alam.
Advertisement
Detail mengenai program tersebut diceritakan oleh Rian dalam unggahan di akun Instagram pribadinya pada Senin (15/2). Dalam unggahannya tersebut Rian bercerita mengenai kondisi pandemi yang berdampak pada segala aspek kehidupan.
Salah satu aspek yang terdampak adalah bisnis dunia hiburan terutama para pekerja panggung. Meski demikian, tak membuat Rian berkecil hati untuk membantu sesama.
“Pandemi Corona yang berimbas pada mati surinya bisnis hiburan sehingga menghajar habis-habisan sisi ekonomi para pelakunya dan masih berlangsung hingga saat ini, tidak membuat kita berkecil hati,” tulis Rian.
Advertisement
Lalu, untuk berlangsungnya program amal yang diadakan, Rian melelang gitar bersejarahnya. Rian melelang gitar kesayangannya, bermerek Gretsch seri Country Gentelmen 6122 tahun pembuatan 1966.
“Gitar ini dipakai musisi dunia seperti gitaris U2 The Edge, personel The Beatles George Harrison, John Squire dari Stone Roses hingga Lou Reed The Velvet Underground ini. Gitar ini juga sudah melahirkan sejumlah hits D’Masiv,” ujar Rian.
Advertisement
Seperti yang diketahui, Rian telah melelang gitar tersebut sejak tanggal 13 Februari 2021 lalu. Banyak nama-nama publik figur yang mengajukan harga fantastis, yang akhirnya nama seorang pengusaha Basuki Surodjo menawar senilai Rp199 juta.
Sebelum penutupan secara resmi pada minggu sore 14 Februari, dilakukan kembali lelang secara on the spot di sebuah café di bilangan Jakarta Selatan dengan tetap menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Di acara tersebut kembali mengukuhkan Basuki Surodjo sebagai penawar tertinggi dengan angka Rp200 juta.
“Hasil dana yang diperoleh seluruhnya akan disumbangkan kepada anak-anak korban bencana alam yang ada di Indonesia melalui Yayasan Jangan menyerah Indonesia,” ujar Rian.