Pindah dari Jakarta ke Salatiga, Wanita Ini Rasakan Kemewahan "Slow Living" dan Dirikan Kebun Organik
Kehidupan Arina berubah drastis begitu tinggal di Salatiga. Di sanalah ia menyadari betul pentingnya hidup sehat.
Kehidupan Arina berubah drastis begitu tinggal di Salatiga. Di sanalah ia menyadari betul pentingnya hidup sehat.
Pindah dari Jakarta ke Salatiga, Wanita Ini Rasakan Kemewahan "Slow Living" dan Dirikan Kebun Organik
Pada saat ini, tren menunjukkan mulai banyak orang peduli tentang isu kesehatan. Salah satunya dengan membiasakan pola hidup seimbang dan makan-makanan sehat. Tapi sering kali kepedulian itu muncul saat masalah kesehatan sudah mereka alami.
Hal itulah yang dialami Arina. Saat suaminya divonis mengalami kanker, ia mulai sadar tentang pentingnya isu kesehatan.
(Foto: YouTube Cap Capung)
Sebelumnya Arina lahir dan besar di Jakarta. Ia kemudian bekerja di Jakarta dan cukup lama merasakan hiruk pikuk kehidupan kota. Sekitar tujuh tahun lalu, ia pindah ke Salatiga.
Begitu pindah ke Salatiga, Arina mengaku merasakan arti kemewahan yang sesungguhnya. Saat di Jakarta ia harus menempuh perjalanan minimal dua jam untuk mendapatkan udara segar. Tapi saat tinggal di Salatiga, ia bisa menikmati udara segar kapanpun dia mau. Belum lagi ia bisa melihat pemandangan indah Gunung Merbabu dengan cukup berjalan kaki saja keluar rumah.
Kehidupan Arina berubah drastis. Ia merasakan slow living yang tak lagi sesibuk para pekerja kantoran di Jakarta. Ia kini bisa lebih bersantai bercocok tanam di rumah sendiri.
Selain itu, ia juga mendirikan kebun organik, sebuah kebun yang cara bercocok tanam sepenuhnya dilakukan secara organik dan tidak menggunakan pestisida maupun pupuk kimia.
“Bagi saya mewah bukan berarti harus materi. Tetapi sebenarnya kalau kita bandingkan, kalau orang kota, mereka harus mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan yang didapatkan sehari-hari oleh penduduk desa,” kata Arina dikutip dari kanal YouTube Cap Capung.
Arina melihat, saat ini orang cenderung ingin kembali hidup berharmoni dengan alam. Oleh karena itu, ia melihat, kebun organik yang ia dirikan menjadi sebuah peluang yang bagus. Apalagi selama tujuh tahun mengembangkan kebun organik, kecenderungan minat orang terhadap hasil sayuran dari kebun itu semakin meningkat.
Hal-hal terkait pupuk organik sebenarnya sudah menjadi keahlian Arina sejak saat masih bekerja kantoran di Jakarta. Menurutnya, pertanian organik merupakan cara bercocok tanam yang tidak merusak lingkungan. Bahkan cara itu bisa berguna untuk menyuburkan tanah kembali.
Motivasi Arina untuk bertanam organik adalah untuk menjaga tanah agar tidak tercemar. Motivasi selanjutnya untuk menjaga kesehatan suami.
“Awalnya suami, tapi kemudian saya sadar tentang pentingnya memberikan asupan yang sehat untuk tubuh. Jadi saya sudah terbiasa makan makanan yang sehat,” kata Arina dikutip dari kanal YouTube Cap Capung.
Seiring waktu, Arina bisa melihat peluang usaha dari kebun organik miliknya. Tren orang-orang yang mulai mencari makanan sehat membuatnya berinisiatif untuk membuka restoran sendiri.
Makanan yang disajikan pun berasal dari kebun sendiri. Selain itu, ia juga berkolaborasi dengan para petani organik di sekitar Salatiga untuk menjadi pemasok makanan untuk restorannya.
“Tak hanya menjual makanan, kami juga melakukan edukasi dengan cara bercerita pada orang yang datang. Misal kita bercerita. Mungkin kita masih muda, tapi sebetulnya penyakit itu bukanlah hal yang datang secara mendadak. Bisa jadi karena pola hidup yang tidak sehat,”
ungkap Arina dikutip dari kanal YouTube Cap Capung.