Pernah Jadi Dubes, Tantowi Yahya Ungkap Beda Orang Indonesia dan Selandia Baru

Selasa, 28 Juni 2022 06:30 Reporter : Denny Marhendri
Pernah Jadi Dubes, Tantowi Yahya Ungkap Beda Orang Indonesia dan Selandia Baru Pernah Jadi Dubes, Tantowi Yahya Ungkap Beda Orang Indonesia dan Selandia Baru. Dok - Istimewa

Merdeka.com - Nama presenter kondang Tantowi Yahya pastinya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Namanya semakin dikenal ketika ia membawakan sebuah program kuis di stasiun televisi swasta.

Lama tak terlihat di dunia hiburan, Tantowi Yahya ternyata dipercaya menjabat sebagai seorang diplomat setelah diangkat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru. Masa jabatannya dari tahun 2017 sampai dengan 2021, menyisakan kenangan tak terlupakan sepanjang hidupnya.

Ketika di Selandia Baru, banyak kebiasaan sehari-hari yang dipelajarinya sehingga ia bisa membedakan kebiasaan orang Indonesia dengan Selandia Baru.

Berikut ulasan selengkapnya.

2 dari 4 halaman

Bangga Sebagai Orang Indonesia

pernah jadi dubes tantowi yahya ungkap beda orang indonesia dan selandia baru
Dok - Istimewa

Baru-baru ini, Tantowi Yahya menceritakan pengalamannya selama ia hidup di Selandia Baru. Hal itu di ungkapkan dalam video yang diunggah di kanal Youtube Helmy Yahya.

Ketika ia menjabat sebagai Duta Besar, banyak kebiasaan di Selandia Baru yang dikaguminya. Namun menurutnya ada satu kebiasaan yang tidak bisa dilakukan warga negara di sana.

"Ketika kita di luar negeri meskipun itu konteksnya jalan-jalan, ada ilmu yang kita dapat. Lalu ada pemahaman yang kita dapat dan justru membuat kita bangga sebagai orang Indonesia," kata Tantowi Yahya.

"Salah satunya, Selandia Baru itu semua sempurna, alamnya, rakyatnya, tata kelola pemerintahnya tapi ada satu yang tidak bisa mengalahkan Indonesia," tambahnya.

3 dari 4 halaman

Multi-tasking

Kebiasaan itu adalah multi-tasking atau melakukan beberapa pekerjaan dalam waktu yang bersamaan.

Ia mengambil contoh kehebatan orang Indonesia dengan menceritakan pekerjaannya menjadi resepsionis hotel di masa lalu.

"Orang Selandia Baru itu tidak bisa multi-tasking. Mereka tidak bisa melakukan lebih dari satu pekerjaan di suatu saat," jelas Tantowi Yahya.

"Kalau di Indonesia, saya dulu pernah jadi resepsionis di Borobudur ada 4 pekerjaan yang bisa saya lakukan di waktu yang sama," imbuhnya.

4 dari 4 halaman

Marah

Tantowi Yahya pun membuktikan jika orang Selandia Baru akan marah jika mengganggu pekerjaan yang mereka lakukan dengan menyuruh melakukan pekerjaan lain.

"Mereka kalau sudah melakukan pekerjaan terus kita datang kita ganggu (untuk melakukan pekerjaan lain), mereka marah," ucapnya.

"Siapa pun orang Indonesia sudah terbiasa melakukan banyak pekerjaan di waktu yang sama," pungkasnya.

[dem]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Tantowi Yahya
  3. Tren
  4. Jateng
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini