Pengertian Firma, Jenis, dan Kelebihannya, Perlu Diketahui

Kamis, 1 Desember 2022 12:04 Reporter : Ayu Isti
Pengertian Firma, Jenis, dan Kelebihannya, Perlu Diketahui Ilustrasi bisnis. ©2014 Merdeka.com/shutterstock/EDHAR

Merdeka.com - Dalam dunia bisnis, tentu para pebisnis selalu berpikir aktif agar dapat mengembangkan usaha yang sedang dijalankan. Terlebih, ketika usaha yang didirikan sudah mulai dikenal dan mendapatkan pasar di masyarakat. Dengan begitu, bisnis yang sudah berjalan dengan baik harus terus dikembangkan agar semakin besar dan mendatangkan keuntungan yang lebih banyak.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan bergabung dalam sebuah firma. Pengertian firma adalah sebuah persekutuan dua perusahaan atau lebih untuk menjalankan usaha dengan memakai nama bersama. Beberapa perusahaan yang bergabung dalam firma tentu akan memiliki kekuatan yang lebih besar untuk mengembangkan bisnis yang lebih maju.

Dalam praktiknya, terdapat berbagai jenis firma, mulai dari firma dagang, firma non dagang, firma umum, dan firma terbatas. Masing-masing jenis firma ini memiliki karakteristik peraturan tersendiri sesuai dengan bidang yang ditekuni. Bagi Anda yang tertarik mengembangkan bisnis melalui firma, maka penting untuk memahami hal ini.

Selain pengertian firma dan jenisnya, Anda juga perlu mengetahui berbagai kelebihan dan kekurangan dalam mendirikan firma. Tentu ini bisa menjadi pertimbangan bagi Anda sebelum akhirnya memutuskan untuk membuat atau ikut bergabung dalam sebuah persekutuan firma.

Dari beragam sumber, berikut kami merangkum pengertian firma, jenis, dan kelebihan serta kekurangannya bisa Anda simak.

2 dari 4 halaman

Pengertian Firma

Seperti yang disebutkan sebelumnya, pengertian firma adalah tiap-tiap perusahaan yang didirikan dengan tujuan menjalankan suatu bisnis bersama yang dibawahi satu nama. Setidaknya harus ada dua perusahaan untuk membentuk sebuah firma. Sedangkan batas maksimum perusahaan yang bisa bergabung dalam firma tidak dibatasi.

Karena melibatkan lebih dari satu perusahaan, maka diberlakukan sistem pembagian kepemilikan dalam firma. Dalam hal ini, masing-masing perusahaan harus menyerahkan kekayaan pribadi sesuai aturan yang tercantum dalam akta pendirian perusahaan firma. Dengan inilah, pembagian kepemilikan dalam firma bisa dilakukan dengan baik sesuai porsi.

Meskipun begitu, dalam firma tidak mengenal istilah pemisahan harta kekayaan antara anggota-anggotanya. Artinya, perusahaan yang sudah setuju bergabung dalam firma maka setiap anggotanya harus bertanggung jawab secara pribadi untuk keberlangsungan perusahaan secara menyeluruh.

Selain itu, firma juga tidak termasuk bisnis yang berbadan hukum. Ini tidak lain karena firma belum memiliki syarat formal berupa pengesahan atau pengakuan dari negara dalam bentuk undang-undang.

3 dari 4 halaman

Jenis Firma

Setelah memahami pengertian firma, berikutnya akan dijelaskan berbagai macam jenis firma yang berlaku. Jenis-jenis firma yang berlaku saat ini berupa firma dagang, firma non dagang atau firma jasa, firma umum, dan firma terbatas.

Masing-masing jenis firma ini memiliki karakteristik dan aturan tersendiri sesuai bidang yang ditangani. Berikut penjelasan lebih lengkap jenis-jenis firma dan karakteristiknya, bisa Anda simak:

  • Firma Dagang

Jenis firma yang pertama adalah firma dagang. Sesuai namanya, firma dagang merupakan jenis firma yang bergerak di bidang perdagangan. Dengan begitu, aktivitas utama yang dilakukan dalam firma ini tidak lain adalah aktivitas jual beli produk.

Sebagai contoh, Firma Nike. Nike adalah perusahaan yang menyediakan perlengkapan olahraga yang sangat terkenal dari Amerika Serikat. Tak heran, karena popularitasnya yang tinggi maka perusahaan ini dengan mudah membuka dan memperluas cabangnya di berbagai negara.

Bahkan di Indonesia, Nike sudah memiliki cabang yang cukup banyak. Mulai dari cabang proses produksi hingga pengelolaan. Meskipun begitu, Nike di Indonesia tetap mengikuti prosedur standar bisnis Nike Pusat yang ada di Amerika Serikat untuk melakukan pelaksanaan produksi hingga pengelolaan manajemen.

  • Firma Non Dagang

Jenis firma berikutnya adalah firma non dagang atau firma jasa. Karena bergerak di bidang jasa, maka firma ini melakukan aktivitas utamanya dengan menjual keahlian atau layanan pada konsumen. Firma jasa ini bisa mencakup berbagai bidang. Mulai dari firma hukum, firma akuntansi, firma konsultasi manajemen, dan firma jasa di bidang lainnya.

  • Firma Umum

Jenis firma selanjutnya adalah firma umum. Berbeda dengan firma dagang dan firma jasa, firma umum adalah persekutuan lebih dari satu perusahaan yang masing-masing anggotanya memiliki tanggung jawab atau kekuasaan yang tidak terbatas.

Dengan kata lain, setiap anggota harus bertanggung jawab atas keberlangsungan hidup perusahaan secara menyeluruh. Contohnya, jika perusahaan memiliki utang dan tidak sanggung membayar, maka setiap anggotanya harus mau membayar utang dengan kekayaan pribadinya.

  • Firma Terbatas

Jenis firma yang terakhir adalah firma terbatas. Kebalikan dari firma umum, firma terbatas memberlakukan kekuasaan yang terbatas bagi setiap anggotanya. Batasan-batasan ini disepakati oleh setiap anggota firma sehingga bisa menjalankan fungsi dan peran sesuai dengan aturan yang sudah disetujui.

4 dari 4 halaman

Kelebihan dan Kekurangan Firma

Setelah mengetahui pengertian firma dan jenis-jenis firma, terakhir akan dijelaskan kelebihan dan kekurangan mendirikan sebuah firma. Berbagai kelebihan dan kekurangan firma ini bisa menjadi pertimbangan Anda, sebelum memutuskan untuk membuat atau bergabung dalam sebuah firma. Berikut penjelasan lengkapnya.

Kelebihan firma:

  • Sistem pengelolaan firma lebih profesional karena adanya koordinasi yang jelas dalam pembagian tugas dan struktur organisasinya.
  • Pembagian hasil keuntungan adil karena didasarkan dengan jumlah modal yang disetorkan oleh masing-masing anggotanya.
  • Terdapat akta notaris yang memudahkan firma untuk mendapatkan pinjaman dana jika membutuhkan tambahan modal untuk pengembangan bisnis.
  • Setiap kebijakan yang diambil dalam firma atas pertimbangan dan persetujuan dari seluruh anggota firma sehingga perusahaan bisa dikelola lebih baik dan adil.

Kekurangan firma:

  • Jika mengalami kebangkrutan, maka risiko kekayaan atau aset pribadi para pemilik perusahaan bisa terancam karena bisa dijadikan jaminan hingga barang sitaan untuk menutup kerugian perusahaan.
  • Setiap anggota firma tidak hanya bertanggung jawab atas modal, tetapi juga harga kekayaan pribadi yang dimiliki.
  • Jika satu anggota perusahaan mengalami kerugian, maka anggota lain harus ikut menanggung beban membayar kerugian yang dialami.
  • Firma tidak mengenal istilah pemisahan kekayaan antara harga pribadi dengan aset perusahaan.
  • Risiko adanya perselisihan antar anggota biasanya dipicu karena pembagian keuntungan yang kurang adil.

[ayi]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Jateng
  3. Ragam Konten
  4. Ragam
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini