Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Niat Haji dan Umroh Beserta Tata Caranya, Perlu Diperhatikan

Niat Haji dan Umroh Beserta Tata Caranya, Perlu Diperhatikan ilustrasi haji. nytimes.com

Merdeka.com - Haji dan umroh adalah amal ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim. Haji adalah ibadah yang dilakukan sekali seumur hidup oleh setiap Muslim dewasa yang mampu secara fisik, finansial, dan mental untuk melakukan perjalanan ke Tanah Suci. Biasanya, Haji dilakukan di bulan-bulan tertentu dalam kalender Islam.

Berbeda dengan haji, umroh adalah kunjungan ibadah yang dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun. Meski begitu, ibadah haji dan umroh dilakukan dengan cara atau rukun yang berbeda. Pada ibadah haji, terdapat beberapa rukun yang tidak dilakukan saat umroh.

Selain rukunnya, lafal niat haji dan umroh juga berbeda. Sebagai salah satu rukun penting dalam ibadah agama Islam, maka penting bagi Anda untuk memperhatikan lafal niat haji dan umroh dengan baik dan benar. Anda juga perlu mengetahui kapan lafal niat ini dibaca dan bagaimana adabnya.

Dengan pengetahuan niat haji dan umroh beserta rukun dan tata caranya, maka Anda bisa melaksanakan ibadah dengan baik sesuai syariat Islam. Bagi yang belum diberi kesempatan untuk menunaikan haji dan umroh, tak ada salahnya mempelajari hal ini untuk mempersiapkan diri.

Dilansir dari NU Online, berikut kami merangkum niat haji dan umroh beserta rukun tata caranya, bisa Anda simak.

Lafal Niat Haji dan Umroh

Sebelum mengetahui rukun ibadah haji dan umroh, perlu dipahami terlebih dahulu lafal niat haji dan umroh dengan baik dan benar. Seperti dijelaskan sebelumnya, niat adalah salah satu syarat wajib yang harus dilakukan dalam setiap ibadah, termasuk ibadah haji dan umroh.

Namun, terdapat perbedaan lafal niat haji dan umroh yang perlu Anda perhatikan. Dengan mengetahui bacaan niat haji dan umroh dengan benar, maka Anda bisa menunaikan ibadah dengan baik sesuai syariat Islam. Berikut lafal niat haji dan umroh yang perlu Anda perhatikan:

Niat Haji

Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta’ala, labbaik allahumma labbaik

Artinya: “Aku niat haji dan berihram karena Allah SWT, aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah”

Niat Umrah

Nawaitul 'umrata wa ahramtu bihi lillahi ta'ala labbaika Allahumma 'umratan.

Artinya: “Aku niat melaksanakan umrah dan berihram karena Allah Swt. Aku sambut panggilanMu, ya Allah untuk berumrah.”

Niat haji dan umrah dilakukan dengan berniat dalam hati terlebih dahulu kemudian melafalkan bacaan niat haji dengan baik dan benar. Menurut Imam An-Naqawi, orang yang hanya melafalkan niat haji tanpa ada niat dari dalam hati, maka ihramnya tidak sah.

Namun, orang yang tidak melafalkan niat, tetapi berniat dalam hati, ihramnya tetap sah. Meski begitu, yang paling utama adalah berniat dari dalam hati lalu diikuti dengan lafal niat secara lisan.

Rukun Ibadah Haji

Setelah mengetahui bacaan niat haji dan umroh dengan benar, berikutnya akan dijelaskan rukun-rukun dalam ibadah haji. Sebelumnya, telah disebutkan bahwa rukun ibadah haji dan umroh berbeda. Di mana ibadah haji memiliki 5 rukun, sedangkan umroh hanya dilakukan dalam 4 rukun. Berikut rukun dalam ibadah haji yang perlu Anda perhatikan.

Ihram

Ihram adalah rukun pertama dalam ibadah haji. Ini adalah waktu di mana Anda bersiap-siap dan meniatkan dari dalam hati untuk melaksanakan ibadah haji. Saat melakukan ibadah haji, perlu diperhatikan tempat dan waktu miqat yang berkaitan dengan wajib haji. Setelah meniatkan diri dari dalam hati, selanjutnya dianjurkan untuk mandi, memakai wewangian, shalat dua rakaat, dan memakai ihram untuk laki-laki.

Wukuf

Rukun kedua adalah wukuf di Bukit Arafah. Wukuf di Arafah biasanya dilakukan mulai dari waktu dzuhur tanggal 9 Dzulhijjah sampai subuh tanggal 10 Dzulhijjah. Dengan begitu, dibebaskan bagi jemaah untuk mengambil waktu antara siang sampai maghrib atau malam hari hingga menjelang subuh untuk melakukan wukuf. Ini adalah waktu di mana jemaah haji berdiam diri sejenak di Padang Arafah dari kegiatan ibadah yang dilakukan.

Thawaf

Setelah wukuf, rukun haji berikutnya yaitu thawaf yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Setiap putaran di mulai dari Hajar Aswad dan berakhir di titik yang sama. Jemaah mengelilingi Ka’bah dengan posisi Ka’bah berada di samping kiri tubuh, dengan kata lain thawaf dilakukan berlawanan arah jarum jam.

Sa’i

Setelah thawaf, rukun haji berikutnya yaitu sa’i atau lari-lari kecil dari bukit Shafa dan Marwah. Kegiatan ini dimulai dari bukit Shafa kemudian berjalan atau berlari-lari kecil ke bukit Marwah sebanyak tujuh kali.

Tahallul

Rukun terakhir dalam ibadah haji adalah tahallul. Ini merupakan kegiatan mencukur rambut kepada setelah seluruh rangkaian ibadah haji selesai dilakukan. Sekurang-kurangnya, tahallul dilakukan setelah lewat tanggal 10 Dzulhijjah.

Rukun Ibadah Umroh

Setelah mengetahui niat haji dan umroh beserta artinya, terakhir akan dijelaskan rukun-rukun dalam ibadah umroh. Secara singkat telah dijelaskan bahwa rukun ibadah umroh lebih sedikit daripada ibadah haji. Hal yang membedakan antara ibadah haji dan umroh terdapat pada rukun wukuf.

Berbeda dengan haji yang melakukan wukuf di Arafah, jemaah yang melakukan ibadah umroh tak perlu melakukannya. Sehingga rukun ibadah umroh hanya terdiri dari empat yaitu ihram, thawaf, sa’i, dan tahallul. Berikut penjelasannya bisa Anda simak.

Ihram

Rukun pertama umroh adalah ihram. Sama seperti ibadah haji, ihram adalah awal persiapan jemaah sebelum melakukan ibadah umroh. Dimulai dengan meniatkan diri dari dalam hati, membaca niat secara lisan, kemudian mandi, memakai wewangian, shalat dua rakaat, dan memakai ihram bagi laki-laki.

Thawaf

Rukun berikutnya adalah thawaf. Thawaf adalah kegiatan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran, dimulai dan berakhir Hajar Aswad. Putaran thawaf dilakukan berlawanan arah jarum jam, sehingga posisi Ka’bah berada di sebelah kiri tubuh setiap jemaah.

Sa’i

Sa’i adalah rukun ketiga umrah, yaitu berjalan dari bukit Shafa ke Marwah. Dibolehkan pula berlari-lari kecil dari bukit Shafa ke Marwah. Perjalanan dari bukit Shafa ke Marwah dihitung satu kali, kemudian diulangi lagi hingga sebanyak tujuh kali.

Tahallul

Terakhir adalah tahallul, yaitu kegiatan mencukur seluruh atau sebagian rambut. Bagi laki-laki dianjurkan untuk menggundul rambutnya, sedangkan wanita cukur mencukur pendek atau memotong sebagian rambutnya. Minimal tahallul dilakukan dengan menghilangkan tiga helai rambut dari kepala, sehingga bisa disesuaikan.

(mdk/ayi)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP