Mengunjungi Monumen Pancasila Kentungan, Jejak Berdarah G30S PKI di Jogja
Merdeka.com - Peristiwa G30S PKI menjadi peristiwa kelam dalam sejarah perjalanan Republik Indonesia. dalam peristiwa itu, sebanyak enam jenderal TNI dibunuh dan mayatnya dibuang ke dalam sumur tua di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.
Tak hanya di Jakarta, peristiwa hampir serupa juga terjadi di Jogja, tepatnya di Kentungan. Oleh karena itu di sana terdapat sebuah monumen yang menandakan peristiwa tragis tersebut. Monumen itu bernama Monumen Pancasila Kentungan.
Lalu seperti apa monumen itu? Dan seperti apa peristiwa G30S PKI yang pernah terjadi di sana? Berikut selengkapnya:
Peristiwa Kentungan

©Wikipedia.org
Pada sore hari tanggal 1 Oktober 1965, Brigjen Katamso yang saat itu masih berpangkat kolonel diculik oleh beberapa tentara yang merupakan anggota PKI. Bersama bawahannya, Letkol Sugiyono, mereka diculik ke daerah Kentungan. Setelah sempat diamankan, pada malam harinya mereka berdua dieksekusi mati.
Dikutip dari Jogjakita.id, jasadnya kemudian dimasukkan ke dalam sebuah lubang di kompleks tersebut. Barulah pada tanggal 21 Oktober 1965, setelah peristiwa besar-besaran, jenazah keduanya ditemukan. Jenazah keduanya kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara, Semaki, Umbulharjo, Yogyakarta.
Kini tempat pembuangan mereka dikenal dengan nama Lubang Buaya Yogyakarta. Beberapa tahun kemudian dibangunlah sebuah monumen bernama Monumen Pancasila Kentungan.
Tentang Monumen Pancasila Kentungan

©jogjaprov.go.id
Dilansir dari Jogjaprov.go.id, Monumen Pahlawan Pancasila Kentungan diresmikan pada tahun 1991 di atas tanah tempat peristiwa pembunuhan kejam terhadap Brigjen Katamso dan Letkol Sugiyono. Bangunan itu bercorak arsitektur rumah tradisional Jawa. Di dalam bangunan itu masih dapat dijumpai lubang tempat dikuburnya dua jenazah itu.
Di samping itu, koleksi Monumen Pahlawan Pancasila Kentungan antara lain benda-benda dan peralatan yang berhubungan dengan peristiwa penculikan antara lain duplikat kendaraan yang digunakan saat penculikan, duplikat kendaraan pengangkut jenazah, pakaian dinas Brigjen Katamso dan Letkol Sugiyono, dan foto-foto keduanya.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya