Setiap pesepak bola profesional punya cerita perjalanan dalam meniti kariernya. Begitu pula dengan Anthony Pinthus, kiper asal Filipina yang sekarang bermain untuk klub PSS Sleman.
Pemain yang memiliki darah Swiss itu dulu pernah bekerja part time sebagai petugas SPBU di awal-awal kariernya bermain bola.
Saat itu Pinthus bermain untuk tim Divisi 4 Swiss, FC Kosova. Di klub itu ia digaji kecil. Untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup, ia harus mencari pekerjaan sampingan.
“Saya harus berlatih sepak bola sekaligus bekerja. Ini tentu jadi tantangan dan membuat saya kesulitan untuk menembus tim di Divisi 1 Swiss. Pagi hari saya bekerja paruh waktu di SPBU, lalu sore harinya berlatih sepak bola,” kata Pinthus.
Advertisement
Advertisement
Walau kondisinya tidak ideal, ia tetap tekun berlatih demi menggapai cita-citanya untuk menjadi pemain sepak bola profesional.
Pada saat yang tidak diduga, ia dihubungi Timnas Filipina U-22 untuk bergabung dalam pemusatan latihan di Manila. Saat itu, Timnas Filipina U-22 hendak mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang Sea Games.
“Suatu saat ada nomor asing masuk ke telpon genggam saya. Saya membaca dan mengetahui kalau nomor itu milik Scott Cooper, pelatih kepala Timnas Filipina saat itu,” ujar Pinthus.
Tanpa pikir panjang, Pinthus menerima tantangan itu. Ia memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai penjaga SPBU.
Bagi Pinthus, bermain untuk Timnas Filipina adalah kesempatannya untuk mengubah nasib serta kariernya ke depan.
Setelah panggilan itu, ia mendapat sejumlah tawaran untuk tampil di kompetisi profesional di Filipina.
“Ini adalah kesempatan sekali seumur hidup yang harus saya ambil karena karier di sepak bola tidaklah panjang. Bermain sepak bola profesional di Filipina adalah bagian dari sejarah hidup saya,” kata Pinthus dikutip dari Liputan6.com pada Sabtu (27/1).
Advertisement
Advertisement
Belajar dari Sang Ayah
Anthony Pinthus pertama kali mengenal sepak bola dari sang ayah.
Sejak kecil ia melihat ayahnya bermain sepak bola untuk sebuah tim amatir di Swiss. Hal ini membuatnya ingin belajar dan menjadi seorang pesepak bola saat sudah besar.
Menariknya, waktu itu sang ayah berposisi sebagai seorang striker. Pinthus sebenarnya ingin menjadi seorang striker seperti ayahnya. Namun saat menjadi kiper, ia merasa lebih percaya diri.
“Berbagai posisi pernah saya coba dari gelandang, bek, hingga striker. Terakhir saya menjadi penjaga gawang sampai sekarang,” ujarnya.
Advertisement
Bergabung dengan PSS Sleman
Pada Mei 2023 lalu, klub BRI Liga 1 PSS Sleman mendatangkan Pinthus sebagai pemain baru untuk musim kompetisi 2023/2024. Komisaris Utama PT Putra Sleman Sembada (PSS) Rachmat Makassau menganggap Pinthus sudah punya banyak pengalaman di usianya yang masih 25 tahun.
“Dengan kemampuan, pengalaman, serta gelar individu yang telah ia dapatkan, saya rasa itu bisa menjadi bukti bahwa dia layak untuk mengisi sektor penjaga gawang Super Elja,” kata Rachmat dikutip dari ANTARA pada Mei 2023 lalu.