Mengenal Penyakit Kwashiorkor, Ketahui Penyebab dan Gejalanya
Merdeka.com - Protein merupakan salah satu asupan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Dalam hal ini, protein memberikan peranan cukup besar dalam sistem kerja tubuh. Protein diketahui dapat bekerja menyeimbangkan pH dan jumlah cairan dalam darah, menyimpan cadangan nutrisi tubuh, hingga menjadi alat transportasi bagi senyawa kimia lain untuk melewati aliran darah serta masuk dan keluar melalui sel tubuh.
Dengan alasan tersebut, tidak heran jika setiap orang perlu mengonsumsi asupan protein cukup dalam kesehariannya. Konsumsi protein ini pun bisa didapatkan dari berbagai macam makanan. Mulai dari telur, dada ayam, udang, kacang almond, keju, hingga susu. Jika asupan protein tubuh tidak tercukupi dengan baik tentu dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan.
Salah satu kondisi kesehatan yang disebabkan oleh kurangnya konsumsi protein adalah penyakit kwashiorkor. Penyakit ini merupakan kondisi serius yang dapat terjadi jika seseorang tidak mendapatkan asupan protein dengan cukup. Bahkan pada kondisi kekurangan protein yang lebih parah dapat menyebabkan retensi cairan sehingga perut akan terlihat kembung.
Biasanya penyakit kwashiorkor ini banyak terjadi pada anak-anak. Sehingga penting bagi Anda untuk memperhatikan asupan makanan anak dengan baik agar tidak mudah terserang penyakit, termasuk penyakit kwashiorkor. Dengan begitu, Anda perlu memahami seperti apa penyakit kwashiorkor, apa saja penyebabnya, dan gejala apa yang sering muncul pada anak yang mengalami penyakit malnutrisi ini.
Dilansir dari Medical News Today, berikut kami merangkum berbagai informasi mengenai penyakit kwashiorkor yang perlu Anda ketahui.
Mengenal Penyakit Kwashiorkor

©Shutterstock
Seperti dijelaskan sebelumnya, penyakit kwashiorkor merupakan salah satu bentuk malnutrisi akut yang terjadi akibat kekurangan asupan protein. Kondisi kekurangan protein yang parah dapat menyebabkan retensi cairan pada tubuh. Kondisi ini sering kali ditandai dengan bentuk perut yang terlihat kembung atau mengembang.
Kwashiorkor paling sering terjadi pada anak-anak, terutama jika mereka tidak memiliki akses nutrisi yang cukup segera setelah mereka berhenti menyusui. Jika seorang anak mengalami kwashiorkor, mereka membutuhkan perhatian medis segera. Dengan mendapatkan penanganan yang baik tentu dapat mencegah kondisi yang lebih buruk dan mempercepat penyembuhan.
Penyebab Penyakit Kwashiorkor
Setelah mengetahui pengertian umum, berikutnya Anda juga perlu memahami faktor apa yang menjadi penyebab dari penyakit kwashiorkor. Seperti diketahui, protein merupakan nutrisi yang bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.
Protein yang tidak tercukupi dengan baik, menyebabkan cairan bergeser ke area tubuh yang seharusnya, di mana cairan tersebut akan terakumulasi pada jaringan. Kondisi ini juga dapat membuat cairan tidak seimbang di dinding kapiler sehingga akan menyebabkan retensi cairan, atau edema.
Penyebab pasti dari penyakit kwashiorkor belum jelas, tetapi para ahli telah mengaitkannya dengan beberapa makanan seperti dari jagung, singkong, atau beras. Selain itu, kekurangan asupan makanan yang mengandung antioksidan juga bisa berkontribusi pada penyakit malnutrisi protein ini.
Kwashiorkor biasanya terjadi setelah anak berhenti menyusui dan sebelum anak mencapai usia 4 tahun. Kemungkinan, hal ini terjadi karena anak tidak lagi mendapatkan nutrisi dan protein yang sama dari makanannya. Penyakit kwashiorkor umumnya terjadi di daerah dengan persediaan makanan rendah dan tingkat malnutrisi yang tinggi.
Gejala Penyakit Kwashiorkor

©Sheknows
Setelah mengetahui penyebab penyakit kwashiorkor, terdapat beberapa gejala yang perlu Anda perhatikan dari penyakit ini. Perlu diketahui, anak-anak dengan penyakit kwashiorkor sering kali memiliki sedikit lemak tubuh, meskipun hal ini tidak terjadi pada semua penderita.
Pada kondisi ini, anak mungkin mungkin tampak memiliki berat badan yang lebih tinggi atau terlihat montok. Namun penampilan bengkak ini lebih disebabkan karena cairan, bukan karena adanya lemak atau otot. Berikut adalah beberapa gejala penyakit kwashiorkor yang perlu diketahui:
Perbedaan Penyakit Kwashiorkor dengan Marasmus
Sebagai penyakit malnutrisi, kwashiorkor sering kali dikaitkan dengan marasmus. Sebenarnya, baik kwashiorkor maupun marasmus merupakan bentuk malnutrisi akut yang sering terjadi akibat kekurangan asupan makanan tertentu. Kedua penyakit ini juga membentuk kombinasi yang disebut dengan marasmic-kwashiorkor. Berikut penjelasan lebih lanjut yang perlu diketahui:
Dari ketiga bentuk gangguan malnutrisi, marasmus merupakan penyakit yang paling umum terjadi, terutama dalam keadaan darurat kekurangan pangan. Selain terjadi pada anak-anak, penyakit ini juga dapat dialami oleh orang dewasa.
Komplikasi Penyakit Kwashiorkor

Shutterstock ©2020 Merdeka.com
Berikutnya yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah komplikasi penyakit kwashiorkor. Tanpa pengobatan, penderita kwashiorkor dapat mengalami beberapa komplikasi. Dengan begitu, hal ini perlu diwaspadai sehingga tidak menganggap remeh gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi protein ini. Berikut adalah beberapa komplikasi penyakit kwashiorkor yang dapat terjadi:
Anak-anak dengan kwashiorkor kemungkinan tidak dapat tumbuh dengan tinggi badan yang diharapkan karena kekurangan gizi pada usia dini. Kondisi ini juga membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi. Bersamaan dengan kondisi sistem kekebalan yang melemah, dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam nyawa.
(mdk/ayi)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya