Marak Perdagangan Satwa Langka di Medsos, Ini Kata Polisi

Sabtu, 23 Oktober 2021 14:24 Reporter : Shani Rasyid
Marak Perdagangan Satwa Langka di Medsos, Ini Kata Polisi Kukang diserahkan ke BKSDA. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Dari tahun ke tahun, perdagangan satwa langka terus terjadi. Perkembangan teknologi informasi justru membuat kegiatan ilegal itu semakin marak terjadi.

Baru-baru ini, Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Yogyakarta menangkap seorang berinisial RD, warga Semarang yang diduga memperdagangkan satwa dilindungi melalui sarana media sosial.

“Pada Jumat (15/10) kami dari Satreskrim Polresta Yogyakarta mengadakan patroli siber di mana di salah satu akun media sosial dengan akun inisial RD melakukan penjualan satwa yang dilindungi,” kata Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Andhyka Donny Hendrawan dikutip dari ANTARA pada Jumat (23/10).

Donny mengatakan, tersangka RD ditangkap pada 15 Oktober 2021 di Semarang setelah dilakukan pelacakan melalui akun Facebook miliknya. Lantas seperti apa transaksi perdagangan satwa langka yang marak terjadi di medsos? Berikut selengkapnya:

2 dari 3 halaman

Kronologi Penangkapan RD

cek medis kukang jawa
©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Kompol Andhyka mengatakan bahwa penangkapan RD dilakukan tim gabungan bersama petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta. Dalam penangkapan itu, petugas mengamankan barang bukti berupa tujuh ekor kukang jawa, satu ekor binturong, satu ekor buaya muara, dan satu ekor buaya irian.

Berdasarkan keterangan RD, praktik jual beli satwa dilindungi itu telah berjalan selama tiga bulan. Satwa-satwa itu diperoleh melalui transaksi di media sosial. Sementara itu pengirimannya bisa melalui pengantaran langsung dan juga melalui jasa ekspedisi. Hingga kini, kasus ini masih dalam tahap pengembangan guna mengejar pelaku lainnya.

“Dengan pengungkapan penjualan satwa yang dilindungi, Alhamdulillah kita dapat menyelamatkan satwa-satwa negara yang dilindungi agar tetap lestari,” kata Andhyka.

3 dari 3 halaman

Semakin Meningkat

ke bksda
©2015 Merdeka.com

Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA DIY Untung Suripto mengapresiasi pengungkapan perdagangan satwa dilindungi oleh Polresta Yogyakarta. Menurutnya, kasus perdagangan ilegal secara daring semakin meningkat karena komunikasi serta sistem penjualannya sangat mudah dan bisa dari mana saja.

Untung mengatakan, satwa-satwa yang berhasil diamankan dalam penangkapan itu telah dititipkan di GL Zoo Yogyakarta sebelum nantinya dilepas liarkan.

“Nanti tergantung dari pihak penyidik dan kejaksaan. Tapi berdasarkan referensi dan pengamatan dokter hewan ini bisa dilepasliarkan langsung,” kata Untung dikutip dari ANTARA.

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini