Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah Makam Keramat di Tengah Pasar Godean, Sudah Ada Sejak Zaman Dulu

Kisah Makam Keramat di Tengah Pasar Godean, Sudah Ada Sejak Zaman Dulu Makam keramat di Pasar Godean. ©YouTube/Ekspos Jogja

Merdeka.com - Tepat di tengah Pasar Godean, Sleman, ada dua buah makam keramat. Makam ini biasanya ramai dikunjungi saat malam Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon.

Banyak orang yang tak tahu akan keberadaan makam itu. Padahal makam itu sudah ada sebelum Pasar Godean dibangun.

Lalu siapa sesungguhnya sosok yang dimakamkan di sana? Berikut selengkapnya:

Sosok yang Dimakamkan

makam keramat di pasar godean

©YouTube/Ekspos Jogja

Rubiyanto, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Godean, mengatakan bahwa kedua makam itu merupakan pasangan suami istri Kyai Jembrak dan Nyai Jembrak. Keduanya dipercaya merupakan leluhur di tempat itu. Rubiyanto menegaskan bahwa kedua makam itu merupakan daya tarik Pasar Godean yang harus dipertahankan eksistensinya.

“Makam ini sangat kami inginkan untuk dipertahankan sebagai simbol keberadaan Pasar Godean. Jadi dari sisi religi dan budaya, ini sangat kami harapkan menjadi ikon Pasar Godean yang juga menjadi daya tarik secara ekonomi nantinya,” kata Rubiyanto, dikutip dari kanal YouTube Ekspos Jogja.

Ramai Peziarah

makam keramat di pasar godean

©YouTube/Ekspos Jogja

Meski sudah berulang kali ke Pasar Godean, banyak orang yang belum mengetahui keberadaan makam itu. Makam keramat itu ramai peziarah pada waktu-waktu tertentu, seperti Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon. Bahkan di Pasar Godean ada tempat khusus penjualan bunga dan ubo rampe bagi para peziarah.

“Ini namanya bunga Sri Taman buat nyekar. Kalau untuk ke Makam Mbah Djimbrak belinya dua soalnya di sana satu pasang,” kata Asih Ika Nurani, pedagang bunga khusus nyekar di Pasar Godean.

Rencana Renovasi

makam keramat di pasar godean

©YouTube/Ekspos Jogja

Seiring dengan rencana Pemkab Sleman untuk merenovasi Pasar Godean, para pedagang berharap keberadaan makam itu tetap dipertahankan. Karena selain keramat, makam itu bisa menjadi daya tarik para pengunjung Pasar Godean.

“Saat rapat kemarin justru makam itu kami minta untuk dipertahankan, dan itu menjadi tantangan para arsitek karena makam ini bisa menjadi daya tarik atau magnet orang untuk berkunjung ke Pasar Godean,” kata Kepala Disperindag Sleman Dra. RR Mae Rusmi Suryaningsih saat diwawancarai Ekspos Jogja pada tahun 2020.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP