Kisah Inspiratif Kholidin, Tukang Bubur Penyumbang Emas Panahan di APG 2022

Senin, 8 Agustus 2022 18:30 Reporter : Shani Rasyid
Kisah Inspiratif Kholidin, Tukang Bubur Penyumbang Emas Panahan di APG 2022 Kisah inspirasi Kholidin. ©YouTube/IndoArcheryTV

Merdeka.com - Di tengah keterbatasan mereka, para atlet terus berjuang untuk memperebutkan medali emas ASEAN Para Games (APG) 2022. Di antara para peraih emas itu, ada seorang atlet panahan bernama Kholidin. Jika hampir seluruh atlet dapat menarik string busur panah menggunakan salah satu sisi tangan, Kholidin hanya mampu mengandalkan gigi karena tangannya harus diamputasi akibat kecelakaan pada tahun 2017.

Padahal ia telah berkecimpung di dunia panahan tahun 2016. Kecintaannya terhadap olahraga panahan mengantarkan dia memenangi berbagai perlombaan. Namun di puncak prestasinya, Kholidin mengalami sebuah insiden. Ia jatuh dari pohon kelapa dan membuat tangan tangannya harus diamputasi.

Lalu bagaimana perjuangan seorang Kholidin bangkit dari keterpurukan hingga berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang APG 2022? Berikut selengkapnya:

2 dari 4 halaman

Rindu Panahan

kisah inspirasi kholidin

©YouTube/IndoArcheryTV

Sempat berhenti beberapa waktu untuk pemulihan, pada suatu titik Kholidin merasa begitu merindukan panahan. Kerinduan itu tak dapat dibendung lagi. Ia pun iseng mendatangi klub tempat ia biasa berlatih. Dalam dua kali kedatangannya, Kholidin tak mampu menahan keinginannya kembali mengangkat busur panah dan memastikan apakah kemampuannya masih seperti dulu.

“Akhirnya saya pulang. Saya pasang busur panah. Siap tembak, tapi bingung mau menembak pakai apa karena saya tidak punya tangan,” ujar Kholidin dikutip dari ANTARA pada Sabtu (6/8).

3 dari 4 halaman

Memanah Pakai Gigi

kisah inspirasi kholidin

©YouTube/IndoArcheryTV

Pada saat itu Kholidin hanya bisa pasrah kepada Tuhan. Ia minta agar diberikan jalan untuk bisa kembali memanah. Jawaban dari doa itu ia dapat setelah melihat sol sepatu. Pada saat itu ia mengikat string busur panah dengan sol sepatu dan menggunakan gigi bagian depan untuk menarik talinya.

Usai menarik tali, ia mencoba menembakkan anak panah pada target. Meski tak sesuai sasaran ia mengaku senang karena anak panah mampu tertancap pada papan. Dari situ ia makin semangat untuk meningkatkan kemampuan.

“Saya tembak terus sampai nggak bisa makan tiga hari. Awalnya pakai gigi depan rasanya sakit banget. Terus saya beralih ke gigi samping itu berdarah-darah juga. Lalu saya beralih ke gigi geraham sampai sekarang,” ujar Kholidin.

4 dari 4 halaman

Tukang Bubur

kisah inspirasi kholidin
©YouTube/IndoArcheryTV

Keberhasilan meraih medali emas di APG tak lantas membuat Kholidin melupakan latar belakang pekerjaannya. Sehari-hari pria Pekalongan itu berjualan bubur di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta. Dari usahanya itu ia mampu mengentaskan saudaranya yang menganggur akibat PHK. Sempat kehilangan tempat berjualan pada tahun 2015 karena penataan Kota Jakarta, ia tak pernah patah semangat.

“Saya berdoa minta tempat terbaik. Tiga bulan kemudian lewat orang baik saya dikasih tempat berujalan yang jauh lebih nyaman,” kata Kholidin dikutip dari ANTARA.

Kholidin berkata, usahanya itu tidak pernah lepas dari rasa sayangnya yang besar kepada keluarga. Bahkan ia sudah merencanakan kalau bisa memperoleh bonus atas prestasinya sebagian uang akan ia gunakan untuk membayar biaya operasi ayahnya yang saat ini menderita katarak.

[shr]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Jateng
  3. DIY
  4. Berita
  5. Surakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini