Kata-Kata Bahasa Jawa Lucu Penuh Makna Bijak, Penuh Pelajaran

Selasa, 24 Mei 2022 16:16 Reporter : Ayu Isti
Kata-Kata Bahasa Jawa Lucu Penuh Makna Bijak, Penuh Pelajaran ilustrasi tertawa. media.faithlife.com

Merdeka.com - Kata-kata bijak yang penuh makna memang menjadi salah satu penyemangat dalam hidup. Terlebih lagi saat sedang menghadapi masalah, kata-kata bijak ini bisa memberikan motivasi untuk terus maju untuk melanjutkan hidup. Bukan hanya itu, kata-kata bijak ini juga membuka pikiran dan memberikan harapan bahwa selalu ada kebaikan di setiap kejadian.

Dalam hal ini, kata-kata bijak bukan hanya ditemui dalam bahasa Indonesia. Terdapat kata-kata bijak dengan bahasa daerah yang mempunyai arti mendalam, salah satunya adalah kata-kata bijak bahasa Jawa. Kata-kata bijak bahasa Jawa ini tentu memberikan kedekatan tersendiri bagi masyarakat Jawa setiap kali membacanya.

Selain dibawakan dengan gaya serius, terdapat pula kata-kata bahasa Jawa lucu namun bijak dan penuh makna. Meskipun dibawakan dengan nada bercanda dan santai, kata-kata ini mengandung berbagai pesan bijak tentang kehidupan yang bisa menjadi pelajaran banyak orang.

Mungkin, kata-kata bahasa Jawa lucu penuh makna ini juga bisa membuka sudut pandang Anda dalam memandang suatu hal. Dengan begitu, Anda bisa bersikap lebih bijak jika menghadapi suatu masalah. Beberapa kata-kata kutipan ini juga memberikan semangat dan motivasi untuk Anda.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut kata-kata bahasa Jawa lucu penuh makna bijak yang bisa menjadi inspirasi Anda.

2 dari 4 halaman

Kata-Kata Bahasa Jawa Lucu Penuh Makna

Berikut kata-kata bahasa Jawa lucu penuh makna yang bisa Anda simak:

1. "Merdeka iku yen Soekarno mbe Hatta baris rapi ning njero dompet. Yen sing baris Pattimura, berarti isih perjuangan."

(Merdeka itu kalau Soekarno dan Hatta baris rapi di dalam dompet. Kalau yang baris Pattimura, berarti masih perjuangan)

2. "Urip dipaido, mati ditangisi, waras dilarani."

(Hidup dikomentarin, mati ditangisin, sehat disakitin)

3. "Sing bergincu bakal kalah karo sing berilmu."

(Yang berlipstik bakal kalah sama yang berilmu)

4. "Dadi wong ojo koyo wit gedhang, due jantung tapi ra duwe ati."

(Jadi orang jangan kayak pohon pisang, punya jantung tapi enggak punya hati)

5. "Ora usah mikir omongane wong liyo, wong liyo ae nek ngomong yo ora mikir."

(Enggak usah mikir omongannya orang lain, orang lain aja kalau ngomong enggak pakai mikir)

6. " Pacaran kui ra usah diumbar-umbar, sing penting undangan teko-teko kesebar."

(Pacaran itu tidak perlu dipamerkan, yang penting tiba-tiba menyebar undangan)

7. "Kowe nek sayang ngomong, ojo ngode terus. Aku dudu brangkas sing butuh kode."

(Kamu kalau sayang itu bilang, jangan memberikan kode saja. Aku bukan brankas yang butuh kode)

8. "Tresno iku mergo ati, ra bakal owah tekane mati."

(Cinta itu datang karena hati, tidak akan berubah hingga mati)

9. "Sing ngaji wae ora dijamin mlebu surgo, lah sing ora ngaji? Ojo ngimpi."

(Yang rajin mengaji saja tidak dijamin masuk surga, lah yang tidak mengaji? Jangan mimpi!)

10. “Konco kok moro nek butuh tok. Rumangsamu aku pom bensin?”

(Teman kok datangnya kalau butuh saja. Menurut kamu aku ini pom bensin?)

3 dari 4 halaman

Kata-Kata Bahasa Jawa Lucu dan Bijak

Berikut kata-kata bahasa Jawa lucu dan bijak yang bisa menjadi inspirasi Anda:

11. “Wong Jowo kui jos! Bensin dadi bengsin, cokelat dadi soklat, mobil dadi montor, utang dadi lali.:

(Orang jawa itu memang mantap! Bensin jadi bengsin, cokelat jadi soklat, mobil jadi montor, utang jadi lupa.)

12. "Ngaku konco kok gur pengen nunut mulyo. Pas konco ciloko malah lungo.”

(Ngakunya teman tapi kok cuma mau ikut hidup enak saja. Saat temannya susah malah pergi.)

13. “Kowe ngelih banget, po? Nganti koncomu dewe kok pangan.”

(Kamu lapar banget ya? Sampai temanmu sendiri kamu makan.)

14. “Tresnomu koyo rumah makan padang, akeh cabange.”

(Cintamu seperti rumah makan padang, banyak cabangnya.)

15. “Guyon ki mbok ojo kelewatan. Nek kelewatan ngko mutere kadohan.”

(Kalau becanda itu jangan kelewatan. Kalau kelewatan, nanti putar baliknya jauh.)

16. “Cinta kuwi kadang koyo kripik telo, iso remuk nek ra ati-ati le nggowo.”

(Cinta terkadang seperti keripik singkong, bisa hancur jika tidak hati-hati dibawa.)

17. “Nek ngomong ojo dhuwur-dhuwur. Mengko lambemu kesampluk pesawat.”

(Kalau berbicara jangan tinggi-tinggi, nanti mulutmu tersambar pesawat)

18. “Ikhlas iku koyok keset, dipidek-pidek tetep kudu welcome.”

(Ikhlas itu seperti keset, meskipun diinjak-injak tapi harus tetap welcome.)

19. “Kacang iku gurih, tapi nek dikacangin yo rasane perih.”

(Kacang itu rasanya gurih, tapi kalau dikacangin itu rasanya perih.)

20. “Wit, yen di uncali watu tetep dibales kanggo woh.”

(Hiduplah seperti pohon, ketika dilempari batu tetap dibalas dengan buah.)

4 dari 4 halaman

Kata-Kata Bahasa Jawa Lucu Penuh Pesan Mendalam

Berikut kata-kata bahasa Jawa lucu penuh pesan mendalam yang bisa menjadi pelajaran:

21. “Bermimpilah setinggi langit, jika kamu terjatuh berarti turumu kurang nengah.”

(Bermimpilah setinggi langit, jika kamu terjatuh berarti tidurmu kurang ke tengah)

22. “Kowe ki uwong opo kalkulator, ko ora tau gelem salah!”

(Kamu ini orang apa kalkulator, kok enggak pernah mau salah!)

23. “Dadi wong lanang ojo koyo krupuk. Teles sitik lemes.”

(Jadi laki-laki jangan kayak kerupuk. Basah sedikit lemas (maksudnya langsung patah semangat karena perkara kecil).

24. “4 hal sing ora iso dipokso, cinta, ukuran baju dan celana, ukuran bh, ukuran sempak. Nek dipokso efeke nyesek.”

(4 hal yang tidak bisa dipaksakan, cinta, ukuran baju dan celana, ukuran baju dalam, ukuran celana dalam. Kalau dipaksakan efeknya sesak.)

25. “Jenenge urip mesti akeh cobaan, yen akeh saweran kui jenenge dangdutan.”

(Namanya hidup pasti banyak cobaan, kalau banyak saweran itu namanya dangdutan.)

26. “Wong nek diapiki mesti bakal mbales ngapiki, nek wes diapiki tapi malah nglarani mungkin duduk wong.”

(Orang kalo dibaiki harusnya baik juga, kalo sudah dibaiki malah menyakiti mungkin bukan manusia.)

[ayi]

Baca juga:
Contoh Teks Eksposisi Bahasa Jawa, Ketahui Pengertian dan Strukturnya
Jadi Pujangga Terakhir Tanah Jawa, Ini Kisah Ronggowarsito Menyusun Karya-Karyanya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini