Fakta Unik Masjid Fatimah di Kota Solo, Dikenal Sebagai Masjid Pengantin hingga Punya Al-Qur'an Raksasa
Masjid ini bernuansa modern dengan perpaduan arsitektur Timur Tengah dengan tetap menonjolkan arsitektur budaya Jawa.
Masjid ini bernuansa modern dengan perpaduan arsitektur Timur Tengah dengan tetap menonjolkan arsitektur budaya Jawa.
Foto: YouTube Tasbeeh
Fakta Unik Masjid Fatimah di Kota Solo, Dikenal Sebagai Masjid Pengantin hingga Punya Al-Qur'an Raksasa
Masjid Fatimah merupakan sebuah masjid bernuansa modern yang terletak di Jl. Dr. Radjiman No. 193 Jayengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta.
Tak hanya sebagai tempat ibadah salat, masjid ini ramai dengan berbagai kegiatan seperti pengajian, TPA, serta kegiatan Islami lainnya.
Selain itu, Masjid Fatimah juga disebut Masjid Pengantin karena sering digunakan sebagai tempat acara resepsi pernikahan.
Dilansir dari Surakarta.go.id, Masjid Fatimah didirikan pada tahun 1980. Sebelumnya masjid ini terletak di area Batik Danarhadi Kemlayan. Lokasinya kemudian dipindah ke J. Dr. Radjiman pada tahun 2004.
Nama Fatimah sendiri terinspirasi dari orang tua Santosa Doelah, pemilik Batik Danarhadi. Masjid seluas 1.980 meter persegi itu dapat menampung hingga 800 jemaah dan digunakan untuk umum sejak tahun 2004.
Jika dilihat dari arsitekturnya, masjid ini bernuansa modern dengan perpaduan arsitektur Timur Tengah dengan tetap menonjolkan arsitektur budaya Jawa sehingga terkesan klasik dan mewah.
Di Masjid Fatimah, terdapat sebuah Al-Qur’an berukuran raksasa dengan panjang 175 cm dan lebar 115 cm. Al-Qur’an itu memiliki tebal 30 cm dan berat 40 kg.
Dilansir dari Surakarta.go.id, Al-Qur’an itu diperkirakan sudah berusia sekitar 200 tahun. Kitab suci itu merupakan pemberian Keraton Surakarta dan dibuat pada zaman pemerintahan Pakubuwono X sekitar tahun 1800-an.
Bahan yang digunakan untuk membuat kitab suci itu tidak sembarangan. Tinta yang dibubuhkan memiliki unsur emas murni dan bahan sampulnya terbuat dari kulit unta.
Bila diamati lebih detail, di dalam lembaran Al-Qur’an itu tidak terdapat penanda keterangan surat dan ayat.
Selama Bulan Ramadan, Al-Qur’an itu dipamerkan di ruang masjid sehingga semua pengunjung dapat membacanya. Keberadaan Al-Qur’an tersebut menjadi daya tarik bagi jemaah yang berkunjung ke Masjid Fatimah.