Dulunya Kampung Preman, Lokasi di Kota Jogja ini Kini Jadi Desa Wisata
Merdeka.com - Berada di bantaran Kali Code, Kota Yogyakarta, tak banyak orang berani mendekati Dusun Ledok Bantaran. Tempat itu dikenal sebagai sarang begal, perampok, pencopet, hingga residivis pembunuhan. Kondisi itu terjadi sampai awal tahun 2000-an.
“Dulunya kampung ini sudah terkenal di seluruh Yogyakarta. Semua yang jelek-jelek ada semua di sini dari maling, rampok, tukang bacok, ada semua,” kata Deki Bagus Wahyu, salah satu warga Dusun Ledok, dikutip dari Liputan6.com.
Namun, kini dusun itu berubah menjadi kampung wisata. Lalu bagaimana cerita di balik transformasi Dusun Ledok ini?
Kehidupan di Kampung Preman

©2021 Liputan6.com
Kehidupan Dusun Ledok yang cukup keras sebenarnya bukan tanpa sebab. Di kampung itu, kebanyakan warganya adalah pekerja serabutan tanpa penghasilan tetap. Oleh karena itu, aktivitas luang di sana banyak diisi hal-hal negatif seperti mabuk-mabukan ataupun iseng mengganggu para pejalan kaki yang lewat kawasan itu.
Karena terjadi secara turun-temurun, akhirnya terbentuklah psikologis warga Dusun Ledok yang keras dan temperamental. Alhasil, Dusun Ledok kemudian menjadi kampung premannya Yogyakarta. Jiwa keras itulah yang masih dimiliki oleh Deki. Pernah suatu hari ia mendatangi sebuah organisasi masyarakat lokal yang kerap menebar keresahan.
“Saya datangi berdua saja di markas mereka. Saya tanya, maupu apa sekarang? Tak layani di sini,” kata Deki.
Jadi Kampung Wisata

©Phinemo.com
Kini Deki disibukkan dengan perjuangannya mengembangkan Dusun Ledok sebagai kampung wisata. Apalagi, di sana bercokol puluhan homestay dan penginapan wisatawan lokal maupun mancanegara.
Bahkan dalam sebulan saja, warga memperoleh pemasukan belasan juta rupiah dari bisnis penyewaan kamar bagi wisatawan. Dusun yang dulunya suram, kini menjadi produktif dan memberikan penghasilan ekonomis bagi warganya.
“Dulu di sini banyak kriminalitas akibat warganya tidak ada kerjaan. Saat sudah ada kegiatan, mereka tidak berpikir yang macam-macam lagi,” ungkap Deki.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Suksesnya Dusun Ledok bertransformasi dari kampung preman ke desa wisata menarik perhatian dari berbagai pihak. PT Pertamina Persero, menawarkan proposal untuk menyulap kampung itu menjadi Kampung Bright Gas.
Selain itu, Pertamina juga membantu memberikan sentuhan seni melalui para seniman Institut Seni Indonesia dengan mural-mural yang terlukis di tembok.
“Ada beberapa dinding rumah warga yang dihias dengan seni mural. Ada juga penunjuk arah jalan menuju New York, London, dan Tokyo sebagai pengingat kampung halaman para turis yang kerap ke sini,” kata Deki, Sabtu (29/5).
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya