Diiringi Isak Tangis, Begini Prosesi Pemakaman Dalang Ki Seno Nugroho
Merdeka.com - Pada Selasa malam (3/11), dalang asal Yogyakarta, Ki Seno Nugroho meninggal dunia di RS PKU Gamping di usia 48 tahun. Kepergiannya menjadi duka mendalam bagi para seniman dan penikmat wayang tanah air.
Berdasarkan keterangan Manajer Ki Seno, Gunawan Widagdo, sebelum meninggal dunia, Ki Seno sempat bersepeda. Namun di tengah jalan dia mengeluh sakit. Kemudian dia dijemput salah seorang warga. Sesampainya di rumah, Ki Seno langsung istirahat.
Usai Maghrib dia mengeluh sakit dan muntah-muntah sehingga diantar sang istri ke RS PKU Gamping. Sesampainya di rumah sakit, Ki Seno langsung masuk ruang UGD dan menunggu dokter jantung datang. Saat itu kondisinya masih sadar.
Saat itu kondisinya makin memburuk dan kembali muntah sehingga harus dibawa ke ruang ICCU. Pada pukul 22.15 WIB, dalang tesohor ini dinyatakan meninggal dunia.
Keesokan harinya, jenazahnya langsung dimakamkan. Pemakaman itu diiringi isak tangis terutama oleh para anggota grup Warga Laras, kelompok kesenian dalang yang ia pimpin. Berikut selengkapnya prosesi pemakaman Ki Seno Nugroho yang penuh haru:
Prosesi Pemakaman Ki Seno
Saat proses pemakaman, pihak keluarga melaksanakan salah satu wasiat Ki Seno semasa hidupnya. Wasiat itu adalah keinginannya agar proses pemakamannya diiringi oleh Gending Jawa. Gending yang ia wasiatkan adalah “Ladran Gajah Seno” ciptaan Joko Porong ciptaan Joko Porong.

©2020 Merdeka.com
Dilansir dari Merdeka.com pada Rabu (4/11), Gending itu kemudian dimainkan oleh para anggota grup Warga Laras bersama 11 orang sinden yang biasa mengiringi saat Ki Seno mendalang. Permintaan itu sendiri disampaikan Ki Seno dua atau tiga tahun yang lalu.
Joko Porong sendiri mengatakan, Ki Seno sebenarnya meminta secara khusus agar dibuatkan gending tersebut untuk istirahat saat pentas. Joko awalnya tidak tahu bahwa Seno pernah berwasiat agar gending ciptaannya itu menjadi lagu iringan proses pemakamannya. Dia baru tahu saat bertemu grup Warga Laras.
Diiringi Isak Tangis
Para anggota grup Warga Laras membawakan lagu iringan itu dengan isak tangis. Di mata anggota grup pengrawit itu, Ki Seno merupakan sosok yang bertanggung jawab. Dia juga dikenal sebagai sosok yang bekerja keras dalam melestarikan budaya wayang kulit.

©2020 Merdeka.com
“Saya merasa sangat kehilangan beliau. Karena kemarin itu beliau nggak apa-apa. Tau-tau kabarnya sudah nggak ada. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala dosanya dan diberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya,” kata Titin, salah satu penyinden Ki Seno saat mendalang dikutip dari YouTube Kompas TV pada Rabu (4/11).
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya