Jadi Lokasi Jatuhnya Meteor, Begini Kondisi Monumen Meteorit Wonotirto Sekarang
Merdeka.com - Meteor adalah serpihan benda luar angkasa yang memasuki atmosfer bumi dengan kecepatan tinggi. Puluhan juta tahun silam, hujan meteor yang melanda Planet Bumi memicu gelombang kepunahan massal kehidupan dinosaurus.
Kini, setelah jutaan tahun berlalu, jatuhnya meteor sebenarnya bukan hal baru di Planet Bumi. Beberapa kali planet ini dihujami meteor di antaranya Peristiwa Meteor Tunguska pada tahun 1908 dan Meteor Chelyabinsk di Rusia pada tahun 2013. Dalam peristiwa yang terakhir, tercatat 3.000 bangunan mengalami kerusakan dan 1.200 orang cedera.
Selain di luar negeri, ternyata meteor pernah menghantam Indonesia. Pada 11 Mei 2001, material luar angkasa itu jatuh di Desa Wonotirto, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung.
Lalu bagaimana peristiwa itu bisa terjadi dan bagaimana keadaan desa itu sekarang? Berikut selengkapnya:
Kronologi Jatuhnya Meteor di Desa Wonotirto

©2016 Merdeka.com
Peristiwa itu terjadi pada tanggal 11 Mei 2001 pukul 9 pagi. Waktu itu, belasan warga yang sedang melakukan aktivitas di ladang tembakau dikejutkan dengan suara gemuruh disertai ledakan.
Setelah ledakan itu, dua buah benda jatuh dari langit. Setengah jam kemudian, sebuah benda serupa jatuh di jalan dengan jarak 1 km dari pemukiman penduduk.
Setelah diselidiki lebih lanjut, benda itu ternyata adalah sebuah meteor. Masing-masing benda ukurannya sebesar kepalan tangan orang dewasa. Warga yang menyaksikan sendiri peristiwa langka itu langsung melaporkannya pada pemerintah setempat.
Dibangun Monumen

©2015 Merdeka.com
Setelah material meteor itu diteliti oleh Institut Sains dan Teknologi Akprind Yogyakarta, pemerintah Temanggung memutuskan untuk membangun monumen tepat di lokasi jatuhnya meteor tersebut. Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatatkan Monumen Meteorit Wonotirto sebagai satu-satunya monumen yang mengabadikan tempat jatuhnya meteor di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.
Tak hanya monumen, tempat itu rencananya akan dijadikan tempat wisata pendidikan. Harapannya, monumen itu menjadi obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Apalagi, tempat yang berada di lereng Gunung Sumbing itu memiliki panorama alam yang indah serta udara khas pegunungan yang sejuk.
Jadi Tempat Pacaran

©2015 Merdeka.com
Setelah bertahun-tahun berlalu, monumen itu justru dipenuhi oleh corat-coret warga yang tidak bertanggung jawab. Pada 2015, tempat itu sering dimanfaatkan anak-anak muda di sekitar sana untuk nongkrong dan berpacaran. Bila malam hari, tempat itu menjadi gelap dan jauh pula dari pemukiman warga.
“Kalau malam Minggu malah buat pacaran di monumen itu. Enakkan gelap-gelapan gitu,” ujar Kiki, salah satu warga Desa Wonotirto dikutip dari Merdeka.com.
Kondisinya Kini

©YouTube/Mar bet
Saat ini, Monumen Meteorit Wonotirto banyak dikunjungi oleh wisatawan baik dari luar kota maupun warga sekitar. Seiring dengan maraknya tren bersepeda di masa pandemi, tempat itu juga sering dikunjungi oleh para pesepeda. Selain punya nilai sejarah, lokasi tersebut juga cukup indah karena berada di lereng gunung dan di tengah hamparan ladang tembakau.
Dilansir dari akun YouTube Har mbhet pada Jumat (18/9), tampak di monumen itu terdapat replika meteor yang ukurannya kurang lebih sama dengan ukuran meteor yang jatuh. Namun replika itu sendiri telah dicoret-coret tulisan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya