Industri fashion punya peran besar dalam ekonomi global, tapi dampaknya terhadap lingkungan semakin mengkhawatirkan. Banyak produk dibuat dari bahan yang tidak ramah lingkungan, sementara proses pewarnaan tekstil yang murah dan berbahaya sering mencemari air serta membahayakan kesehatan manusia.
Dilansir dari Statista, jika tidak ada perubahan, pada tahun 2030 produksi pakaian bisa menghasilkan 1,24 miliar ton emisi karbon. Selain itu, industri ini menyumbang 10% dari total emisi karbon dunia, boros air, dan menghasilkan banyak limbah plastik.
Sebagai solusi, konsep fashion berkelanjutan atau sustainable fashion mulai berkembang dan menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan. Pendekatan ini menekankan penggunaan bahan yang tidak merusak alam, proses produksi yang lebih bertanggung jawab, serta perpanjangan umur pakaian melalui daur ulang dan pemakaian kembali. Kesadaran konsumen terhadap isu lingkungan juga semakin meningkat, mendorong banyak brand untuk beralih ke yang lebih berkelanjutan.
Salah satu merek fashion lokal asal Yogyakarta yang turut berkontribusi dalam sustainable fashion adalah Hanenda. Hanenda lahir dari tangan dua saudara sepupu, Meyna Cinta Ratulian (22) dan Suryanita Candra Ayuningtyas (24) yang memiliki visi besar untuk menciptakan produk fashion yang tidak hanya stylish, tetapi juga ramah lingkungan.
Perjalanan mereka penuh tantangan dan pengorbanan, namun semangat untuk membangun industri fashion yang lebih bertanggung jawab terus mendorong Hanenda untuk berkembang di dunia sustainable fashion Indonesia.
Advertisement
Perjalanan Dua Perempuan Muda Mewujudkan Mimpi di Dunia Fashion
Hanenda lahir pada tahun 2020 dari kolaborasi dua perempuan muda, Cinta dan Ayun, yang pada saat itu masih kuliah. Meskipun terkendala jarak, dimana Cinta di Yogyakarta dan Ayun di Boyolali. Mereka tetap semangat dalam mengelola bisnis garmen ini.
Ayun selaku co-founder dengan latar belakang pernah bekerja industri garmen, memimpin proses produksi sebagai penjahit utama. Sementara itu, Cinta selaku Founder yang saat itu tengah menyelesaikan pendidikan di Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta (UPN) , membagi waktu antara studinya dan mengelola Hanenda.
Kendati demikian, perjalanan Hanenda tidak selalu mulus. Pandemi COVID-19 pada tahun 2021 memaksa mereka untuk menghentikan sementara operasional bisnis. "Kami vakum sejenak karena pandemi, kami masih kuliah dan situasinya juga tidak mendukung," kenang Cinta.
Titik balik Hanenda datang pada tahun 2022 ketika Cinta mendapatkan kesempatan untuk study banding ke IPB dan kemudian mendaftar program P2MW dari Kemendikbud. Hanenda berhasil meraih dana hibah dan terpilih sebagai salah satu dari 100 Young Entrepreneurs dalam program tersebut. Di samping itu, Hanenda juga mewakili UPN "Veteran" Yogyakarta dalam Indonesia Student Entrepreneur Camp (ISEC) 2023 di Jakarta.
Dalam perjalanan ini, Hanenda tidak hanya mengembangkan produknya, tetapi juga memperluas tim dengan mengajak Lana Habibi, rekan semasa kuliah Cinta, untuk fokus pada pemasaran.
Perkembangan Hanenda semakin pesat ketika untuk pertama kalinya mereka mengikuti pameran di Surabaya. Tak disangka, produk batiknya mendapat respons positif dari pelanggan. Banyak yang tertarik, bahkan melakukan pemesanan ulang. Dari sinilah, mereka mulai beralih dari muslimwear ke produk berbasis batik dan wastra Nusantara.
Setelah lulus kuliah, Cinta dan Ayun kini sepenuhnya fokus pada pengembangan Hanenda, dengan tujuan membawa brand ini ke arah yang lebih besar sambil tetap menghargai nilai-nilai kearifan lokal dalam setiap karya mereka.
Advertisement
Ikut BRIncubator 2023 Jadi Titik Cerah Hanenda saat Awal Merintis
Saat merintis usaha ini, Cinta dan Ayun menyadari bahwa mereka membutuhkan lebih dari sekadar keterampilan menjahit dan desain. Mereka ingin memahami industri fashion berkelanjutan secara lebih mendalam, termasuk bagaimana menjalankan bisnis yang lebih efektif dan efisien.
Oleh karena itu, Hanenda mengikuti program BRIncubator batch pertama tahun 2023 di Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Bank BRI. Dari lebih dari 100 pendaftar, Hanenda terpilih sebagai salah satu dari 25 UMKM yang lolos seleksi, mewakili berbagai bidang seperti kuliner, fashion, dan kerajinan tangan.
BRIncubator sendiri merupakan program pendampingan bagi UMKM yang bertujuan untuk membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis mereka, terutama yang memiliki potensi untuk go global.Cinta mengungkapkan bahwa bergabung dengan BRIncubator merupakan langkah strategis bagi Hanenda.
"Alasan bergabung dengan BRIncubator itu karena waktu itu kami butuh fasilitator untuk membantu Hanenda lebih efektif dan efisien dari semua aspek," ujar Cinta pada Jumat (21/3/2025).
Sebagai usaha yang masih dalam tahap awal, Hanenda mulai fokus pada bisnis model wastra Nusantara. Cinta menambahkan bahwa mereka ingin mendapatkan wawasan baru tentang industri fashion etnik, termasuk prospeknya di masa depan.
"Selain itu, kami juga pingin ada insight baru tentang dunia bisnis etnik fesyen, gimana prospeknya, apa yang harus diperhatikan, dan sebagainya," tambahnya.
BRIncubator menjadi wadah pembelajaran bagi mereka. Program ini memberikan pelatihan intensif, mencakup berbagai aspek seperti produksi, pemasaran, keuangan, hingga legalitas bisnis. Prosesnya dimulai dengan seleksi proposal bisnis, lalu dilanjutkan dengan sesi pendampingan oleh mentor yang berpengalaman di bidangnya.
Advertisement
Ilmu yang Diterapkan dari BRIncubator dan Relasi yang Berharga
Salah satu pelatihan yang paling berkesan bagi Cinta sebagai CEO Hanenda adalah terkait legalitas bisnis. Legalitas menjadi faktor krusial yang tidak hanya memberikan perlindungan hukum, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi Hanenda untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih besar.Melalui pelatihan di BRIncubator, Cinta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai berbagai aspek legal yang harus dipenuhi oleh bisnisnya.
"Pelatihan yang paling bermanfaat di bidang legalitas, soalnya dari situ kami bisa tahu aspek legal apa yang harus segera dipenuhi dan bisa membantu scale-up bisnisnya, seperti NIB, badan hukum, SIINAS, Jogja Mark, Sertifikat Halal," tambah Cinta.
Selain mendapatkan ilmu teknis yang berharga, bagi Hanenda, manfaat terbesar dari BRIncubator justru terletak pada jaringan yang mereka bangun selama program berlangsung. Dalam dunia bisnis, memiliki koneksi yang luas sering kali membuka peluang baru yang tidak terduga.
Bagi Cinta, mengikuti BRIncubator bukan hanya soal mendapatkan pelatihan, tetapi juga tentang membangun relasi dengan berbagai pihak yang dapat membantu perkembangan Hanenda ke depan.
"Perubahan yang paling terasa dalam bisnis setelah ikut BRIncubator itu lebih ke relasi" ujar Cinta.
Setelah program selesai, jaringan yang telah dibangun selama BRIncubator tetap mereka manfaatkan. Mereka terus berkomunikasi dengan berbagai pihak yang ditemui selama program, termasuk dari BRI yang memberikan informasi seputar aspek legal dan perpajakan.
"Dari BRIncubator waktu itu kasih info tentang AHU (Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum) dan saya masih sering kontak beliau untuk tanya seputar perpajakan dan sebagainya," ujar Cinta.
Bagi Hanenda, pembelajaran dari BRIncubator tidak berhenti di situ. Mereka terus menerapkan ilmu yang didapat dan secara aktif mengikuti pelatihan lain untuk terus mengembangkan bisnis mereka.
"Semua ilmu dari BRIncubator kami terapkan dan kami sering ikut pelatihan lain juga," pungkasnya.
Advertisement
Hanenda Kerjasama dengan Perusahaan Ternama, EcoTouch Indonesia dan PT Brantas Abipraya
Sejak 2024, Hanenda berkomitmen pada sustainable fashion dengan menghadirkan pakaian yang tahan lama, ramah lingkungan, dan mendukung kesejahteraan pekerja. Mereka menerapkan sistem keberlanjutan dari hulu ke hilir, memastikan proses produksi tidak merusak bumi sekaligus memberikan upah yang layak bagi tenaga kerja.
"Kami fokus pada sustainable fashion sejak 2024. Kami ingin menghadirkan pakaian yang tidak hanya tahan lama, tetapi juga ramah lingkungan. Dari sisi tenaga kerja, kami memastikan mereka mendapatkan upah yang layak. Bagi kami, sustainable fashion berarti menerapkan sistem keberlanjutan secara menyeluruh, dari hulu ke hilir, tidak merusak bumi dan tetap memperhatikan kesejahteraan pekerja," jelas Cinta, Co-Founder Hanenda.
Keikutsertaan dalam program BRIncubator menjadi pijakan penting bagi Hanenda untuk memperkuat fondasi bisnisnya. Berkat pendampingan dan pelatihan yang diterima, Hanenda mendapatkan lebih banyak peluang untuk berkembang, salah satunya dengan berkolaborasi bersama EcoTouch Indonesia, perusahaan yang berfokus pada daur ulang tekstil dan circular fashion.
Kolaborasi ini dimulai pada Januari 2024 dengan kampanye "Daur Ulang Tekstil Ways", yang bertujuan untuk mengurangi limbah fesyen yang dapat merusak lingkungan, terutama di Indonesia.Kampanye ini mengajak masyarakat untuk mendaur ulang pakaian layak pakai maupun pakaian yang tidak layak pakai, serta kain perca.
Dengan mendaur ulang bahan-bahan tersebut, Hanenda dan EcoTouch berharap dapat menciptakan produk fesyen yang lebih berkelanjutan dan mengurangi jumlah sampah tekstil yang ada. Bahan yang diterima dalam program ini meliputi serat natural seperti katun, linen, rayon, tencel, toyobo, baby canvas, denim, dan drill.
Kolaborasi ini bukan hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga menjadi langkah kecil dalam mewujudkan fesyen yang lebih bertanggung jawab.Kampanye ini ternyata menarik perhatian banyak pihak, termasuk PT Brantas Abipraya, sebuah perusahaan BUMN yang berkomitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
"Jadi kita tuh ada campaign, daur ulang tekstil ways. Nah, dari campaign itu terdengar sampai sekretaris perusahaannya Brantas. Jadi sekpernya itu nge-DM kami hingga akhirnya kolaborasi." ujar Cinta.
Dari komunikasi tersebut, Hanenda akhirnya menjalin kerja sama dengan Brantas Abipraya sejak Mei 2024, semakin memperkuat posisi Hanenda sebagai brand yang tidak hanya berbicara tentang sustainable fashion, tetapi juga mengambil aksi nyata dalam mengurangi limbah tekstil.
Melalui kolaborasi ini, Hanenda mampu mengolah kain bekas menjadi produk baru, salah satunya adalah koleksi "Lembah Manah", yang dibuat dari kain daur ulang dan memiliki daya tarik tersendiri di pasar.
Selain komitmennya terhadap keberlanjutan, Hanenda juga memiliki identitas khas dengan trademark gambar burung Penglor, satwa yang dilindungi di Sleman. Keunikan Hanenda semakin terlihat dalam fokusnya pada natural fabrics, pewarna alami (natural dyes), serta bahan daur ulang untuk menciptakan fesyen yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Advertisement
BRIncubator Membangun Citra dan Kepercayaan Mitra UMKM
Lebih dari sekadar program pendampingan bisnis, BRIncubator telah menjadi label prestisius bagi para pesertanya. Lolos seleksi ketat dan mendapatkan bimbingan dari para ahli menandakan bahwa Hanenda adalah brand yang serius berkembang dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.
"Melalui BRIncubator, Hanenda jadi lebih dikenal. Program ini juga memberikan nilai tambah bagi citra kami, sehingga orang-orang melihat bahwa ‘oh, Hanenda pernah mengikuti BRIncubator’,” jelasnya
Dengan dukungan BRIncubator serta kolaborasi dengan EcoTouch Indonesia dan Brantas Abipraya, Hanenda semakin siap melangkah lebih jauh dalam membangun industri fesyen yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Keberlanjutan dalam bisnis bukan hanya soal produk, tetapi juga bagaimana menjalin kerja sama dan membangun ekosistem yang lebih baik bagi masa depan.
Advertisement
Pesan Hanenda untuk UMKM: Sayang Jika Tidak Ikut BRIncubator
Bagi Cinta perjalanan dalam dunia bisnis bukan hanya soal menciptakan produk yang baik, tetapi juga tentang memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Salah satu peluang terbesar yang ia dapatkan adalah melalui BRIncubator, program yang bukan hanya memberikan ilmu bisnis, tetapi juga membentuk pola pikir seorang entrepreneur.
"Pesan untuk UMKM, karena sekarang sudah lebih luas jangkauannya dari BRI juga, fasilitasnya luar biasa, silakan dimanfaatkan untuk belajar sebanyak-banyaknya. Karena sayang banget kalau nggak dimaksimalkan," ujar Cinta.
Menurutnya, program seperti ini bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi fase penting dalam inkubasi bisnis, di mana para pelaku UMKM dapat memperkuat fondasi mereka untuk bertumbuh. Lebih dari sekadar strategi bisnis, pengalaman ini membantu membentuk mindset seorang entrepreneur, yang siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang dari berbagai arah
"Selayaknya inkubasi, itu fase buat membentuk mindset kita sebagai entrepreneur, jadi setiap prosesnya selalu memberikan pelajaran yang berharga. Soalnya kita enggak tahu bakal maju dan dikenal itu dari arah yang mana," lanjutnya.
Baginya, kesempatan dan keberuntungan sering kali datang kepada mereka yang aktif dan fokus. Oleh karena itu, ia mengajak para pelaku UMKM untuk tidak ragu mengambil langkah, mencari ilmu, dan membangun relasi sebanyak mungkin. Karena dalam dunia bisnis, peluang bisa datang dari arah yang tak terduga.
"Kadang keberuntungan juga didapatkan kalau kita mau aktif dan fokus," pungkasnya.
Bagi Cinta, perjalanan membangun Hanenda bukanlah sekadar menciptakan brand sustainable fashion, tetapi juga tentang bagaimana terus belajar, berjejaring, dan membuka diri terhadap peluang baru.
Advertisement
BRIncubator, Wadah Inovasi UMKM untuk Naik Kelas dan Go Global
Perkembangan BRIncubator dari Tahun ke Tahun
BRI terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia melalui berbagai program yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas mereka. Salah satunya adalah BRIncubator, program pengembangan dan kompetisi UMKM yang fokus pada peningkatan keterampilan digital serta validasi ekspor (export validation).
Dilansir dari bri.co.id, BRIncubator pertama kali dilaksanakan pada tahun 2018 di lima kota, yakni Padang, Bandung, Solo, Malang, dan Makassar, dengan melibatkan 500 UMKM dari anggota Rumah BUMN BRI. Pada tahun 2019, program ini diperluas ke Jakarta Pusat, Semarang, Yogyakarta, Sidoarjo, dan Gianyar dengan jumlah peserta yang sama. Dari total peserta, sebanyak 250 UMKM terpilih untuk mengikuti rangkaian workshop, coaching, dan mentoring oleh pengajar bersertifikasi nasional.
Pada tahun 2020, BRIncubator mengusung tema "BRIncubator Go Global" dan dilaksanakan secara daring. Sebanyak 289 UMKM mengikuti proses seleksi dan kurasi, hingga akhirnya 25 UMKM terbaik mendapatkan pendampingan lanjutan serta dukungan untuk masuk ke pasar ekspor.
Setelah sukses dengan program daring pada 2020, BRI terus berinovasi dalam mendukung UMKM agar dapat bertahan dan berkembang di era digital. Pada tahun-tahun berikutnya, BRIncubator terus dikembangkan dengan pendekatan yang lebih komprehensif, menyesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha dalam menghadapi persaingan global.
BRIncubator Lokal Yogyakarta 2023, Meningkatkan Branding dan Daya Saing UMKM
Untuk mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia, pada 2023 BRI kembali menggelar BRIncubator secara offline pada di beberapa kota, termasuk Yogyakarta. Dari lebih dari 100 pendaftar, sebanyak 25 UMKM di Yogyakarta terpilih untuk mengikuti program ini pada 3–13 Mei 2023. Para peserta berasal dari berbagai sektor, seperti kuliner, fashion, dan kerajinan tangan, dengan fokus utama pada peningkatan branding, strategi pemasaran digital, serta kesiapan ekspor.
BRIncubator bukan sekadar program pelatihan biasa. Selama masa inkubasi, peserta mendapatkan berbagai materi yang dirancang untuk memperkuat daya saing bisnis mereka. Mulai dari penguatan entrepreneurial mindset, strategi pemasaran digital, hingga pengelolaan bisnis secara efektif, seluruh pelatihan ini bertujuan agar UMKM dapat bertahan dan berkembang di era yang semakin kompetitif.
Kala itu, CEO Muda Rumah BUMN Yogyakarta yang dijabat oleh Subki Rifai, menegaskan pentingnya program ini dalam membantu pelaku usaha membangun identitas merek dan menjangkau pasar yang lebih luas.
"Harapannya, teman-teman UMKM yang ikut serta pada kegiatan ini bisa meningkatkan branding produknya dan tahu bagaimana menyampaikan delivery brand kepada konsumen yang lebih luas," ujar Subki pada 2023.
Dari 25 UMKM yang mengikuti program ini, tiga peserta terbaik berhasil meraih penghargaan: Juara 1 UMKM Denayu, Juara 2 UMKM Coffetime Leathergoods, Juara 3 UMKM Bambu Tresno. Ketiga pemenang tidak hanya mendapatkan hadiah uang tunai senilai jutaan rupiah, tetapi juga berkesempatan untuk mengikuti program lanjutan yang akan semakin mendukung perkembangan bisnis mereka.
Lebih dari sekadar kompetisi, BRIncubator membuka jalan bagi para pelaku usaha untuk tumbuh dan menembus pasar yang lebih luas.Dengan adanya program seperti BRIncubator, UMKM semakin siap bersaing di level yang lebih tinggi.
Tidak hanya berkembang di pasar lokal, tetapi juga memiliki peluang untuk merambah pasar nasional bahkan internasional. Ini adalah bukti nyata bagaimana pelatihan, pendampingan, dan inovasi dapat menjadi kunci bagi UMKM untuk naik kelas dan menjadi pemain utama dalam perekonomian Indonesia.
Advertisement
BRIncubator 2025, Peluang UMKM Naik Kelas dan Siap Bersaing di Era Digital
BRIncubator kembali hadir untuk mendukung pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnis dan memperluas pasar hingga ke tingkat global. Melalui program ini, peserta akan mendapatkan pendampingan intensif, pelatihan dari mentor berpengalaman, serta strategi praktis dalam pengelolaan usaha dan pemasaran digital.
Tak hanya itu, BRIncubator juga membuka akses permodalan dan membantu UMKM membangun jaringan bisnis yang lebih luas. Dengan pendekatan yang aplikatif, program ini menjadi langkah nyata bagi UMKM agar semakin siap menghadapi persaingan di era digital.
Pendaftaran dibuka hingga 31 Mei 2025. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk membawa bisnismu naik kelas. Berikut langkah mudah mendaftar BRIncubator 2025.
Syarat Pendaftaran BRIncubator 2025
- Usaha milik sendiri & telah berjalan minimal 6 bulan
- Nasabah BRI (Simpanan/Pinjaman)
- Aktif berjualan online (e-commerce)
- Anggota aktif Rumah BUMN BRI
- Memiliki legalitas usaha (NIB)
- Tidak sedang mengikuti program inkubasi serupa & berkomitmen mengikuti seluruh rangkaian BRIncubator
- Bukan alumni program berikut:
✔ BRILianpreneur 2019-2023
✔ UMKM Expo(RT) 2025
✔ BRIncubator 2018-2024
✔ Pengusaha Muda BRILian
✔ Growpreneur
Advertisement
Cara Mudah Mendaftar BRIncubator 2025, Lengkap dengan Linknya
Akses Website
- Buka browser dan kunjungi linkumkm.id.
- Klik "Masuk" untuk mengakses halaman utama.
Pendaftaran Akun (Jika Belum Memiliki Akun)
- Klik "Daftar" dan lengkapi data diri yang diperlukan.
- Centang kotak persetujuan setelah membaca syarat & ketentuan serta kebijakan privasi.
- Klik "Daftar" untuk menyelesaikan proses registrasi.
- Cek email untuk melakukan aktivasi akun.
Masuk ke Akun (Jika Sudah Memiliki Akun)
- Masukkan Email/NIK/No HP serta Password.
- Klik "Masuk" untuk mengakses akun.
Pendaftaran BRIncubator 2025
- Setelah masuk ke akun, klik banner BRIncubator di halaman utama.
- Isi formulir pendaftaran, yang mencakup: Profil Diri, Profil Usaha, Tentang Produk dan Profil Bank
- Pastikan semua data diisi dengan benar.
- Klik "Selanjutnya" untuk menyelesaikan setiap bagian.
- Setelah semua tahap selesai, Anda resmi menjadi peserta BRIncubator 2025!
Jangan ragu untuk segera mendaftar dan menjadi bagian dari UMKM yang naik kelas bersama BRIncubator. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Help Desk resmi BRIncubator atau akses website resmi BRIncubator. Jika membutuhkan panduan lebih lanjut, cek tutorial pendaftaran di: https://bbriid/Tutorial_BRIncubator2025.