Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Berjualan Sampah Sejak Kecil, Pria Semarang Ini Hasilkan Rp 750 Juta per Bulan

Berjualan Sampah Sejak Kecil, Pria Semarang Ini Hasilkan Rp 750 Juta per Bulan Samad dan Sampah Bekas. ©2020 liputan6.com

Merdeka.com - Kebanyakan orang menganggap sampah sebagai barang yang sudah tidak berguna lagi. Namun siapa sangka, apabila diolah dengan baik, sampah dapat menghasilkan banyak uang.

Hal inilah yang dialami Samad. Pria asal Semarang itu menghasilkan pendapatan sebanyak Rp 750 juta per bulan dari berjualan sampah.

Dilansir dari Liputan6.com (13/4/2018), dengan penghasilannya yang banyak itu, Samad bercita-cita untuk memberangkatkan umrah para pemulung di Semarang. Berikut selengkapnya.

Dari Pemulung Menjadi Juragan

samad dan sampah bekas

2020 liputan6.com

Samad berasal dari Kaligondang, Kabupaten Demak. Kesuksesan yang Ia rasakan kini tak lepas dari kehidupan masa kecilnya saat ia masih tinggal di Demak, Jawa Tengah. Masa kecilnya banyak Ia habiskan dengan membantu ibunya memungut sampah.

Dilansir dari Jatengprov.go.id, sejak pindah ke Semarang, Ia berpikir untuk mengubah nasibnya. Dengan meminjam uang sebagai modal usaha dari ibunya, dia membuka tempat jasa pengepul barang bekas.

Sumber Kenikmatan Bagi Pemulung

Setelah berdiri, tempat pengepul barang bekas itu ia beri nama Sumber Nikmat. Nama itu ia berikan dengan harapan tempat itu nantinya bakal jadi sumber kenikmatan bagi para pemulung.

Ia ingin menjadikan tempat itu sebagai tempat yang nyaman bagi para pemulung karena ia punya rasa empati terhadap sesama, khususnya pada para pemulung yang sering memberikan rongsok ke tempatnya.

Mengumpulkan Barang-Barang Rongsokan

samad dan sampah bekas

2020 liputan6.com

Tiap harinya, kurang lebih ada 250 pemulung yang mendatangi tempat pengepul barang rongsokan milik Samad. Mereka menjual barang-barang bekas seperti plastik bekas, kardus bekas, dan besi bekas.

Plastik bekas dijual kepadanya dengan harga Rp 6.500 per kilogram, kardus bekas Rp 2.000 per kilogram, dan besi bekas seharga Rp 4.000 per kilogram.

Setiap hari saya mengumpulkan 15 ton kardus, 2 ton plastik, 200 kuintal logam, dan 4 ton besi bekas. Jadi total tiap hari saya keluar Rp 75 juta untuk membeli barang-barang itu, terang Samad dikutip dari jatengprov.go.id (19/3/2019).

Barang rongsokan itu kemudian ia kirim dengan truk fuso ke pabrik-pabrik di Tangerang, Surabaya, dan Solo untuk diolah kembali menjadi barang-barang kebutuhan rumah tangga.

Usahanya Terus Berkembang

Sejak membuka usaha lima tahun yang lalu, usaha Samad terus mengalami perkembangan. Dilansir dari Jatengprov.go.id (19/3/2019) kini usahanya telah mempekerjakan 50 orang karyawan. Selain itu pemulung yang menyetok barang ke pengepul itu bisa rutin memberikan kritik dan saran. Untuk memotivasi pemulung itu, tiap tahun Samad memberikan penghargaan kepada mereka.

"Setiap kami melaksanakan ulang tahun pernikahan, kami memberi penghargaan pada mereka," ujar Nanik Wijiastuti, istri Samad dikutip dari Jatengprov.go.id

Persaingan Ketat

samad dan sampah bekas

2020 liputan6.com

Menurut Samad, persaingan penjualan rongsokan makin hari makin ketat. Dia berharap, dengan pendapatannya yang mencapai Rp 750 juta per bulan, dalam waktu dekat Ia bisa membeli mesin press yang lebih besar lagi.

"Kalau mau bisa bersaing dengan pemain-pemain lama, kita harus punya jembatan timbang seharga Rp 1 miliar," ujar Samad dilansir jatengprov.go.id (19/3/2019).

Membuka Buku Tabungan Pemulung

Karena dulu pernah merasakan bagaimana hidup menjadi seorang pemulung, Samad punya keinginan untuk menaikkan derajat para pemulung. Hal itu Ia wujudkan dengan dibukanya buku tabungan pemulung. Harapannya, para pemulung bisa memanfaatkan dan mengamankan uangnya agar tidak tercecer di jalan atau habis tak karuan.

Programnya itu mendapat sambutan baik dari para pemulung. Tercatat, ada 150 pemulung yang mengikuti program buku tabungan itu.

"Ada yang menabung Rp 10 ribu sehari, ada yang Rp 20 ribu setiap minggu, ada pula yang menabung sekali sebulan," ujar Samad dilansir dari Liputan6.com (13/4/2018).

Memberangkatkan Pemulung Umrah

samad dan sampah bekas

2020 liputan6.com

Samad berharap, jika uang tabungan itu dikelola dengan benar, akan ada pemulung yang sanggup berangkat haji. Untuk jangka pendeknya, Ia ingin memberangkatkan pemulung umrah.

"Kami punya angan-angan untuk memberangkatkan mereka umrah. Sekarang kami lagi mencari waktu yang pas," ujar Samad dilansir dari Liputan6.com.

Hambatan dari Pemerintah

Walaupun terbilang sukses dalam menghasilkan pundi-pundi rupiah, namun usahanya itu tidak lepas dari kendala. Salah satu kendala dari usaha pengepulan barang bekas adalah kebijakan impor barang bekas yang dikeluarkan pemerintah.

Menurutnya, kebijakan itu membuat harga jual barang bekas menjadi sangat murah. Ia mencontohkan harga kardus yang tadinya Rp 3.000 turun menjadi Rp 2.400 per kilogram. "Mestinya pemerintah berterima kasih telah membantu kebersihan kota. Dan kami tidak meminta bayaran kepada mereka," ujar Samad tegas.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP