Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Berada di Ketinggian 1.200 Mdpl, Ini 3 Fakta Menarik Candi Angin di Jepara

Berada di Ketinggian 1.200 Mdpl, Ini 3 Fakta Menarik Candi Angin di Jepara Candi Angin. ©Jepara.go.id

Merdeka.com - Di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, terdapat sebuah bangunan reruntuhan candi yang tampak sudah hampir tidak berbentuk lagi. Tempatnya yang tersembunyi dan berada di ketinggian 1.200 Mdpl membuat candi itu tidak banyak dikunjungi warga.

Masyarakat sekitar menyebut bangunan kuno itu dengan nama Candi Angin. Penamaan “angin” pada candi itu didasari pada bentuk bangunannya yang kokoh walau diterpa angin pegunungan. Tak hanya itu, beberapa masyarakat percaya dulunya candi ini didirikan sebagai tempat penyembahan terhadap Dewa Angin. Para ahli supranatural menyebutkan kalau ada pusaran angin yang tersembunyi di bawah bangunan candi ini.

Disinyalir Candi Angin merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Kalingga. Umur Candi Angin diduga lebih tua dari pada Candi Borobudur. Berikut selengkapnya:

Pembangunan Candi Angin

candi angin

©Jepara.go.id

Dilansir dari Idsejarah.net, Candi Angin disinyalir merupakan peninggalan Kerajaan Kalingga. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa kerajaan itu berdiri di pesisir pantai utara Jawa Tengah, tak jauh dari lokasi berdirinya Candi Angin.

Selain itu, ada juga yang berpendapat bahwa Candi Angin dibangun oleh Resi Wigotoyoso yang mendatangkan batu ke tempat itu dengan sendirinya. Bahkan Resi Wigotoyoso tidak perlu repot menyusun bangunan candi tersebut karena dapat tersusun dengan ajaib hingga membentuk sebuah candi.

Candi yang Misterius

candi angin

©Jepara.go.id

Oleh masyarakat setempat, Candi Angin dianggap sebagai candi yang misterius dan dihormati keberadaannya. Dengan melewati medan yang berat, mereka biasa mendatangi tempat itu pada bulan Asyura dengan membawa makanan berupa kupat sebagai rasa syukur dan terima kasih.

Selain itu ada kepercayaan oleh masyarakat setempat bahwa mereka yang ingin mengunjungi candi itu tidak boleh mengeluh kelelahan. Mereka percaya pelanggaran pantangan dalam mengeluh itu bisa mendatangkan hal buruk yang tidak diharapkan. Di samping itu, ada juga pantangan bahwa pengunjung tidak boleh buang air kecil atau buang air besar sembarangan di tempat itu.

Sumur Penyimpan Air Abadi

candi angin

©Jepara.go.id

Candi Angin tersusun dari tumpukan batu andesit yang dikonstruksi secara berundak. Diduga masih ada bagian candi yang masih terpendam di bawah tanah.

Tak hanya itu, di sana pula ada peninggalan punden berundak yang menyimpan sumur batu. Sumur tersebut bahkan mampu menyimpan air abadi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Konon air yang berada di sumur itu tidak terendam saat musim hujan dan tidak kering saat datang musim kemarau.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP