Azan Berkumandang di Minnesota Amerika, Pertama Kali Saat Ramadan

Selasa, 28 April 2020 04:00 Reporter : Denny Marhendri
Azan Berkumandang di Minnesota Amerika, Pertama Kali Saat Ramadan Muslim Amerika. ©Reuters

Merdeka.com - Di saat penyebaran virus corona yang mengkhawatirkan banyak orang semakin meluas, berbagai kebijakan dan upaya pencegahan harus segera dilakukan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan dukungan moral kepada sesama.

Dukungan moral bisa membuat orang lain merasa lebih tegar dalam menghadapi musibah yang melanda. Baru-baru ini beberapa masjid di wilayah Minnesota, Amerika Serikat mengumandangkan suara azan untuk pertama kalinya.

Seperti layaknya kumandang azan di masjid di negara-negara muslim, azan yang berkumandang di Minnesota tersebut dikumandangkan melalui pengeras suara yang berada di masjid.

2 dari 4 halaman

Ciptakan Sejarah

Kumandang azan pertama kali tersebut merupakan bentuk dukungan moral kepada umat muslim di Minneapolis yang tidak bisa melakukan ibadah di masjid karena penyebaran virus corona.

Informasi yang dilansir dari Al Jazeera, azan tersebut berkumandang pertama kali pada hari Kamis (23/4) dan kembali dikumandangkan pada Jumat (24/4) dan akan berlangsung lima kali selama bulan Ramadan 2020. Kumandang azan tersebut dianggap sebagai momen bersejarah bagi masyarakat Mineesota dan beberapa kota besar di Amerika Serikat.

"Pasti ada banyak kegembiraan. Beberapa orang menganggapnya sebagai sejarah," jelas Imam Abdisalam Adam selaku Dewan Masjid Dar Al-Hijrah, tempat azan tersebut dikumandangkan.

Sebelumnya, azan hanya boleh dikumandangkan di dalam masjid saja atau di salah satu tempat berkumpulnya umat musim di Amerika Serikat. Nantinya, kumandang adzan ini akan dikumandangkan oleh beberapa masjid yang ditunjuk sebagai perwakilan di sekitar kota.

3 dari 4 halaman

Mendesak Karena Virus Corona

Seorang Direktur Eksekutif Dewan Minnesota untuk Hubungan Amerika-Islam (CAIR) yang bernama Jaylani Hussein mengatakan bahwa sebenarnya aturan kumandang azan ini telah sudah lama dibahas oleh pihak berwenang setempat.

Tetapi karena pandemi virus corona yang membuat umat muslim setempat tidak bisa beribadah di masjid maka kumandang azan ini adalah kebutuhan yang mendesak.

"Kami ingin tetap menjangkau orang-orang yang sering mengunjungi masjid dan komunitas ini. Jika kita tidak bisa merangkul secara fisik, setidaknya melalui kumandang ini, seruan salat dapat dijadikan tanda kebersamaan di saat kondisi yang sulit seperti ini," tutur Husein.

4 dari 4 halaman

Tidak Seperti Ramadan Pada Biasanya

Sejumlah masjid yang harus ditutup sementara guna menghindari persebaran virus corona, membuat umat muslim yang biasanya meramaikan masjid saat Ramadan terpaksa harus kehilangan momen tersebut.

Hal itu diungkapkan Adam, salah seorang imam masjid, bahwa Ramadan tahun ini berbeda dengan Ramadan sebelumnya karena tidak ada suasana Ramadan di masjid namun diganti dengan adanya kumandang adzan.

"Dengan ditiadakannya shalat Jumat dan shalat jamaah, kami berharap ini (azan) akan memberi rasa penghiburan dan rangkulan non fisik kepada umat muslim dengan memberikan kebutuhan spritual dari sesama muslim," ucap Adam.

[dem]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini