Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Albuminuria Adalah Ginjal Bocor, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Albuminuria Adalah Ginjal Bocor, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya Ilustrasi sakit perut. ©Shutterstock.com/Lucky Business

Merdeka.com - Ginjal merupakan sepasang organ ekskresi dalam vibreta yang memiliki bentuk seperti kacang di area punggung bagian bawah. Ginjal memiliki beberapa fungsi, seperti menyaring kotoran serta membuangnya bersama air dalam bentuk urine. Apabila ginjal tidak berfungsi dengan baik maka dapat menyebabkan beberapa gangguan, salah satunya ginjal bocor.

Dalam dunia medis, istilah ginjal bocor ini lebih dikenal dengan albuminuria atau proteinuria. Kondisi ini bisa terjadi ketika urine mengandung jumlah protein terlalu banyak dan menyebabkan kebocoran. Biasanya, bocornya protein ke dalam urine disebabkan oleh rusaknya pembuluh dari kecil pada ginjal.

Penderita albuminuria biasanya akan mengalami beberapa gejala seperti urine yang dikeluarkan berbusa atau berbuih dan muncul pembengkakan di bagian tubuh. Lantas, apa saja penyebab albuminuria dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasannya yang merdeka.com lansir dari Healthline berikut ini.

Penyebab Albuminuira

ilustrasi sakit perut

©iStockphoto

Seperti yang sudah diketahui, protein dengan jumlah sedikit dalam urine merupakan suatu yang umum terjadi. Akan tetapi, jumlah protein dalam urine yang terlalu banyak atau albuminuria bisa menjadi salah satu gejala penyakit ginjal. Pasalnya, kondisi ini bisa memicu datangnya berbagai macam penyakit.

Albuminuira adalah kondisi ginjal yang mengeluarkan terlalu banyak protein di dalam urine. Gangguan pada ginjal ini kerap disebabkan oleh rusaknya pembuluh darah kecil, sehingga tidak bisa menyaring darah dengan baik. Seseorang yang mengalami albuminuira berat, urine yang dikeluarkan bisa mengandung jumlah protein sebanyak 2-3 gram per hari.

Salah satu penyebab albuminuira adalah terjadinya infeksi ginjal. Kondisi ini dapat terjadi karena adanya perpindahan bakteri dari saluran kemih bagian bawah menuju ginjal. Selain itu, ada beberapa penyebab albuminuira lainnya, di antaranya sebagai berikut:

Lupus Nefritis

Lupus merupakan salah satu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari virus dan bakteri, justru menyerang balik sel dan organ tubuh. Adapun lupus nerfritis adalah peradangan pada ginjal akibat adanya pengaruh dari penyakit systemic lupus ertthematosus (SLE). Kondisi ini bisa menganggu fungsi ginjal dan menyebabkan adanya darah dan protein di dalam urine.

Preeklamsia

Salah satu gangguan yang kerap menjadi penyebab albuminuira adalah preeklamsia. Gangguan kompilkasi kehamilan ini ditandai dengan adanya tekanan darah tinggi serta kadar protein dalam urine yang terlalu banyak. Biasanya, wanita hamil yang mengalami gangguan ini akan merasakan gejala nyeri pada perut dan sakit kepala parah.

Gejala Albuminuria

ilustrasi kencing

© Thevarsity.ca

Seseorang yang mengalami gangguan albuminuria biasanya akan merasakan beberapa gejala, seperti mengeluarkan urin lebih sering, sesak napas, dan mudah lalah. Selain itu, ada beberapa gejala albuminuria lainnya, di antaranya seperti berikut:

• Kehilangan nafsu makan

• Mata bengkak

• Urine berbusa

• Pembengkakan di beberapa bagian tubuh, seperti wajah, perut, kaki, dan sekitar pergelangannya

• Kram otot pada malam hari

Di samping itu, ada beberapa faktor risiko yang bisa membuat seseorang mengalami albuminuira, di antaranya obesitas, usia di atas 65, dan riwayat keluarga terhadap penyakit ginjal. Adapun beragam kondisi yang bisa memicu peningkatan kadar protein dalam urine, antara lain kanker sel plasma, penyakit jantung dan penyakit autoimun.

Cara Mengatasi Albuminuria

Albuminuria adalah salah satu penyakit yang tidak spesifik. Dengan kata lain, perawatannya juga tergantung dengan identifikasi dan penanganan penyebab. Ada beberapa jenis obat yang biasa digunakan untuk menangani albuminuria seperti ACE (angiotensin converting enzyme) dan ARB (angiotensin receptor blockers).

Di samping itu, ada beberapa cara mengatasi albuminuria secara alami, seperti menjaga pola makan, olahraga rutin, dan mengurangi jumlah asupan garam. Meski begitu, jika Anda merasakan beberapa gejala albuminuria segara berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

(mdk/jen)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP