Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

7 Manfaat Rebusan Bawang Merah, Menjaga Kesehatan Jantung hingga Pencernaan

7 Manfaat Rebusan Bawang Merah, Menjaga Kesehatan Jantung hingga Pencernaan Ilustrasi bawang merah. ©Shutterstock

Merdeka.com - Bawang merah merupakan salah satu bumbu dapur yang sering digunakan untuk membuat berbagai macam masakan. Dalam hal ini, bawang merah dapat memberikan cita rasa gurih sedikit manis dan aroma yang khas. Tak heran, jika bawang merah merupakan bumbu penyedap alami yang membuat cita rasa makanan semakin lezat.

Bukan hanya itu, bawang merah juga memiliki beragam kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh. Mulai dari kalori, karbohidrat, protein, serat, zat besi, kalsium, folat, magnesium, kalium, fosfor, hingga zinc. Selain itu, bawang merah juga mengandung beberapa jenis antioksidan seperti flavonoid, polifenol, quercetin, dan saponin.

Beragam kandungan nutrisi yang terdapat pada bawang merah memang memberikan khasiat kesehatan tersendiri. Dikatakan, konsumsi bawang merah bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, mencegah kanker, membantu mengontrol gula darah, meningkatkan kepadatan tulang, hingga baik untuk kesehatan pencernaan.

Berbagai manfaat ini bisa didapatkan salah satunya dengan konsumsi rebusan bawang merah. Meskipun sepele, namun rebusan bawang merah ini dapat menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk hidup sehat dan bebas penyakit. Sebagai bahan alami, tentu rebusan bawang merah ini aman untuk dikonsumsi sehari-hari.

Dilansir dari Healthline, berikut kami merangkum manfaat rebusan bawang merah bagi kesehatan yang perlu Anda ketahui.

Manfaat Rebusan Bawang Merah: Menjaga Kesehatan Jantung hingga Penangkal Kanker

ilustrasi jantung

cardiomyopathy.org

Menjaga kesehatan jantung

Manfaat rebusan bawang merah yang pertama dapat menjaga kesehatan jantung. Dalam hal ini, bawang merah mengandung antioksidan dan senyawa lain yang dapat melawan peradangan, menurunkan trigliserida, dan mengurangi kadar kolesterol. Beberapa hal ini sangat mendukung kesehatan jantung yang lebih baik.

Selain itu, sifat anti inflamasi bawang merah juga dapat membantu mengurangi tekanan darah tinggi dan melindungi dari pembekuan darah. Manfaat ini didapatkan tidak lain dari kandungan quercetin yang merupakan senyawa antioksidan flavonoid terkonsentrasi kuat. Di samping itu, penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi bawang merah terbukti efektif menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Sumber antioksidan

Manfaat rebusan bawang merah berikutnya yaitu sebagai sumber antioksidan, Seperti diketahui, antioksidan adalah senyawa baik yang berfungsi menghambat oksidasi, yaitu suatu proses yang menyebabkan kerusakan sel dan berkontribusi terhadap penyakit seperti kanker, diabetes, dan penyakit jantung.

Dalam hal ini, bawang merah merupakan sumber antioksidan yang sangat baik. Faktanya, bawang merah mengandung lebih dari 25 jenis antioksidan flavonoid yang berbeda. Salah satunya adalah senyawa antioksidan jenis antosianin, yang menurut penelitian berperan dalam penurunan risiko penyakit jantung secara signifikan.

Penangkal kanker

Manfaat rebusan bawang merah juga berupa penangkal kanker. Berdasarkan penelitian, konsumsi sayuran dari genus Allium seperti bawang putih dan bawang merah, dikaitkan dengan risiko kanker yang lebih rendah, termasuk kanker perut dan kolorektal.

Sifat antikanker ini didapatkan dari senyawa belerang dan antioksidan flavonoid yang terdapat pada bawang merah. Senyawa belerang ini telah terbukti mampu mengurangi perkembangan tumor dan memperlambat penyebaran kanker ovarium dan paru-paru dalam penelitian tabung reaksi.

Manfaat Rebusan Bawang Merah: Mengontrol gula darah hingga Meningkatkan kepadatan tulang

011 siti rutmawati

©www.huffingtonpost.com

Mengontrol gula darah

Manfaat rebusan bawang merah yang tak kalah menarik yaitu dapat membantu mengontrol gula darah dengan baik. Konsumsi bawang merah bahkan sangat disarankan bagi penderita diabetes dan pradiabetes. Berdasarkan penelitian, konsumsi bawang merah segar dapat mengurangi kadar gula darah puasa sekitar 40 mg/dl setelah empat jam.

Selain itu, beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa konsumsi bawang merah dapat bermanfaat bagi kontrol gula darah. Dalam penelitian terhadap hewan tikus, ditemukan bahwa ekstrak bawang merah dapat membantu menurunkan gula darah puasa dan membantu mendapatkan lemak tubuh yang jauh lebih rendah.

Meningkatkan kepadatan tulang

Mampu meningkatkan kepadatan tulang juga termasuk salah satu manfaat rebusan bawang merah. Bukan hanya susu, bawang merah juga dikatakan sangat berperan dalam membantu membentuk tulang yang lebih sehat dan kuat.

Berdasarkan penelitian pada wanita paruh baya dan pascamenopause, mereka yang mengonsumsi jus bawang merah mendapatkan peningkatkan kepadatan mineral tulang dan aktivitas antioksidan yang lebih baik dibandingkan orang yang tidak mengonsumsi. Penelitian lain juga menemukan, wanita yang lebih tua yang mengonsumsi bawang bombay mempunyai risiko patah tulang pinggul 20 persen lebih rendah.

Manfaat Rebusan Bawang Merah: Antibakteri hingga Meningkatkan kesehatan pencernaan

ilustrasi sakit perut

©iStockphoto

Antibakteri

Manfaat rebusan bawang merah selanjutnya yaitu didapatkan dari sifat antibakterinya. Bawang merah dapat melawan bakteri yang berpotensi berbahaya, seperti Escherichia coli (E. coli), Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus (S. aureus) dan Bacillus cereus.

Selain itu, ekstrak bawang merah telah terbukti menghambat pertumbuhan Vibrio cholerae, bakteri yang menjadi perhatian utama kesehatan masyarakat di negara berkembang. Kandungan quercetin yang diekstraksi dari bawang merah juga terbukti ampuh dalam melawan bakteri.

Meningkatkan kesehatan pencernaan

Manfaat rebusan bawang merah yang terakhir namun tak kalah penting yaitu dapat meningkatkan kesehatan pencernaan. Bawang adalah sumber yang kaya serat dan prebiotik, yang diperlukan untuk kesehatan usus yang optimal. Prebiotik adalah jenis serat yang tidak dapat dicerna yang dipecah oleh bakteri usus yang menguntungkan.

Dalam hal ini, bakteri usus memakan prebiotik dan membuat asam lemak rantai pendek, seperti asetat, propionat, dan butirat. Asam lemak rantai pendek ini dapat memperkuat kesehatan usus, meningkatkan kekebalan, mengurangi peradangan dan meningkatkan pencernaan.

(mdk/ayi)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP