7 Adab Membaca Doa Setelah Sholat Wajib, Agar Mudah Diterima dan Dikabulkan Allah

Minggu, 24 Mei 2020 04:40 Reporter : Ayu Isti Prabandari
7 Adab Membaca Doa Setelah Sholat Wajib, Agar Mudah Diterima dan Dikabulkan Allah ilustrasi sholat. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Berdoa menjadi suatu kebutuhan yang akan dilakukan dan dipenuhi oleh masing-masing umat beragama. Di mana berdoa sebagai salah satu sarana berinteraksi antara seorang hamba dengan Tuhan-Nya. Bahkan dapat dikatakan, berdoa menjadi upaya untuk mendekatkan diri dengan Sang Maha Pencipta.

Kegiatan memanjatkan doa juga dilakukan oleh seluruh penganut agama Islam. Tentunya, kegiatan berdoa di sini dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Namun, pada umumnya umat muslim mempunyai waktu-waktu yang paling utama untuk memanjatkan doa, yaitu tidak lain adalah setelah melaksanakan sholat wajib.

Biasanya usai menunaikan sholat wajib setiap lima waktu, umat muslim akan duduk bersimpuh dan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Dalam kesempatan ini, umat Islam dapat memohon ampun atas kesalahan yang telah dilakukan, maupun memanjatkan doa meminta pertolongan hingga kemudahan rezeki selama menjalani kehidupan. Bahkan tidak sedikit umat muslim yang bersandar dan memanjatkan doa kepada Allah saat sedang dilanda perasaan sedih.

Namun sebenarnya, terdapat beberapa adab membaca doa setelah sholat wajib dengan benar yang perlu diketahui oleh seluruh umat muslim. Hal ini perlu dilakukan agar doa yang dipanjatkan mudah diterima dan dikabulkan oleh Allah SWT. Dilansir dari Liputan6.com, berikut beberapa adab membaca doa setelah sholat wajib, yang perlu Anda ketahui.

2 dari 8 halaman

Diawali dengan Memuji Keagungan Allah, Berselawat, dan Memohon Ampun

ilustrasi sholat
©2020 Merdeka.com

Adab membaca doa setelah sholat wajib yang pertama yaitu diawali dengan memuji keagungan Allah, berselawat kepada Nabi, dan memohon Ampun. Di sini, umat muslim bisa mengawali doa dengan membaca kalimat pujian kepada Allah. Seperti hamdalah, takbir, atau mengucapkan asmaul husna.

Setelah itu, bisa dilanjutkan dengan membaca selawat kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai nabi dan rasul utusan Allah yang menjadi suri tauladan seluruh umat muslim.

Hal tersebut juga disebutkan dalam hadist riwayat Ahmad dan Abu Daud, di mana Rasulullah bersabda, “Apabila di antara kalian berdoa, hendaknya mengawalinya dengan memuji dan mengagungkan Allah, kemudian hendaklah berselawat kepada Nabi SAW. Kemudian berdoalah kalian sesuai kehendak.”

Setelah memuji keagungan Allah dan memanjatkan selawat untuk Nabi, selanjutnya bisa menjadi kesempatan untuk memohon ampun kepada Allah. Umat muslim dapat membaca doa untuk memohon ampun atas segala kesalahan yang telah diperbuat.

Di sini Allah Yang Maha Pemaaf, akan membuka pintu maaf kepada seluruh hambanya yang ingin bertaubat dengan sungguh-sungguh.

3 dari 8 halaman

Menghadap Kiblat Sambil Mengangkat Tangan

Adab membaca doa setelah sholat wajib selanjutnya adalah menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan. Dalam hadist riwayat Muslim, Jabir radhiallahu ‘anhu mengatakan bahwa Nabi SAW saat berada di Padang Arafah, menghadap arah kiblat lalu berdoa kepada Allah hingga matahari terbenam.

Selain itu dalam hadist riwayat Abu Daud dan At-Tirmidxi, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Tuhan kamu sekalian itu Malu & Maha Memberi. Dia malu kepada hambanya ketika hamba itu mengangkat tangan kepadanya namun kembali dengan tangan kosong.”

Bukan hanya itu, Ibnu Abbas radhiallahu’anhu dalam HR. At-Thabrani pun meriwayatkan, bahwa Nabi Muhammad SAW selalu berdoa dengan menggabungkan kedua telapak tangan menjadi satu dan mengangkatnya setinggi wajah, atau posisi wajah menghadap telapak tangan. Ini bisa menjadi satu adab membaca doa setelah sholat wajib yang baik dilakukan oleh seluruh umat muslim, sesuai dengan ajaran Rasulullah.

4 dari 8 halaman

Khusyuk

ilustrasi sholat
©2020 Merdeka.com

Khusyuk juga menjadi salah satu adab membaca doa setelah sholat wajib yang bisa dilakukan oleh umat muslim. Khusyuk di sini diartikan sebagai usaha merendahkan hati, menyerahkan diri atau tunduk, serta menempatkan diri serendah-rendahnya dihadapan Allah SWT. Sikap ini tidak hanya diterapkan saat melaksanakan sholat, tetapi juga saat memanjatkan doa kepada Allah.

Dalam hal ini, Allah telah berfirman dalam QS A-Anbiya ayat 90, yaitu : “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang bersegera dalam kebaikan dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.”

5 dari 8 halaman

Dengan Suara Perlahan

Selanjutnya, adab membaca doa setelah sholat wajib hendaknya dilakukan dengan suara pelan atau perlahan. Dalam hal ini, Rasulullah pernah mengingatkan kepada para sahabatnya yang berdzikir dengan suara keras hingga terkesan berteriak-teriak.

“Wahai para manusia, kasihanilah diri kalian. Sesungguhnya kalian tidaklah menyeru kepada Dzat yang tuli dan tidak ada, sesungguhnya Allah beserta kalian, Dia adalah Dzat yang Maha mendengar lagi Maha dekat.” (HR. Bukhari)

Selain itu, Allah pun telah berfirman pada beberapa ayat dalam Al Quran, memerintahkan hambanya untuk berdoa dengan suara yang lembut dan merendahkan diri.

“Berdoalah kalian kepada Tuhan kalian dengan merendah diri dan dengan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak suka orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 55)

“Janganlah kamu mengeraskan doamu dan jangan pula merendahkannya (menyamarkannya;pelan) dan carilah jalan tengah di antara kedua jalan itu.” (QS. Al-Isra: 110)

6 dari 8 halaman

Yakin Doa akan Terkabul

ilustrasi sholat dhuha
©2020 Merdeka.com

Adab membaca doa setelah sholat wajib selanjutnya adalah meyakini doa akan dikabulkan oleh Allah SWT. Dalam ajaran agama Islam, seluruh umat muslim perlu dan baik untuk berhusnudzan atau berprasangka baik kepada Allah.

Hal ini pun dapat diterapkan setiap kali memanjatkan doa kepada Allah. Di sini umat muslim harus yakin bahwa doanya akan dikabulkan oleh Allah entah cepat atau lambat, karena hanya Allah yang mampu memberikan setiap jalan hidup kepada setiap hambanya.

Anjuran untuk berbaik sangka kepada Allah juga disebutkan oleh Rasulullah dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim : “Janganlah diantara kalian ketika berdoa berkata: ‘Ya Allah ampunilah aku jika Engkau menghendaki. Ya Allah belas kasihilah aku jika Engkau menghendaki. Hendaknya ia memantapkan permohonannya, sebab tidak ada yang memaksa Allah.”

Bukan hanya itu, Rasulullah dalam hadist riwayat Ibnu Hibban pun menganjurkan seluruh umat muslim untuk memantapkan hati setiap kali memanjatkan doa kepada Allah SWT. “Apabila kalian berdoa, hendaknya memantapkan permohonannya. Sebab Allah tidak keberatan dan kesulitan mewujudkan sesuatu.”

7 dari 8 halaman

Mengulang Doa dan Tidak Terburu-buru

Adab membaca doa setelah sholat wajib juga akan lebih baik jika dilakukan secara berulang dan tidak terburu-buru. Diriwayatkan dalam hadist riwayat Muslim, bahwa Rasulullah mengulang-ulang sampai tiga kali setiap kali memanjatkan doa kepada Allah.

Selain itu, Nabi Muhammad juga menganjurkan seluruh umat muslim untuk tidak terburu-buru saat sedang berdoa. Hal ini disebutkan dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim, “Akan dikabulkan (doa) di antara kalian selama tidak tergesa-gesa.”

8 dari 8 halaman

Jangan Mendoakan Keburukan

ilustrasi sholat
©2020 Merdeka.com

Adab membaca doa setelah sholat wajib yang terakhir adalah dengan tidak mendoakan suatu keburukan. Dalam hal ini, Rasulullah pernah bersabda, “Doa para hamba akan senantiasa dikabulkan, selama tidak berdoa yang isinya dosa atau memutus silaturahim.” (HR. Muslim dan Abu Daud).

Dalam hadist tersebut dapat dipahami bahwa Allah akan selalu mengabulkan setiap doa yang dipanjatkan hambanya, selain doa keburukan.

Dengan begitu, akan lebih baik jika selalu memanjatkan doa yang berisi harapan baik dan menghindari doa yang berisikan keburukan untuk diri sendiri maupun orang lain.

[ayi]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini