Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

6 Unsur Drama Beserta Jenisnya yang Perlu Diketahui

6 Unsur Drama Beserta Jenisnya yang Perlu Diketahui ilustrasi drama. Dokumentasi Sanggar Ori Gunungkidul

Merdeka.com - Setiap orang mungkin pernah mendengar, menyaksikan, atau bahkan menjadi pelaku pementasan sebuah drama. Banyak sekali kegiatan yang mengusung pementasan drama sebagai acara inti. Hal ini karena drama menjadi salah satu tontonan yang cukup digemari oleh semua kalangan.

Drama merupakan sebuah cerita yang ditampilkan di depan umum dan terdapat dialog atau percakapan yang diperankan oleh beberapa tokoh. Tak hanya dialog dan percakapan, biasanya dalam pementasan drama juga disertai dengan aksi-aksi tertentu, sehingga hal ini dapat menarik penonton.

Secara definisi, drama dapat dipahami sebagai karya seni berupa percakapan yang dipentaskan. Umumnya, drama juga menggambarkan realitas kehidupan, karakter, serta perilaku manusia melalui sebuah pertunjukan. Sehingga di dalam sebuah drama tak jarang kita melihat kisah-kisah atau adegan yang dipenuhi aksi dan konflik tertentu.

Pengertian Drama

ilustrasi drama

Instagram/Sanggar Ori Gunungkidul

Drama berasal dari bahasa Yunani "Draomai" yang memiliki arti beraksi, bertindak, berbuat, dan berlaku. Lazimnya, drama adalah salah satu bentuk teater yang menggunakan tokoh untuk berdialog atau bercakap-cakap yang didukung dengan gerak-gerik serta unsur artistik pertunjukan.

Sedangkan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), drama merupakan komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan atau watak melalui tingkah laku atau dialog yang dipentaskan. Adapun cerita atau kisah yang dipentaskan akan melibatkan konflik atau emosi yang tersusun.

Secara umum, drama merupakan salah satu aliran atau jenis dalam sastra yang menggambarkan gerak kehidupan manusia. Dalam masa kedudukan Belanda, drama disebut sebagai Tonil, yang kemudian istilah tersebut diganti menjadi Sandiwara.

Jenis-Jenis Drama

ilustrasi drama

Dokumentasi Sanggar Ori Gunungkidul

Drama berdasarkan penyajian cerita dibagi menjadi beberapa jenis, hal ini tergantung dengan dasar yang digunakannya, seperti penyajian lakon, sarana, serta keberadaan naskah. Secara umum, berikut ini beberapa jenis drama yang biasa kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Tragedi

Tragedi merupakan salah satu jenis drama yang berisi cerita penuh kesedihan. Sepanjang jalannya cerita, kita akan menyaksikan tokoh atau pelaku utama akan mengalami kegagalan yang biasanya berujung dengan duka atau kematian. Sehingga jenis drama ini akan membuat penonton seolah-olah ikut merasakan kesedihan yang dialami tokoh utama.

2. Komedi

Komedi merupakan jenis drama yang menggambarkan suasana suka cita yang biasanya berisi lelucon. Jenis drama ini menjadi salah satu yang cukup digemari semua kalangan karena akan menimbulkan tawa penonton. Meskipun demikian, drama komedi tidak sama seperti acara lawak, sehingga masih sesuai dengan kaidah atau unsur drama.

Di samping itu, para tokoh juga akan memunculkan dialog-dialog yang akan memancing tawa dari penonton. Bahkan, tak jarang kata-kata lucu dari tokoh mengandung sindiran atau kritik kepada anggota masyarakat tertentu. Sehingga hal inilah yang terkadang membuat penonton tertawa hingga terpingkal-pingkal.

3. Opera

Opera adalah drama yang dialognya diiringi dengan musik. Adapun lagu yang dinyanyikan pemain satu biasanya berbeda dengan pemain lain. Bentuk dari drama ini lebih mementingkan musik dan nyanyian, sementara para tokoh yang terlibat hanya sebagai sarana untuk menggambarkan suasana dalam cerita.

4. MelodramaMelodrama merupakan jenis drama yang dialognya diucapkan dengan iringan melodi atau musik. Jenis drama ini berasal dari drama opera yang kemudian dikembangkan menjadi aliran tersendiri dengan iringan peralatan musik. Sehingga tak jarang saat pementasan ini para tokoh ikut bernyanyi.

Selain itu, melodrama juga memungkinkan para tokoh untuk menari mengikuti irama musik. Melodrama juga menjadi salah satu drama yang cukup digemari oleh semua kalangan, pertunjukannya yang atraktif dengan iringan musik, menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.

Unsur-Unsur Drama

ilustrasi drama

Dokumentasi Sanggar Ori Gunungkidul

Salah satu bagian terpenting dalam sebuah drama ialah naskah drama. Sebelum mementaskan pertunjukan, penulis harus mengerti alur cerita yang akan dipentaskan. Tentunya, dalam pembuatan naskah atau alur cerita tersebut, biasanya penulis menggunakan unsur-unsur drama, yang meliputi tema, amanat, plot, karakter, dialog, dan lain sebagainya.

Sehingga sebelum menulis naskah drama, sebaiknya memahami dasar dari unsur-unsur drama yang berlaku. Adapun penjelasan unsur-unsur drama ialah sebagai berikut:

1. Tema

Tema merupakan salah satu unsur paling penting dalam pementasan drama. Pasalnya, tema atau pikiran pokok tersebut yang akan menjadi dasar sebuah pementasan drama. Tanpa adanya tema, pementasan drama tidak akan menarik, sebab tokoh akan kesulitan memerankan watak atau karakter yang diperankan.

Di samping itu, tema juga akan membantu penonton dalam menangkap atau memahami sajian pementasan tersebut. Misalnya dalam sebuah pementasan mengangkat tema tentang keluarga, maka cerita ini akan dikembangkan sedemikian rupa menceritakan kehidupan sehari-hari sebuah keluarga.

2. Amanat

ilustrasi drama

©2020 Merdeka.com

Unsur drama yang tidak kalah pentingnya ialah amanat. Dalam pementasan drama harus ada amanat atau pesan moral yang ingin disampaikan ke penonton. Biasanya amanat akan diselipkan melalui dialog-dialog yang diperankan oleh para tokoh.

Sehingga dengan adanya amanat, penonton akan mendapatkan pelajaran atau pesan yang ada di dalam drama tersebut. Selain itu, penonton juga akan menyimpulkan sendiri pelajaran atau pesan moral yang didapatkan setelah menonton pertunjukan drama.

3. Plot

ilustrasi drama

©2020 Merdeka.com

Plot atau alur merupakan jalinan cerita dari awal sampai akhir pementasan drama. Secara umum, unsur drama ini mengandung permasalahan, konflik, klimaks, dan penyelesaian permasalahan.

Plot menjadi salah satu unsur paling penting dalam sebuah drama, hal ini yang akan menentukan menarik tidaknya dari pementasan drama.

4. Karakter

Unsur drama berikutnya yaitu karakter atau perwatakan tokoh. Dalam sebuah pementasan drama, tokoh harus memiliki watak dan perilaku yang menonjol. Sehingga penonton dapat memahami bagaimana alur cerita yang sedang diperankan oleh para tokoh.

Karakter ini sudah diciptakan saat penulis menulis sebuah naskah drama. Kemudian penggambaran watak ini akan dikembangkan oleh masing-masing tokoh. Sehingga konsistensi watak para tokoh ini sangat penting diperankan dari awal hingga akhir cerita.

5. Dialog

ilustrasi drama

Instagram.com/Sanggar Ori Gunungkidul

Dialog merupakan percakapan yang terjadi dalam sebuah pementasan drama. Secara umum, dialog yang digunakan saat pementasan drama harus memahami kalangan penonton.

Misalnya akan mementaskan sebuah pertunjukan drama di kalangan remaja, maka bahasa yang digunakan dalam dialog tersebut disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari para remaja.

6. Setting

ilustrasi drama

©2020 Merdeka.com

Setting atau tempat merupakan salah satu unsur drama yang paling mendukung pementasan. Biasanya setting akan disesuaikan dengan suasana dalam cerita. Sehingga penonton akan memahami kapan, di mana, serta suasana yang diciptakan dalam pementasan tersebut.

Selain itu, panggung juga harus mampu menggambarkan suasana yang tercipta dalam setiap adegan. Oleh karena itu, tak jarang kita melihat berbagai macam properti pendukung di atas panggung. Hal ini dimaksudkan agar penonton lebih memahami alur cerita yang sedang dikembangkan di hadapan umum.

(mdk/jen)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP