Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

6 Fakta Aksi Puasa Massal Pekerja Rumah Tangga di Enam Kota, Dorong RUU PPRT Segera Disahkan

6 Fakta Aksi Puasa Massal Pekerja Rumah Tangga di Enam Kota, Dorong RUU PPRT Segera Disahkan

6 Fakta Aksi Puasa Massal Pekerja Rumah Tangga di Enam Kota, Dorong RUU PPRT Segera Disahkan

Nyaris dua dekade RUU PPRT terkatung-katung

Para Pekerja Rumah Tangga (PRT) melakukan aksi mogok makan di depan Gedung DPR RI, Jakarta mulai Senin (14/8/2023). Aksi puasa massal ini akan dilakukan sampai<br />RUU PPRT disahkan menjadi undang-undang.

Para Pekerja Rumah Tangga (PRT) melakukan aksi mogok makan di depan Gedung DPR RI, Jakarta mulai Senin (14/8/2023). Aksi puasa massal ini akan dilakukan sampai
RUU PPRT disahkan menjadi undang-undang.

Digelar di Enam Kota

Digelar di Enam Kota

Aksi puasa massal PRT diadakan di 6 kota di Indonesia, yaitu di Jakarta, Medan, Tangerang, Semarang, Yogyakarta, dan Makassar. Aksi ini juga diikuti para tokoh masyarakat dan jaringan masyarakat sipil.

Yuni Sri, perwakilan PRT menceritakan bahwa para PRT melakukan aksi mogok makan di enam kota secara bergantian. Pasalnya, mereka harus tetap bekerja untuk bertahan hidup. "PRT harus bekerja, jadi berganti-gantian melakukan aksinya di 6 kota ini," ujarnya. (Foto: Aliansi Mogok Makan untuk UU PPRT)

6 Fakta Aksi Puasa Massal Pekerja Rumah Tangga di Enam Kota, Dorong RUU PPRT Segera Disahkan
Nyaris Dibubarkan Polisi

Nyaris Dibubarkan Polisi

Aksi mogok makan massal PRT di depan Gedung DPR RI sempat mendapat ancaman dibubarkan polisi. Tenda yang didirikan massa dianggap mengganggu estetika gedung DPR RI.

Piring Kosong

Aksi puasa massal PRT digelar dengan menyajikan piring-piring berisi sikat kamar mandi, batu-bata, rantai, dot bayi, spon pencuci piring, dan barang lain. “Aksi piring kosong menandakan PRT yang menahan lapar karena jam kerja panjang. Tidak bisa berkata tidak karena harus terus bekerja," ujar Koordinator JALA PRT, Lita Anggraini, dikutip dari rilis pers yang diterima Merdeka, Senin (14/8/2023)

19 Tahun Terombang-ambing

19 Tahun Terombang-ambing

RUU Perlindungan PRT sudah diperjuangkan sejak 19 tahun silam, namun tidak kunjung disahkan menjadi Undang-Undang.

Meskipun telah menjadi RUU inisiatif DPR RI, tapi nasib RUU PPRT justru menjadi sandera politik di gedung wakil rakyat itu. Kondisi ini, kata Lita, menandakan tidak adanya pengakuan terhadap kerja-kerja PRT yang rentan perbudakan. “Ironi dengan pembangunan yang banyak didengungkan seperti no one left behind, tapi PRT ditinggalkan. Ini (tidak kunjung disahkannya RUU PPRT) menunjukkan pengabaian terhadap nasib PRT,” tegas perempuan yang sudah puluhan tahun mengadvokasi hak para pekerja rumah tangga itu.

Nyaris dua dekade bukan waktu singkat bagi para PRT menunggu adanya payung hukum yang bisa melindungi mereka. Ketiadaan payung hukum ini menjadikan PRT rentan jadi korban perbudakan modern dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Di antara korban TPPO, tak sedkit di antaranya merupakan pekerja rumah tangga. Namun, situasi darurat kekerasan dan TPPO di Indonesia tidak dibarengi dengan keseriusan DPR menindaklanjuti pembahasan RUU PPRT. “DPR terkesan menyandera pembahasan RUU selama dua dekade,” ujar Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur.

Laku Prihatin

Laku Prihatin

Aksi mogok makan akan terus dilakukan hingga disahkannya RUU PPRT menjadi Undang-Undang. “Solidaritas atas PRT korban yang disandera kelaparan tak terlihat,” ujar Tyas Widuri, perwakilan Perempuan Mahardhika. (Foto: Freepik wirestock)

Tuntutan

Aliansi Mogok Makan untuk UU PPRT mendesak: 1. Pimpinan DPR, Para Ketua Fraksi dan Anggota DPR RI untuk mengesahkan RUU Perlindungan PRT. 2. Pimpinan DPR, Para Ketua Fraksi dan Anggota DPR RI tidak membiarkan praktik perbudakan modern terhadap PRT di Indonesia. Selain itu, mengajak masyarakat bergabung dalam aksi solidaritas mogok makan PRT.

Fakta-Fakta Perampokan Rumah Pegawai Koperasi di Malang Hingga Ratusan Juta Digondol buat Modal Lebaran
Fakta-Fakta Perampokan Rumah Pegawai Koperasi di Malang Hingga Ratusan Juta Digondol buat Modal Lebaran

Saat beraksi, pelaku membawa pisau untuk mengancam korban kemudian menutup mata korbannya dengan lakban.

Baca Selengkapnya
Fakta-Fakta Perampokan Toko Jam Tangan Mewah di PIK 2
Fakta-Fakta Perampokan Toko Jam Tangan Mewah di PIK 2

Toko jam mewah di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 Tangerang disatroni perampok pada Sabtu (8/6).

Baca Selengkapnya
Dulu Tinggal di Rumah Gubuk Kini Rumahnya Bak Istana, Ini Sederet Fakta Aty Kodong Yang Tak Diketahui Publik
Dulu Tinggal di Rumah Gubuk Kini Rumahnya Bak Istana, Ini Sederet Fakta Aty Kodong Yang Tak Diketahui Publik

Mengungkap sederet fakta Aty Kodong, Dulu rumah sederhana kini rumahnya bak istana

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Dorong RUU Masyarakat Hukum Adat Disahkan, Gibran: Kita Tak Ingin Tanah Adat Dirampas Pengusaha Besar
Dorong RUU Masyarakat Hukum Adat Disahkan, Gibran: Kita Tak Ingin Tanah Adat Dirampas Pengusaha Besar

. Keberadaan UU itu nantinya akan memberikan ketegasan pada tanah atau hutan adat tersebut agar tak berpindah tangan ke pihak-pihak yang pada akhirnya merugikan

Baca Selengkapnya
Rumah Adat Tertua Sejak Zaman Sriwijaya, Ini Fakta Menarik Rumah Rakit dari Palembang
Rumah Adat Tertua Sejak Zaman Sriwijaya, Ini Fakta Menarik Rumah Rakit dari Palembang

Rumah adat dari Provinsi Sumsel ini berdiri di atas air tepatnya di pinggiran Sungai Musi, Sungai Ogan, dan Sungai Komering.

Baca Selengkapnya
Berangkat Pagi Pulang Tengah Malam, Begini Kisah Kakek Jual Roti Dorong Gerobak dari Desa ke Kota Meski Kondisinya Sakit
Berangkat Pagi Pulang Tengah Malam, Begini Kisah Kakek Jual Roti Dorong Gerobak dari Desa ke Kota Meski Kondisinya Sakit

Mirisnya, ia hanya mendapat pendapatan tak seberapa dari hasil kerja kerasnya tersebut.

Baca Selengkapnya
Fakta-Fakta Kebakaran Toko Bingkai di Mampang Prapatan Tewaskan 7 Orang, Korban Terjebak di Lantai Atas
Fakta-Fakta Kebakaran Toko Bingkai di Mampang Prapatan Tewaskan 7 Orang, Korban Terjebak di Lantai Atas

Diketahui, dari tujuh orang tersebut empat orang diantaranya merupakan satu keluarga dan tiga lainnya Asisten Rumah Tangga (ART).

Baca Selengkapnya
Pantang Nyerah Walau Pernah Rugi, Ini Cerita Ibu Rumah Tangga di Bogor Usaha Kue Sederhana Omzetnya Capai Rp 40 Juta
Pantang Nyerah Walau Pernah Rugi, Ini Cerita Ibu Rumah Tangga di Bogor Usaha Kue Sederhana Omzetnya Capai Rp 40 Juta

Bermula dari memajang kue di status, ibu rumah tangga ini raup cuan hingga puluhan juta rupiah.

Baca Selengkapnya
INFOGRAFIS: Fakta Temuan Pungli Rp6,1 Miliar di Rutan KPK
INFOGRAFIS: Fakta Temuan Pungli Rp6,1 Miliar di Rutan KPK

INFOGRAFIS: Fakta Temuan Pungli Rp6,1 Miliar di Rutan KPK.

Baca Selengkapnya