Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

6 Cara Cepat Kaya Menurut Islam, Dijamin Halal dan Berkah

6 Cara Cepat Kaya Menurut Islam, Dijamin Halal dan Berkah Ilustrasi berdoa. ©Shutterstock

Merdeka.com - Banyak orang sukses di dunia ini karena memiliki usaha atau bisnis sendiri. Tak heran, jika setiap orang selalu menginginkan untuk memiliki usaha sendiri. Salah satu bentuk usaha yang kini diinginkan banyak orang ialah usaha rumahan.

Secara definisi, usaha rumahan merupakan bentuk bisnis atau usaha yang bertempat di rumah sendiri (pemilik bisnis). Selain dapat menjalankan bisnis di rumah, usaha rumahan juga sering dipandang sebagai salah satu usaha yang menguntungkan. Rasulullah SAW juga berdagang sepanjang hidupnya untuk mencari rezeki.

Baca juga: Doa Supaya Dagangan Laris Pasti Dikabulkan

Berdagang merupakan salah satu pekerjaan yang dianjurkan dalam Islam. Selain menjadi pintu rezeki, berdagang juga dapat dijadikan sarana beribadah kepada Allah SWT. Hal ini sebagai mana yang disebutkan dalam sebuah hadis, artinya:

Rasul bersabda: "Berniagalah kalian dengan jujur dan amanah, sebab mereka yang jujur dan mereka yang wafat dalam keadaan syahid (kelak) akan bersama dengan Nabi." (HR. Al-Hakim dan Tirmidzi).

Rasulullah dalam sejarah juga tercatat sebagai seorang pedagang yang sukses dan patut dijadikan tauladan dalam berdagang. Berikut cara cepat kaya menurut Islam yang merdeka.com rangkum dari NU Online dan Liputan6.com:

Berdagang dan Mengambil Keuntungan Sedikit

016 destriyana

©2014 Merdeka.com/Shutterstock/ sdecoret

Nabi Muhammad SAW berdagang sepanjang hidupnya untuk mencari rezeki. Cara ini bisa Anda tiru sebagai salah satu langkah mencapai kesuksesan besar.

Saat ini pun, sebagian besar orang terkaya dunia merupakan pengusaha atau wirausahawan. Jika saat ini Anda masih bekerja sebagai karyawan, cobalah untuk memupuk rasa dan insting wirausaha yang dimiliki dengan menjalankan bisnis sampingan skala kecil.Dalam berbisnis, Nabi Muhammad SAW selalu mengambil untung sedikit atau sewajarnya. Hal ini juga bisa Anda tiru. Sebab, jika Anda berambisi untuk terus mengambil untung terlalu besar, maka produk bakal sulit laku.

Sementara, dengan mengambil untung sewajarnya, Anda bisa membuat banyak orang lebih tertarik untuk membeli lebih banyak produk yang dijual. Kalau banyak orang membeli produk Anda, maka keuntungan yang dicapai juga semakin besar. Hal ini tentu lebih baik dibandingkan menjual dengan untung besar tetapi hanya laku sedikit.

Mengelola Keuangan dengan Bijak

Pelajaran lain dari kisah Nabi Muhammad SAW adalah bijak mengelola uang. Jangan sampai besar pasak daripada tiang, alias besar pengeluaran daripada pemasukan.

Di zaman sekarang, mungkin Anda sering mendapati banyak orang yang punya utang terlalu banyak hingga tidak bisa membayarnya. Biasanya hal itu dikarenakan mereka mengutamakan gengsi dan gaya hidup.

Rajin Bersedekah

Setiap muslim dianjurkan untuk melaksanakan sedekah, baik laki-laki maupun perempuan. Selain memberikan manfaat dalam kehidupan bermasyarakat, seseorang yang melaksanakan sedekah juga akan mendapat pahala dari Allah SWT. Oleh sebab itu, hendaknya setiap muslim melaksanakan sedekah yang didasari sikap ikhlas.

Salah satu keutamaan sedekah adalah mendapatkan pahala berlipat ganda. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam salah satu surah Alquran berikut ini:

"Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pahala) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak." (QS. Al-Hadid: 18).

Menjaga Silaturahmi

ilustrasi sukses

©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Ollyy

Silaturahmi adalah salah satu amalan umat muslim untuk menyambung tali persaudaraan. Silaturahmi dapat kita lakukan kapan saja, namun amalan ini menjadi salah satu agenda utama saat momen hari raya Idul Fitri atau Lebaran.

Salah satu manfaat silaturahmi yaitu dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki. Mengunjungi anggota keluarga dan sanak saudara merupakan salah satu cara untuk menciptakan kerukunan dan keharmonisan. Selain itu silaturahmi juga merupakan amalan yang memiliki nilai pahala besar.

Seseorang yang senantiasa menjaga tali silaturahmi maka Allah akan melapangkan rezeki dan memperpanjang umurnya. Hal ini sebagaimana yang tercantum dalam sebuah hadis berikut, Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali silaturahmi," (HR. Bukhari – Muslim).

Menjaga dan memperkuat silaturahmi sangat penting dilakukan oleh setiap muslim. Hal ini bukan hanya bermanfaat di dunia saja, akan tetapi untuk kebaikan di akhirat nanti.

Senantiasa Berdoa

Doa melancarkan rezeki dan usaha dapat membuat hati serta pikiran seorang hamba beriman menjadi lebih tenang. Rezeki setiap orang sudah ditentukan oleh Allah SWT. Berikut doa agar rezekinya dilancarkan oleh Allah SWT:

"Allahumma inna hadza kholqun jadidun faftahhu 'alayya bitto'atika wakhtimhu lii bimaghfirotika wa ridwanika warzuqni fiihi hasanatan taqbaluhaa minni wa zakkihaa wa dho'ifha lii wa ma 'amiltu fiihi min sayyitin faghfirli innaka ghafurur rohim wadudun karimun."

Artinya:

"Ya Allah, hari ini adalah ciptaan yang baru, maka bukalah hari ini dengan kepatuhanku kepada-Mu, dan tutuplah hari ini dengan ampunan dan ridha-Mu. Berilah hamba rezeki kebaikan hari ini, terimalah kebaikan itu dari hamba, bersihkanlah dan lipatgandakanlah untuk hamba. Amal buruk yang hamba lakukan hari ini, ampunkanlah. Engkaulah yang Maha Pengampun, Penyayang, Pengasih dan Maha Mulia."

Membaca Sholawat Penglaris

Sholawat penglaris dagangan bisa coba Anda amalkan setiap hari sebagai salah satu upaya agar diberikan kelancaran rezeki dari Allah SWT. Setiap orang memang sudah ditentukan rezekinya masing-masing. Semua makhluk pun sudah dijamin mendapat rezeki-Nya. Dalam Alquran, Allah SWT berfirman, artinya:

“Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Surat Hud: 6)

(mdk/jen)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP