5 Kata-Kata Romantis dari Puisi Terkenal, Bikin Gebetan Tambah Baper
Merdeka.com - Kerap kali tak cukup hanya mengucapkan sepatah atau dua patah kata untuk mengungkapkan perasaan. Alternatif lain, perasaan bisa diungkapkan melalui metafora-metafora dari puisi. Selain lebih menantang dan misterius, seseorang akan tertarik karena ini bukan hal biasa.
Ada banyak kata-kata romantis di dalam puisi yang bermakna beragam. Mulai dari kata-kata yang cocok untuk pasangan, atau berupa rayuan yang bisa membuat calon pasangan meluluh.
Berikut, kumpulan kata-kata romantis dari puisi terkenal yang bisa menginspirasimu dan bikin gebetan-mu tambah baper:
Kata-Kata Mutiara dari Puisi "Hanya" Sapardi Djoko Damono

2014 Merdeka.com
Hanya suara burung yang kau dengardan tak pernah kau lihat burung itutapi tahu burung itu ada di sanahanya desir angin yang kau rasadan tak pernah kau lihat angin itutapi percaya angin itu di sekitarmuhanya doaku yang bergetar malam inidan tak pernah kau lihat siapa akutapi yakin aku ada dalam dirimu
Puisi ini sangat cocok dibacakan di depan pasangan atau calon pasangan. Selain kata-katanya yang manis, diksi yang digunakan Sapardi sangat pas untuk suasana romantis.
Kata-Kata Romantis dari Puisi "Kekasihku" Joko Pinurbo

2019 Merdeka.com
Pacar kecil duduk manis di jendela, menemani senja. Senja, katanya, seperti ibu yang cantik dan capek setelah seharian dikerjain kerja Ia bersiul ke senja seksi yang tinggal tampak kerdipnya: Selamat tidur, kekasihku Esok pagi kau tentu akan datang dengan rambut baru Kupetik pipinya yang ranum, kuminum dukanya yang belum: Kekasihku, senja dan sendu telah diawetkan dalam kristal matamu
Bagi kalian yang ingin membuat pasangan semakin jatuh hati, puisi Joko Pinurbo di atas, bisa dibacakan di momen-momen tertentu, lho. Apalagi di hari spesial sang kekasih.
Kata-Kata Mutiara Puisi "Inilah Aku yang Mencintaimu" Pablo Neruda

2015 Llivinglanguage.com
Inilah aku yang mencintaimu
Pada Pinus hitam angin mengurai kekusutan
Bulan berpendar seperti fosfor di air tak berhulu muara
Salju tak bergelung dari sosok-sosok berdansa
Camar berbulu perak tergelincir terbang dari barat
Sesekali tampak sebuah layar. Tinggi, bintang yang jauh
O ada silang hitam sebuah kapal
Bersendiri
Sesekali aku terbangun dini hari, dan jiwaku basah
Di kejauhan gemuruh laut disahut gemuruh laut
Inilah pelabuhan itu
Inilah aku yang mencintaimu
Inilah aku, ketika cakrawala sia-sia menyembunyikanmu
Aku mencintaimu walau segala membeku mengepung
Sesekali kecupanku berlayar bersama kapal besar
Menyeberangi laut menuju yang tak tersampai
Aku merasa dicampakkan bagai jangkar tua
Pelabuhan makin murung ketika petang tertambat disana
Hidupku jatuh kian letih, lapar tanpa ada sebabnya
Aku mencintai apa yang tak kupunyai. Engkau begitu jauh
Kebencianku tak terebut oleh senja yang lamban
Tapi malam tiba jua, dan mulai bernyanyi bagiku
Bulan membalikkan arah jarum jam mimpinya
Bintang tersebar menatapku dengan matamu
Dan seperti aku mencintaimu, pinus dan angin
Daun yang berjalin ingin melagukan namamu
Gadis yang lincah berkulit matahari, matahari yang menjadikan buah-buahan,
Yang menegakkan rerumputan, yang melilit ganggang
Mengisi tubuhmu dengan kegirangan, dan terang matamu
Dan mulutmu ang memiliki senyuman sejernih air
Kerinduan jelaga matahari terjalin jadi helaian
Surai hitammu, ketika kau bentang kedua lengan
Kau bermain matahari seperti dengan sungai kecil
Dan tertinggallah dua kolam gelap di matamu
Gadis yang lincah, tak ada yang menuntunku mendekatmu
Segala jauh menahan, seperti engkaulah rembang malam
Kau kegaduhan hiruk-pikuk kawanan lebah
Amuk ombak mabuk, kau kekuatan burung ekor putih
Walau hatiku yang suram mencari engkau juga, aku cinta
Girang tubuhmu yang penuh, suaramu yang pipih dan mengalir
Kupu-kupu hitam, manis dan sesungguhnya arti
Bagai padang gandum dan matahari, bagai air dan bunga popi.
Kata-Kata Romantis dari Pusiai "Sajak Putih" Chairil Anwar

wikipedia.com
Buat tunanganku Mirat
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku
Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah
Buat miratku, Ratuku! kubentuk dunia sendiri,
dan kuberi jiwa segala yang dikira orang mati di alam ini!
Kucuplah aku terus, kucuplah
Dan semburkanlah tenaga dan hidup dalam tubuhku
Kata-Kata Romantis dari Puisi "Sajak Cinta" Mustofa Bisri

2018 Merdeka.com/Darmadi Sasongko
Walau dikenal sebagai pemuka agama, Mustofa Bisri juga dikenal sebagai penyair. Dalam setiap dakwahnya, ia kerap menggunakan media puisi. Tak hanya soal pesan terkait agama saja, Mustofa Bisri juga pernah membuat puisi cinta yang dijamin membuat calon pasangan jadi baper. Seperti puisi yang berjudul Sajak Cinta di bawah ini:
cintaku kepadamu belum pernah ada contohnyacinta romeo kepada juliet si majnun qais kepada lailabelum apa-apatemu pisah kita lebih bermaknadibandingkan temu-pisah Yusuf dan Zulaikharindu-dendam kita melebihi rindu-dendam Adamdan Hawa
aku adalah ombak samuderamuyang lari datang bagimuhujan yang berkilat dan berguruh mendungmuaku adalah wangi bungamuluka berdarah-darah durimusemilir bagai badai anginmu
aku adalah kicau burungmukabut puncak gunungmutuah tenungmuaku adalah titik-titik hurufmukata-kata maknamu
aku adalah sinar silau panasmudan bayang-bayang hangat mentarimubumi pasrah langitmu
aku adalah jasad ruhmufayakun kunmu
aku adalah a-k-uk-a-umu
Rembang, 30-9-1995
(mdk/amd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya