4 Penyebab Tahi Lalat di Tubuh Beserta Jenisnya
Merdeka.com - Tahi lalat merupakan bintik kecil berwarna cokelat kehitaman yang terletak di atas permukaan kulit. Penyebab tahi lalat adalah akibat pengelompokan sel-sel melanosit dan sel penghasil warna kulit. Umumnya tahi lalat banyak dimiliki oleh orang berkulit warna terang dibandingkan dengan orang yang memiliki kulit gelap.
Dilansir dari laman Healthline, menurut penelitian, satu orang manusia rata-rata memiliki 10 hingga 40 bintik kecil di tubuh. Tentunya hal ini sangat wajar dan dianggap normal. Pasalnya pertumbuhan tahi lalat di kulit merupakan proses alami di dalam kulit.
Tahi lalat dapat terbentuk di bagian tubuh mana pun. Namun tahi lalat tumbuh pada bagian tubuh yang sering terkena paparan matahari, seperti leher, tangan, dada, dan wajah.
Tahi lalat juga dapat berubah seiring perubahan hormon seperti saat memasuki usia remaja. Pada dasarnya tahi lalat bukanlah kondisi medis yang berbahaya, namun tahi lalat ada juga yang menjadi tanda kanker kulit atau yang disebut melanoma.
Seseorang yang memiliki banyak tahi lalat di permukaan kulit wajah cenderung tidak percaya diri. Hal ini dikarenakan bentuknya seringkali mengganggu penampilan dan keleluasaan. Lantas apa penyebab tahi lalat di permukaan kulit? Simak penjelasannya berikut ini.
1. Mengonsumsi Obat-obatan Tertentu

Reuters
Salah satu penyebab tahi lalat ialah mengonsumsi obat-obatan tertentu. Beberapa obat-obatan tersebut seperti antibiotik, hormonal, dan antidepresan yang dapat membuat sistem kekebalan tubuh menurun. Sehingga hal ini menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif terkena sinar matahari.
Saat permukaan kulit sensitif dengan cahaya matahari maka dapat menimbulkan tumbuhnya tahi lalat di tubuh. Salah satu cara mencegah tumbuhnya tahi lalat ialah mengurangi obat-obatan antibiotik dan mengonsumsi makanan yang sehat.
2. Iklim Panas
Iklim panas menjadi salah satu penyebab tahi lalat di permukaan kulit tubuh manusia. Hal ini dikarenakan kulit mengalami kerusakan akibat paparan sinar matahari, sehingga menyebabkan tahi lalat tumbuh dengan mudah.
Akibat dari seringnya terpapar matahari, maka akan lebih banyak memproduksi melanocytes. Apabila banyak melanocytes tertumpuk dan tidak tersebar secara merata, tahi lalat akan mudah terbentuk dan muncul.
3. Penyebaran Sel Melanosit Tidak Merata

© iStock
Penyebab tahi lalat berikutnya ialah penyebaran sel melanosit yang tidak rata. Hal ini bisa terjadi ketika sel melanosit tumbuh secara berkelompok dan tidak menyebar ke seluruh kulit.
Sel melanosit merupakan penghasil pigmen yang dapat memberi warna kulit pada tubuh. Apabila penyebaran sel melanosit tidak merata dan berkelompok mengumpul jadi satu maka memicu tumbuhnya tahi lalat baru. Hal ini yang sering membuat tahi lalat muncul, padahal sebelumnya tidak ada.
4. Faktor Genetik
Orang yang memiliki permukaan kulit yang cerah memiliki jumlah tahi lalat yang lebih banyak dibandingkan dengan orang yang memiliki kulit berwarna gelap. Hal ini bisa disebabkan karena adanya faktor genetik atau keturunan. Sehingga tahi lalat bisa dikatakan karena bawaan dari orang tua.
Dilansir dari laman Healthline, tumbuhnya tahi lalat biasanya akan muncul selama 25 tahun di masa awal kehidupan. Akan tetapi tak jarang seseorang sudah memiliki tahi lalat ini dari lahir. Hal ini terjadi karena faktor turun temurun dari keluarganya.
Jenis-jenis Tahi Lalat

©2018 liputan6.com
Tahi lalat pada tubuh manusia memiliki beberapa jenis, yaitu nevi kongenital dan nevi dispastik. Nevi kongenital merupakan jenis tahi lalat yang sudah ada sejak lahir dan terjadi pada 1 dari 100 orang. Jenis tahi lalat satu ini memiliki kemungkinan untuk dapat berubah menjadi melanoma atau kanker tahi lalat.
Sementara itu tahi lalat nevi dispastik merupakan tahi lalat yang lebih besar dari rata-rata dan memiliki bentuk yang tidak beraturan. Warna tahi lalatnya pun juga berbeda, jenis tahi lalat ini cenderung lebih gelap pada bagian yang terpusat.
(mdk/jen)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya