4 Cara Ternak Ayam Kampung untuk Pemula, Dijamin Menguntungkan
Merdeka.com - Ayam merupakan salah satu hewan peliharaan yang cukup digemari oleh masyarakat Indonesia. Berbagai jenis ayam tersebar di berbagai daerah, ada yang memelihara untuk diadu, namun tak jarang juga dijadikan sebagai hewan ternak. Bahkan ada juga ayam hias yang harganya mencapai puluhan juta rupiah.
Secara umum, ayam banyak dibudidayakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti diambil daging dan telurnya untuk dikonsumsi. Akan tetapi, tidak semua jenis ayam bisa dijadikan bahan dasar pembuatan makanan. Ada beberapa jenis ayam hias atau aduan yang khusus hanya untuk dijadikan peliharaan.
Salah satu jenis ayam yang paling banyak diminati adalah ayam kampung. Jenis ayam yang mudah ditemukan di Indonesia ini, biasanya dibudidayakan dengan jumlah sedikit atau tidak banyak seperti jenis ayam petelur atau pedaging. Ayam kampung banyak diminati karena bisa dijadikan bisnis yang menguntungkan.
Lantas, bagaimana cara ternak ayam kampung yang mudah? Simak langkah-langkahnya yang merdeka.com rangkum dari Liputan6.com berikut ini:
Memilih Bibit Ayam Terbaik

©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko
Cara ternak ayam kampung yang pertama adalah memilih bibit ayam terbaik. Untuk peternakan yang efektif, anak ayam bisa didapat dengan cara membeli anak ayam yang baru menetas. Selain itu, Anda juga bisa menetaskan sendiri menggunakan mesin penetas.
Jika memilih ayam kampung yang baru menetas, pertimbangkan jumlah yang hendak dibeli dengan besar dan luas kandang milik Anda. Perhatikan juga aspek modal karena hal ini berkaitan erat dan jumlah belanja pakan.
Memilih Jenis Kandang Ayam

©2020 Merdeka.com
Cara ternak ayam kampung berikutnya yaitu memilih jenis kandang ayam. Ada beragam jenis kandang ayam yang bisa Anda gunakan, seperti sistem umbaran dan sistem semi intensif. Kedua jenis kandang ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, lebih jelasnya sebagai berikut:
• Sistem Umbaran
Cara ternak ayam kampung yang pertama adalah menggunakan sistem umbaran. Anda hanya perlu menyediakan kandang yang minimalis untuk ayam-ayam berteduh dari hujan, panas matahari, dan sebagai tempat untuk bertelur. Sistem umbaran ini cocok dilakukan di daerah pedesaan, karena di daerah pedesaan lahan-lahan di setiap rumah masih cukup luas.
Ada beberapa kelebihan cara ternak ayam kampung menggunakan sistem umbaran, salah satunya adalah dapat menekan biaya pakan karena hewan ternak bisa mendapatkan makanan sendiri. Adapun kelemahan dari cara ternak ayam kampung sistem umbaran yaitu proses berkembang biak ayam tidak intensif dan cenderung asal-asalan.
• Sistem Semi Intensif
Selain menggunakan sistem umbaran, cara ternak ayam kampung berikutnya yaitu pakai sistem semi sensitif. Sama seperti sistem umbaran, namun wilayah cakupan ayam semakin diperkecil. Hal ini bertujuan agar ayam tidak banyak bergerak dan bisa menghasilkan daging lebih banyak.
Di samping itu, sistem semi sensitif juga membutuhkan tempat untuk berlindung ayam dan juga tempat bertelur. Sehingga, saat ayam bertelur bisa dipisahkan dari induknya dan diteteskan dengan alat inkubator atau dengan indukan lainnya. Kelebihan dari sistem intensif yaitu ayam bisa berkembang biak dengan cepat, sementara kekurangan dari sistem ini adalah Anda harus menyediakan makanan lebih banyak.
Perawatan Ayam Kampung

©©2012 Merdeka.com
Setelah memilih bibit dan jenis kandang ayam, langkah berikutnya yaitu melakukan perawatan. Saat proses perawatan, Anda harus menyiapkan pakan ternak berkualitas baik dan obat-obatan alami atau kimia. Bagi pemula, Anda bisa menyiapkan pakan ternak alami seperti daun pepaya atau daun lamtoro yang sudah umum digunakan para peternak.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pemberian makan sebaiknya dilakukan sebanyak tiga kali dalam sehari. Pastikan untuk selalu memberikan dedak dan sayuran sebagai campuran.
Proses Pemasaran
Cara ternak ayam kampung berikutnya adalah proses pemasaran. Untuk peternakan tradisional, Anda bisa menjual langsung ayam tersebut ke pasar atau pedagang ayam keliling. Agar lebih efektif, Anda juga dapat menjualnya ke pelanggan langsung, misalnya dengan pengusaha rumah makan atau penjual daging matang di pasar.
(mdk/jen)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya